fbpx
Connect with us

Lampung

Perampok Uang Sekarung Karyawan BW di Lampung Barat Tewas, Ini Kronologinya

Published

on

tewas

Lampung.co – Kasus perampokan yang menimpa karyawan bagian penjualan (Sales) PT Bumi Waras (BW) di kawasan hutan Register 45, Sukau, Lampung Barat (Lambar), yang terjadi pada Selasa (24/4/2018), berhasil diungkap Polda Lampung.

Tiga pelaku tersangka perampokan berhasil ditangkap. Salah seorang pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi ketika hendak ditangkap di daerah pegunungan Sulung, Sukau, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan ketiga pelaku dibenarkan Kapolda Lampung Irjen Suntana. Dia mengatakan, para pelaku berhasil ditangkap berkat kerja keras dan respons cepat pihak kepolisian dalam menindaklanjuti laporan.

’’Sudah (ditangkap). Berkat kerja keras anggota, sudah kami amankan. Teknisnya tanya ke Dirkrimum ya,” kata Suntana, seperti dilansir inikata,com, Kamis (26/4/2018).

Terpisah, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung menjelaskan, ketiga pelaku ditangkap di tempat berbeda.

Awalnya, aparat berhasil membekuk John Kenedi (33). Warga Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), ini ditangkap di jalur lintas barat (Jalinbar).

Menurut alumnus Akpol 1993 ini, usai aksi perampokan, tim satlantas dan satreskrim langsung menggelar razia guna menutup seluruh jalan keluar. Razia itu merupakan bagian dari sistem pengejaran dan penyekatan (Jarkat).

Saat itulah, John yang tengah mengemudikan minibus Toyota Avanza biru BG 1622 MG melintas. Mobil itu ditengarai digunakan para tersangka untuk merampok.

’’Kami razia, cegat jalan keluar mereka. Saat ditangkap, dia diduga hendak melarikan diri. Tetapi, dia tidak mengaku. Kami kembangkan ke kontrakannya dan ditemukan sejumlah barang bukti,” jelas Bobby.

Ditambahkan, John berperan sebagai pengemudi mobil saat mereka menjalankan aksi perampokan. Tidak mau membuang kesempatan, aparat langsung melakukan pengembangan. Mereka menggeledah rumah kontrakan tersangka di Dusun Sampot, Padangchata, Balikbukit, Lambar.

Dari situ polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang diduga hasil perampokan. Uang itu ditemukan dalam sebuah karung.

Selain itu, aparat juga mengamankan barang bukti berupa tas milik korban dan nota tagihan serta catatan buku tagihan milik PT Sungai Budi-Bumi Waras.

Petugas juga menyita jaket pelaku yang digunakan saat beraksi. Kemudian satu unit motor Honda CB 150 CC.

’’Barang bukti yang ditemukan berupa satu karung uang tunai pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu. Uang itu ditaksir lebih dari Rp500 juta,” ungkap Bobby.

John lantas dibawa tim resmob untuk melakukan pengembangan. Dia diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya dalam hutan di daerah pegunungan Sulung, Sukau.

Saat John ditangkap tim gabungan Resmob Subdit III Jatanras, Polres Lambar, dan Polsek Balikbukit, kedua rekannya yaitu Armawi (60), warga Martapura, OKU Timur, dan Ridho (43), warga Ranau, OKU, sempat bersembunyi hingga masuk ke dalam hutan.

Keduanya diduga merupakan eksekutor yang menembak dua korban dengan menggunakan senjata api rakitan.

’’Saat dikejar ke dalam hutan, kami sempat kontak senjata dengan dua pelaku. Beberapa kali mereka menembaki kami dari dalam hutan,” terang Bobby.

Perlawanan kedua tersangka baru terhenti ketika timah panas petugas bersemayam di tubuh mereka.

’’Satu pelaku atas nama Rd (Ridho, Red) tewas dalam perjalanan saat kami larikan ke Rumah Sakit Alimudin Umar,” paparnya.

Sementara rekannya Armawi masih bisa diselamatkan meski kaki kanannya tertembus dua peluru. Sayangnya, saat penangkapan itu, polisi tidak berhasil menemukan senjata api yang digunakan kedua tersangka dalam baku tembak tersebut. Kuat dugaan, mereka sempat membuang senpi rakitan di tengah hutan.

“Saat ini, polisi masih menyisir sekitar lokasi untuk mencari senjata api rakitan itu,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, pihaknya masih memburu para pelaku lainnya.

’’Dugaan ada enam pelaku. Ini sisanya masih kami kejar. Kami ultimatum, lebih baik meyerahkan diri atau kami tindak tegas seperti teman-temannya,” tegas mantan Wakapolresta Bandar Lampung ini. (*/rus)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Ini Beberapa Karya dan Budaya Lampung yang Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tari Hadra

Lampung.co – Untuk menjaga karya dan budaya tak benda Lampung agar tidak diklaim milik daerah lain, sebanyak 25 karya dan budaya bukan benda Lampung diusulkan menjadi warisan nasional.

Sejumlah karya dan budaya tak benda yang diusulkan sebagai warisan nasional telah disampaikan ke Kemendikbud diantaranya tapis, seruit, kakiceran, hadra ugan, ringget, panggeh.

Untuk adat, ada cuak mengandan, muwaghen, bumbang aji, dan turun mendei. Kemudian tradisi, mulai dari ngunduh damakh, ngejalang kubokh, hingga mukew sahur, tari debingi dan tari ittar muli.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia.

Di Lampung, lanjutnya, sangat banyak karya dan budaya. Perlu dijaga supaya tiak dirampas daerah lain. Dipatenkan sehingga mendapat sertifikat resmi dan bisa terus dilestarikan.

Selain itu, kata dia, dengan dipatenkannya karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional, kebudayaan Lampung bisa lebih dikenal.

“Karya dan budaya tak benda yang sedang kita perjuangkan menjadi warisan nasional ini diharapkan bisa diakui secara luas oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Sulpakar menambahkan, hingga saat ini masih ada karya dan budaya tak benda Lampung yang masih diteliti oleh arkeolog.

“Bukan cuma 25 karya dan budaya tak benda yang diusulkan itu, tapi masih banyak lagi yang masih diteliti akreolog. Kita juga berharap nanti bisa diregistrasi,” ujarnya. (*)

Foto: Tari Hadra/hasbundoya.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 23 Agustus 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 23 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB hingga 24 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 22,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 17,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 52% – 93%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 62% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

Malam hari diprakirakan Cerah hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

WARNING:
NIHIL

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Daftar Jamaah Haji Asal Lampung Yang Meninggal di Tanah Suci

Published

on

Ibadah Haji

Lampung.co – Sebanyak enam jamaah haji asal Provinsi Lampung meninggal dunia di Arab Saudi. Keenam jamaah tersebut berasal dari Bandar lampung, Pesawaran dan Lampung Timur.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Seraden Nihan mengatakan, umur jamaah haji yang meninggal tersebut sebagian besar telah berusia lanjut.

“Jamaah yang meninggal dunia rata-rata sudah sepuh dan kelelahan akibat sakit,” kata Seraden di Asrama Haji Rajabasa Bandar Lampung, Rabu (21/8/2019) dikutip dari kupastuntas.co.

Dia menyebutkan, dua jamaah asal Bandar Lampung kloter 9-KJG antara lain Sarudin Pohan wafat di Madinah 7 Agustus 2019 dan Lugiman Cakro Rejo pada 20 Agustus 2019 di Mekah.

Kemudian, lanjutnya, jamaah haji asal Lampung Timur kloter 21-JKG, Ramiyem Sairan Toirono wafat pada 30 Juli 2019 di Mekah.

Masih dari Lampung Timur, kloter 31-JKG, Sayuti Tukaryo Irantiko dan Miskiyah Dul Basar sama-sama meninggal di Mekah pada tanggal 19 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019 hari ini.

Selain itu juga, Syafe’i Ismail Abdurrohim jamaah haji asal Pesawaran kloter 31-JKG Wafat pada tanggal 18 Agustus 2019 di Mekah.

Seraden berharap jamaah haji yang wafat dapat diterima di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga dapat diberi ketabahan. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca