Menu

Perampok Uang Sekarung Karyawan BW di Lampung Barat Tewas, Ini Kronologinya

  Dibaca : 1075 kali
Perampok Uang Sekarung Karyawan BW di Lampung Barat Tewas, Ini Kronologinya
(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung.co – Kasus perampokan yang menimpa karyawan bagian penjualan (Sales) PT Bumi Waras (BW) di kawasan hutan Register 45, Sukau, Lampung Barat (Lambar), yang terjadi pada Selasa (24/4/2018), berhasil diungkap Polda Lampung.

Tiga pelaku tersangka perampokan berhasil ditangkap. Salah seorang pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi ketika hendak ditangkap di daerah pegunungan Sulung, Sukau, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan ketiga pelaku dibenarkan Kapolda Lampung Irjen Suntana. Dia mengatakan, para pelaku berhasil ditangkap berkat kerja keras dan respons cepat pihak kepolisian dalam menindaklanjuti laporan.

’’Sudah (ditangkap). Berkat kerja keras anggota, sudah kami amankan. Teknisnya tanya ke Dirkrimum ya,” kata Suntana, seperti dilansir inikata,com, Kamis (26/4/2018).

Terpisah, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung menjelaskan, ketiga pelaku ditangkap di tempat berbeda.

Awalnya, aparat berhasil membekuk John Kenedi (33). Warga Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), ini ditangkap di jalur lintas barat (Jalinbar).

Menurut alumnus Akpol 1993 ini, usai aksi perampokan, tim satlantas dan satreskrim langsung menggelar razia guna menutup seluruh jalan keluar. Razia itu merupakan bagian dari sistem pengejaran dan penyekatan (Jarkat).

Saat itulah, John yang tengah mengemudikan minibus Toyota Avanza biru BG 1622 MG melintas. Mobil itu ditengarai digunakan para tersangka untuk merampok.

’’Kami razia, cegat jalan keluar mereka. Saat ditangkap, dia diduga hendak melarikan diri. Tetapi, dia tidak mengaku. Kami kembangkan ke kontrakannya dan ditemukan sejumlah barang bukti,” jelas Bobby.

Ditambahkan, John berperan sebagai pengemudi mobil saat mereka menjalankan aksi perampokan. Tidak mau membuang kesempatan, aparat langsung melakukan pengembangan. Mereka menggeledah rumah kontrakan tersangka di Dusun Sampot, Padangchata, Balikbukit, Lambar.

Dari situ polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang diduga hasil perampokan. Uang itu ditemukan dalam sebuah karung.

Selain itu, aparat juga mengamankan barang bukti berupa tas milik korban dan nota tagihan serta catatan buku tagihan milik PT Sungai Budi-Bumi Waras.

Petugas juga menyita jaket pelaku yang digunakan saat beraksi. Kemudian satu unit motor Honda CB 150 CC.

’’Barang bukti yang ditemukan berupa satu karung uang tunai pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu. Uang itu ditaksir lebih dari Rp500 juta,” ungkap Bobby.

John lantas dibawa tim resmob untuk melakukan pengembangan. Dia diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya dalam hutan di daerah pegunungan Sulung, Sukau.

Saat John ditangkap tim gabungan Resmob Subdit III Jatanras, Polres Lambar, dan Polsek Balikbukit, kedua rekannya yaitu Armawi (60), warga Martapura, OKU Timur, dan Ridho (43), warga Ranau, OKU, sempat bersembunyi hingga masuk ke dalam hutan.

Keduanya diduga merupakan eksekutor yang menembak dua korban dengan menggunakan senjata api rakitan.

’’Saat dikejar ke dalam hutan, kami sempat kontak senjata dengan dua pelaku. Beberapa kali mereka menembaki kami dari dalam hutan,” terang Bobby.

Perlawanan kedua tersangka baru terhenti ketika timah panas petugas bersemayam di tubuh mereka.

’’Satu pelaku atas nama Rd (Ridho, Red) tewas dalam perjalanan saat kami larikan ke Rumah Sakit Alimudin Umar,” paparnya.

Sementara rekannya Armawi masih bisa diselamatkan meski kaki kanannya tertembus dua peluru. Sayangnya, saat penangkapan itu, polisi tidak berhasil menemukan senjata api yang digunakan kedua tersangka dalam baku tembak tersebut. Kuat dugaan, mereka sempat membuang senpi rakitan di tengah hutan.

“Saat ini, polisi masih menyisir sekitar lokasi untuk mencari senjata api rakitan itu,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, pihaknya masih memburu para pelaku lainnya.

’’Dugaan ada enam pelaku. Ini sisanya masih kami kejar. Kami ultimatum, lebih baik meyerahkan diri atau kami tindak tegas seperti teman-temannya,” tegas mantan Wakapolresta Bandar Lampung ini. (*/rus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional