fbpx
Connect with us

Blog

Keistimewaan Objek Wisata Gunung Rajabasa Lampung Selatan

Published

on

Gunung Rajabasa

Lampung.co – Gunung Rajabasa Lampung Selatan adalah salah satu gunung untuk pendakian di Lampung. Dari puncak gunung ini memiliki panorama yang memukau, lautan, kawasan pesisir, kota kalianda dan bentang alam lainnya nampak indah dari puncaknya.

Gunung setinggi 1281 mdpl ini memang menyimpan daya tarik tersendiri untuk didaki. Terutama bagi mereka yang punya hobi mendaki, tentu bisa menjadikan Gunung Rajabasa sebagai daftar pendakian.

Gunung Rajabasa memiliki panorama yang berbeda dengan gunung-gunung di Lampung lainnya seperti Pesagi, Seminung dan Tanggamus. Letaknya sangat dekat dengan lautan, sehingga nampak kolaborasi view lautan biru dan bentang alam hijau dari daratan. Keduanya nampak sangat apik dari pucuk gunung ini.

1. Rute Pendakian Gunung Rajabasa

Jika dari Pulau Jawa, gunung ini akan menyambut anda di sebelah kiri jalan ketika sampai di Kota Kalianda. Banyak akses untuk menuju ke puncak gunung ini, namun umumnya para pendaki lebih memilih jalur Desa Sumur Kumbang yang berjarak lima kilometer dari Kalianda, ibu kota Lampung Selatan. Untuk menginjakan kaki di puncak dibutuhkan waktu pendakian lima sampai enam jam dengan melewati empat pos peristirahatan.

Pendakian dimulai dengan melewati perkebunan kakao masyarakat, kemudian barulah pendaki memasuki hutan khas tropika dengan pepohonan besar dan vegetasi yang rapat. Bahkan beberapa titik kondisinya gelap karena tertutup rerimbunan pohon.

Yang perlu dierhatikan yakni beberaa ratus meter sebelum sampai, pendaki akan diajak ke rute menurun. Hal ini karena ada dua puncak gunung rajabasa. Jika sudah sampai di puncak pertama, dan anda bertemu dengan turunan maka lanjutkan saja. Puncak pertama tidak memiliki tanah lapang sebagaimana puncak gunung ada umumnya. Hanya ada pepohonan besar yang menutupi semua pandangan.

Jika sudah melalui jalan menurun, sekitar 300 meter lagi pendaki akan sampai. Post terakhir adalah salah satu tempat untuk menaruh barang dan mendirikan tenda. Disini lokasinya lebih aman dibandingkan di puncak gunungnya. Dari lokasi ini puncak Gunung Rajabasa berjarak sekitar 50 meter lagi.

2. Puncak Gunung Rajabasa

Sampai di puncak, pendaki akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat menawan. Awan dan kabut tipis akan membawa seolah sedang berada diatas awan. Ada rerumputan hijau di puncak gunung yang bisa membuat nyaman pendaki untuk menikmati pemandangan.

Mendaki gunung ini memberikan sensasi tersendiri. Di arah utara, Gunung Krakatau tampak menjulang dengan kepulanawan panasnya dari kejauhan serta hamparan Selat Sunda yang bak permadani biru menghampar luas.

3. Batu Cukup Gunung Rajabasa dan Kawah Mati

Selain puncak Gunung Rajabasa, ada dua objek lain yang menjadi buruan para pendaki yakni kawah dan objek batu cukup. Batu cukup ini memiliki mitos yakni berapaun orang yang menaiki batu tersebut maka akan cukup. Untuk sampai di dua objek ini ada tantangan besar yakni trek menuju kawah merupakan turunan licin dan lembab.

Gunung rajabasa juga lekat dengan beberaa misteri, di lokasi ini juga ada salah satu makam. Asal usul Gunung Rajabasa sebagai jalur pendakian memang sudah lama sekali. Gunung ini juga menjadi salah satu penyangga siklus air dan penyiman plasma nutfah.

Selain keindahan, misteri, keunikan dan segala macam cerita yang ada pasti memberikan pengalaman yang menarik bagi pendaki yang mencapai puncaknya. Beberaa kearifan lokal di sekitar gunung ini juga menarik untuk diketahui.

Demikianlah informasi terkait wisata pendakian Gunung Rajabasa Lampung Selatan. Semoga bisa menjadi referensi liburan anda.

889 kali dilihat, 38 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Wawan Setiawa merupakan salah satu penulis untuk media online Lampung.co yang mengulas destinasi wisata yang ada di seluruh provinsi Lampung.

Blog

Benarkah Penggunaan AC Berlebih Jadi Penyebab Bell’s Palsy

Published

on

Penyakit Bell’s Palsy

Lampung.co – Bell’s Palsy adalah gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan wajah seperti “melorot”. Di Indonesia sendiri kasusnya terbilang jarang, kurang dari 150 ribu per tahun. Belakangan beredar kabar di masyarakat tentang penyebab Bell’s Palsy yang diakibatkan oleh penggunaan AC. Benarkah demikian? Berikut ulasannya untuk Anda.

Definisi
Bell’s Palsy adalah salah satu penyakit saraf pada wajah yang menyebabkan kelumpuhan salah satu sisi wajah. Kondisi ini terjadi akibat disfungsi saraf fasialis yang mengontrol otot-otot wajah akibat peradangan, bengkak atau tertekan. Berbeda dengan stroke, kelumpuhan penyakit ini disertai kesulitan menggerakan otot wajah, seperti tidak bisa meniup atau menutup mata.

Gangguan saraf tersebut menyebabkan sisi wajah menjadi turun dan terlihat seperti melorot. Kondisi ini dapat menyerang secara tiba-tiba dan kebanyakan kasus bersifat sementara. Ada yang hilang dalam waktu beberapa hari, minggu hingga tahun. Bahkan, 10—30 persen dari total kasus tidak dapat disembuhkan sama sekali.

Benarkah Penggunaan AC Memicu Kondisi ini?
Menurut seorang fisioterapis dari Canadian Specialist Hospital, Maria Kristiani dikutip dari Khaleej Times, tingginya penggunaan pendingin ruangan dapat memicu terjadinya kelumpuhan saraf wajah. Meskipun Penyebab Bell’s Palsy belum diketahui secara pasti, transisi temperatur dari panas di luar ruangan ke ruang dingin ber-AC dapat memicu kerusakan saraf wajah.

Perubahan temperatur drastis juga kerap terjadi pada orang yang mandi menggunakan air hangat lalu langsung masuk ke ruangan yang dingin. Hal ini ditengarai menjadi penyebab aktifnya virus. Resiko ini dapat menjadi meningkat pada orang dengan faktor resiko tinggi, seperti penderita diabetes, wanita hamil dan orang dengan HIV/AIDS.

Penyebab Bell’s Palsy lain
Penyebab pasti penyakit Bell’s Palsy memang belum diketahui, namun beberapa studi menunjukan bahwa penyakit ini erat kaitannya dengan infeksi virus, seperti virus herpes, epstein-Barr, Adenovirus, rubella, virus gondok, virus influenza dan Coxsackievirus. Virus-virus tersebut menyebabkan peradangan pada saraf wajah yang akan menyebabkan kelumpuhan saraf.

Faktor Resiko
Siapapun dapat terkena masalah saraf wajah ini, namun resikonya lebih tinggi pada orang yang berusia 15—45 tahun. Selain itu, beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan resiko, seperti kehamilan, orang dengan HIV/AIDS, penderita diabetes, infeksi pernapasan—seperti influenza—dan riwayat anggota keluarga yang pernah mengidap penyakit ini.

Gejala
Gejala penyakit ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan membaik dalam waktu beberapa minggu. Adapun gejala umum, antara lain adalah kulit wajah turun dan tampak melorot pada satu atau kedua sisi wajah, mengeluarkan air liur, sensitif terhadap suara, nyeri pada rahang atau di belakang telinga, sakit kepala dan sulit menunjukan ekspresi wajah atau menutup mata.

Penanganan
Cara Penganan yang paling tepat tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter, meskipun pasien dengan gejala ringan umumnya akan membaik tanpa pengobatan. Jika gejalanya cukup parah, biasanya dokter akan memberikan obat golongan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan saraf. Terkadang juga dokter akan memberikan obat antivirus dan obat pereda nyeri.

Meskipun kasusnya jarang, pasien yang tidak dapat pulih total akan disarankan untuk menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan wajah. ketika berkonsultasi ke dokter, beritahukan kondisi kesehatan Anda terutama hal yang menjadi faktor resiko untuk mempermudah diagnosa.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan AC dapat menjadi penyebab Bell’s palsy, terutama pada orang yang memiliki faktor resiko tinggi. Jika Anda mengalami gejala di atas disertai tinnitus (telinga berdengung), vertigo, sulit mendengar, tubuh melemah, mata merah atau iritasi, segera konsultasikan ke dokter.

247 kali dilihat, 247 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Pantai Walur Krui, Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Pesisir Barat Lampung

Published

on

Pantai Walur

Lampung.co – Salah satu pantai yang tidak boleh anda lewatkan ketika berkunjung ke Krui Pesisir Barat Lampung adalah Pantai Walur. Garis pantai yang landai dengan pasir putihnya akan mampu memanjakan mata anda ketika berada disini.

Pantai ini juga terkenal dengan kesejukan udaranya, hal ini karena banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di sekitar pantai. Selain pohon kelapa, tumbuh juga Pohon Waru dan berbagai macam pepohonan pantai yang membentuk tegakan hijau di bibir pantai.

1. Alamat dan Rute Perjalanan ke Pantai Walur
Alamat Pantai Walur yakni di Desa Walur, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Pantai ini terletak tak jauh dari pusat Kota Krui, jaraknya hanya sekitar lima km dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Jika ingin lebih singkat, bisa menggunakan rute menyusuri pantai dari Kota Krui atau pantai di sekitarnya seperti Pantai Labuhan Jukung.

Jika dari kota Bandar Lampung, bisa menggunakan Jalur Lintas Barat atau Jalur Lintas Tengah untuk mencapai Pesisir Barat. Namun Jalur Lintas Barat lebih direkomendasikan karena jaraknya lebih dekat.

Jika melalui Kota Agung (Jl Lintas Barat) jarak yang akan anda tempuh yakni sejauh 221,5 km. Waktu tempuh normal sekitar 5 jam 30 menit. Adapun rutenya yakni Bandar Lampung – Pringsewu – Kota Agung – Bengkunat – Pantai Walur.

Sedangkan jika anda melalui Kotabumi (Jl Lintas Tengah) jarak yang akan anda tempuh yakni sekitar 263 km dengan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalanan. Adapun rutenya yakni Bandar Lampung – Bandar Jaya – Kotabumi – Bukit Kemuning – Liwa – Pantai Walur.

Untuk transportasi umum bisa menggunakan bus dari Terminal Rajabasa tujuan ke Pesisir Barat atau juga travel untuk langsung menuju lokasi. Untuk tarif bus sekitar Rp. 80.000, sedangkan tarif travel sekitar Rp. 120.000.

Saat ini juga sudah anda bus yang melayani rute dari Bandara Raden Intan ke Krui Pesisir Barat. Bus tersebut melayani perjalanan satu kali dalam sehari untuk tujuan Krui dari bandara yakni pada pukul 11:00 WIB.

Jika memulai perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, bisa mencari bus tujuan Krui. Namun bus tersebut terkadang jarang dijumpai. Jika demikian maka bisa mencari bus tujuan Terminal Rajabasa untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Krui Pesisir Barat.

2. Harga Tiker Masuk Pantai Walur
Untuk harga tiket masuk pantai ini belum ada alias gratis, pengunjung hanya dikenai biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 2.000 untuk motor.

3. Apa yang Bisa Dilakukan di Pantai Walur
Sampai di pantai ini, pengunjung akan disambut dengan hamparan pasir putih yang sangat luas. Selain itu sambutan dari jejeran pohon kelapa juga seolah memanggil anda. Pepohonan di pantai ini membuat suasana sejuk yang nyaman untuk bermain di pantai.

Pengunjung bisa mandi dan bermain air laut karena ombak di pantai ini tidak terlalu tinggi. Suasana pantai yang teduh dan hijaunya hamparan rumput akan membuat kegiatan mantai anda menyenagkan.

Pantai ini juga tidak terlalu ramai oleh pengunjung sehingga cocok untuk yang sedang mencari sauasana menenagkan. Hembusan angin laut yang menerpa bagian bibir pantai pun akan terasa semakin sejuk dan menyenangkan.

Setelah puas bermain di pantai, anda juga bisa menikmati sunset yang cukup indah karena deretan pantai di Pesisir Barat tak luput dari jingga sore hari ini, termasuk juga Pantai Tanjung Setia yang terkenal juga dengan wisata selancarnya.

4. Penginapan di Pantai Walur
Bagi pengunjung yang ingin menginap, ada banyak penginapan yang tersedia di sekitar lokasi ini. Tarif permalam cukup terjangkau yakni mulai dari Rp.100.000 sampai Rp. 400.000 per malam untuk satu kamar. Mayoritas penginapan juga telah memberikan fasilitas sarapan.

Pantai ini memberikan suasana berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Pesisir Barat. Sehingga patut anda jadikan sebagai daftar kunjungan liburan. Demikianlah informasi terkait Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung ini. Semoga bisa menjadi referensi untuk liburan anda.

Foto: Pasirpantai.com

9,065 kali dilihat, 3,555 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Mengenal Jenis Penyakit Degeneratif yang Kerap Dialami Lansia

Published

on

Penyakit Degeneratif

Lampung.co – Memasuki usia senja, penyakit degeneratif kerap menghampiri. Penyakit ini menyebabkan kondisi jaringan dan organ tubuh makin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Proses penuaan merupakan salah satu penyebabnya, karena performa organ tubuh yang mengalami penurunan. Penyakit ini bisa dibagi ke dalam beberapa jenis, seperti 4 penyakit di bawah ini.

1. Penyakit Jantung
Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan. Selain karena faktor usia, penyakit jantung juga dipicu oleh gaya hidup yang tak sehat. Makanya, bisa ditemukan pasien penyakit jantung yang usianya cukup muda. Penyakit ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga dapat memicu serangan jantung, nyeri dada, dan juga stroke.

Walau tak bisa diobati, namun pengobatan penyakit jantung bisa sedikit meringankan gejala yang dirasakan. Gejala umum dari penyakit jantung sendiri adalah nyeri dan sesak di dada, napas pendek, serta mati rasa di lengan dan kaki. Dengan mengenali gejala umum ini, tentu saja pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Pola hidup sehat merupakan salah satu kunci pengobatan penyakit ini.

2. Osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Bahkan saking rapuhnya, tulang bisa menjadi patah hanya karena penderitanya batuk. Patahnya tulang yang disebabkan oleh osteoporosis, biasanya terjadi di bagian panggul, pinggang, dan punggung. Dilansir dari Mayo Clinic, osteoporosis berisiko tinggi dialami wanita yang telah melewati masa menopause.

Mengapa lansia kerap mengalami penyakit osteoporosis? Jawabannya karena massa tulang berkurang lebih cepat di usia tua. Saat masih muda, tulang yang telah tua dan massanya berkurang, bisa diganti ke yang baru dengan cepat, berbeda saat tubuh mulai renta. Salah satu bentuk pencegahan penyakit ini adalah mencukupi asupan kalsium setiap harinya semenjak masih muda.

3. Alzheimer
Alzheimer merupakan jenis penyakit degeneratif yang menyerang sistem saraf manusia. Penyakit ini memang sangat kerap dialami saat seseorang memasuki usia lanjut. Penyakit ini terus berproses seiring berjalannya waktu, menyebabkan penurunan pada jumlah sel-sel otak dan mematikannya. Gejala awal Alzheimer seperti lupanya seseorang atas aktivitas atau peristiwa yang baru saja dilaluinya.

Semakin parah penyakit Alzheimer yang diderita, ditandai dengan semakin memburuknya kualitas ingatan. Pasien Alzheimer akan kerap mengulang-ulang pertanyaan, serta pernyataan yang sebelumnya diucapkannya. Mereka juga bisa tersesat, walau berada di tempat yang familiar. Selain itu, mereka juga akan melupakan nama dan kadang tak mengenali anggota keluarganya sendiri.

4. Kanker
Kanker dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan. Penyakit ini disebabkan karena pertumbuhan sel abnormal di tubuh, yang dapat menghancurkan jaringan tubuh normal. Walau awalnya menyerang satu organ saja, kanker bisa dengan mudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Beberapa jenis kanker yang umum terjadi kanker payudara, kanker darah, dan kanker paru-paru.

Walau bisa disembuhkan, namun seseorang yang terkena penyakit kanker berada dalam kondisi yang sangat mengancam nyawa. Penyembuhan bisa efektif, salah satunya dengan mengenali gejala kanker sedini mungkin. Beberapa gejala umumnya seperti kelelahan, pembengkakan di area tubuh tertentu, berat tubuh yang naik atau turun drastis, dan memar pada kulit.

Itulah tadi empat jenis penyakit degeneratif, yang terutama sekali kerap dialami saat seseorang telah memasuki usia lanjut. Mengenali gejala penyakit ini sedari dini, memungkinkan pengobatan yang bisa meringankan gejalanya dan bahkan menyembuhkannya secara total. Salah satu cara agar dapat terhindar dari penyakit ini, adalah dengan menjalankan pola hidup sehat dari usia muda.

10,935 kali dilihat, 3,470 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca