fbpx
Connect with us

Nasional

KPK Bisa Sita Barang Hasil Korupsi Tanpa Izin Pengadilan

Published

on

KPK Sita Barang Tanpa Izin Pengadilan

Lampung.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat saja langsung menyita barang dari hasil tindak pidana korupsi. Baik barang bergerak maupun tidak bergerak dapat disita penyidik KPK, tanpa harus seizin pengadilan.

“KPK tidak perlu izin untuk menyita, termasuk sita eksekusi uang pengganti,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Unit Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK (Labuksi) Irene Putri di dalam diskusi bertajuk Barang Sitaan dan Barang Rampasan, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10/2017) seperti dikutip dari liputan6.com

Irene yang juga jaksa KPK menerangkan, aturan itu tertuang dalam Pasal 47 Undang-Undang KPK Nomor 30 Tahun 2002.

Pasal tersebut berisi, atas dasar dugaan yang kuat adanya bukti permulaan yang cukup, penyidik bisa melakukan penyitaan tanpa izin ketua pengadilan negeri, berkaitan dengan tugas penyidikannya.

Irene memaparkan, barang sitaan yang dilakukan penyidik KPK belum dimiliki atau menjadi hak negara hingga dilimpahkan ke penuntutan. Kemudian, barang sitaan itu akan dikaji penuntut umum, apakah barang itu terkait tindak pidana atau tidak.

“Jika termasuk penyitaan yang diduga tindak pidana, maka penuntut umum akan melakukan review apakah merupakan hasil tindak pidana atau tidak, belum ada implikasi itu rampasan negara,” tambahnya.

Lelang Barang Sitaan

Menurut Irene, KPK dapat melelang barang sitaan yang masuk dalam kriteria barang yang rentan. Semisal benda hidup, hewan, dan kendaraan.

Namun, Irene menambahkan, barang sitaan yang bakal dilelang harus seizin dari terdakwa.

“Dapat dilakukan, Pasal 45 KUHAP menyatakan itu, tapi terbatas untuk barang mudah rusak, sulit perawatannya sehingga bisa dilelang lebih dulu. Mekanismenya, sedapat mungkin dengan persetujuan terdakwa,” pungkas Irene.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dapat menyita aset-aset korporasi yang terjerat tindak pidana korupsi. Salah satunya adalah PT Duta Graha Indonesia yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Kontruksi Enjiniring atau PT DGIK adalah satu-satunya perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka korporasi oleh KPK.

Pernyataan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Irene Putri juga dalam gelaran diskusi bertajuk ‘Barang Sitaan dan Barang Rampasan’. Menurutnya, penyitaan dilakukan sebagai bayaran uang pengganti yang diterima PT DGI.

“Terhadap perusahaan-perusahaan, apalagi tersangkanya kan korporasi, aset-aset korporasi bisa kami sita untuk pembayaran uang pengganti yang diduga diterima korporasi,” ucap Irene di gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017 lalu. (Erwin/liputan6.com)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Difitnah dengan Berita Hoax, ACT Tunjukkan Aksi Nyata

Published

on

Aksi Cepat Tanggap

Lampung.co – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyesalkan beredarnya informasi yang keliru dan cendrung fitnah yang beredar di publik akhir-akhir ini.

Berita bohong atau hoax yang menyesatkan masyarakat itu menyebutkan bahwa lembaga ACT terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia.

Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dengan tegas membantah berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group itu.

“Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat,” tegasnya, Selasa (23/7/2019).

Dia menjelaskan, ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah.

“Kami menyalurkan bantuan ke tempat – tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani, dan berbagai lokasi lainnya,” jelasnya.

Ibnu Khajar menambahkan, donasi dari mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau – pulau terpencil (Tepian Negeri).

Bantuan yang disalurkan, lanjutnya, berupa sarana sekolah termasuk pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru.

“Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

Prinsip dasarnya, kata dia, kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu Khajar juga memberikan pernyataan terhadap isu tidak akurat yang beredar hingga fitnah itu tidak terbukti kenarannya.

“Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberapa alasan. Cara yang mereka lakukan adalah menebarkan fitnah,” imbuhnya.

Sementara, tambahnya, cara memenangkannya adalah dengan berkarya. “Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” tambah Ibnu.

Selain Bukalapak, tambahnya, kami berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina.

Selain itu juga Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain. Lihat selengkapnya di link: https://act.id/mitra

“Bersama mitra-mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan,” tandas Ibnu Khajar. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Penyebab Saldo Rekening Nasabah Bank Mandiri Berkurang

Published

on

ATM Bank Mandiri

Lampung.co – Pemeliharaan/maintenance sistem teknologi informasi Bank Mandiri menyebabkan terjadinya insiden error massal yang membuat saldo nasabahnya berubah menjadi nol, bahkan minus.

Akibat insiden ini, banyak nasabah yang mengeluhkan kehilangan saldo. Namun ternyata gangguan tersebut tak hanya pengurangan saldo, sejumlah nasabah menyebut saldonya justru bertambah.

Permasalahan yang terjadi pada bank plat merah ini ramai diperbincangkan pengguna media sosial. Pengguna Twitter yang juga nasabah Bank Mandiri ini ramai-ramai menggunakan tagar #mandirierror.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengakui bahwa dalam proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem IT tersebut, berdampak pada berubahnya nilai saldo sebagian nasabah.

Terkait hal itu, Bank Mandiri mempersilakan Nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat. Namun dirinya memastikan uang di rekening nasabah aman.

“Kami pastikan rekening nasabah, aman,” tegas Rohan, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Rohan Hafas, Bank Mandiri saat ini sedang melakukan normalisasi saldo rekening yang terdampak pemeliharaan sistem IT tersebut

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saldo nasabah dan kami juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman serta tidak hilang,” kata dia.

Sebelumnya, banyak nasabah yang mempertanyakan mengapa nilai saldo tabungan mereka di Bank Mandiri berubah melalui media sosial karena saat menghubungi call canter 14000 tidak ada jawaban.

Sebagian nasabah mengungkapkan jumlah uang di tabungannya bertambah, tapi ada juga yang mengeluhkan nilainya berkurang drastis hingga nol rupiah.

Bahkan ada juga nasabah yang kaget karena mendapati saldo tabungannya di Bank Mandiri jadi minus Rp 500 ribu. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Soal Kasus Novel Baswedan, Wapres Menyebut Mestinya Tak Sulit Diungkap

Published

on

Novel Baswedan

Lampung.co – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kerja kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan semestinya tak sulit dilakukan.

JK menyebut seharusnya polisi hanya perlu menangkap pelaku. Berkaca dari penangkapan teroris selama ini, kata JK, polisi mestinya mampu menangkap pelaku penyiraman pada Novel.

“Ya ini kan sekarang tinggal cari orangnya. Polisi ahli di situ, cari teroris saja yang bersembunyi bisa, apalagi di sini ada bukti-bukti awal,” ujar JK, Jumat (19/7/2019) dikutip dari CNN Indonesia.

JK menambahkan, polisi telah mengetahui motif dan latar belakang pelaku penyiraman. Ia meyakini polisi dapat merampungkan kasus itu dalam waktu tiga bulan ke depan sesuai target Presiden Joko Widodo.

“Ya ini kan sudah dalam tahap indikasi ketahuan background-nya, sekarang tinggal cari orangnya. Kan sebenarnya simpel tinggal cari orang. Tentu polisi punya kemampuan mengungkap,” katanya.

Diketahui, pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel sebelumnya gagal diungkap oleh Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

TPF bentukan kepala salah satu lembaga penegak hukum itu hanya menyampaikan rekomendasi dan motif tanpa menyebutkan pelaku pada konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/7).

Salah satu rekomendasi itu adalah menyelidiki lebih lanjut tiga orang tak dikenal yang diduga kuat terlibat kasus tersebut. Kapolri pun diminta membentuk tim teknis di lapangan untuk mendalami tiga orang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hasil kerja TPF akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Polri. Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk tim teknis mengungkap pelaku penyerangan.

Jokowi menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah. “Ya, ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah sehari-dua hari ketemu,” ujarnya.

Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, maka dalam waktu satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca