fbpx
Connect with us

Blog

Ini Prinsip dan Makna Piil Pesenggiri Sebagai Falsafah Hidup Orang Lampung

Published

on

Pakaian Adat Lampung
Ilustrasi pakaian Adat Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Masyarakat Lampung baik yang beradat Pepadun maupun yang beradat Saibatin, mempunyai sistem falsafah hidup yang dikenal dengan Piil Pesenggiri. Piil memiliki arti rasa malu atau pendirian yang dipertahankan, sedangkan Pesenggiri mengandung arti nilai harga diri. Singkatnya, Piil Pesenggiri bisa dikatakan sebagai pendirian untuk mempertahankan harga diri.

Makna dari Piil Pesenggiri yaitu keharusan hidup bermoral tinggi, berjiwa besar, tahu diri dan kewajiban. Pill Pesenggiri dalam arti harfiahnya memang merupakan rasa punya harga diri, namun tidak berarti hal ini harus menyebabkan seseorang mudah bersikap yang tidak wajar, seperti mudah marah atau mungkin bersikap sombong dan sebagainya.

Seseorang yang memegang teguh Piil Pesenggiri berarti memiliki kesadaran untuk dapat membangkitkan nilai-nilai positif kehormatan diri sendiri dan orang lain. Sehingga sanggup menjalani hidup dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab terhadap setiap perbuatan yang dilakukan. Bukan sebaliknya, hidup egoisme dan sombong yang menunjukkan rendahnya harga diri atau runtuhnya kehormatan diri.

Dalam bukunya Adat Istiadat Daerah Lampung, Hilman Hadikusuma menjelaskan bahwa prinsip Piil Pesenggiri dalam masyarakat Lampung Pepadun diantaranya Bejuluk Beadek, Nemui Nyimah, Nenggah Nyappur, dan Sakai Sambayan. Sedangkan prinsip Piil Pesenggiri atau masyarakat Lampung Sabatin menyebutnya dengan Bupil Bupesenggiri terdiri dari Khopkhama delom bekekhja, Bepudak Waya, Tetanggah tetanggah, Khepot delom Mufakat.

Dari dua versi prinsip Piil Pesenggiri/Bupiil Pesenggiri diatas sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang prinsip, hanya saja pada logat adan aksen ucapannya berbeda satu sama lain. Artinya, bila seseorang ingin memiliki harga diri, maka pandai-pandailah menghormati orang lain (Nemui Nyimah/Bupudak waya), pandai-pandailah bergaul (Nengah Nyappur/Tetengah Tetanggah), rajinlah bekerja hingga berprestasi dan berprestise (Juluk Adek/Khopkham delom Bekekhja), dan hendaklah memiliki jiwa sosial, kebersamaan serta saling tolong menolong (Sakai Sambayan/Khepot delom Mufakat).

Bejuluk Beadek/ Khopkhama delom bekekhja

Secara etimologi Bejuluk artinya mempunyai nama dan Adek artinya mempunyai gelar. Akan tetapi, esensi dari Bejuluk Adek merupakan identitas dan jati diri masyarakat Lampung, dan itu harus dipertanggungjawabkan secara lahir dan batin, material dan spiritual. Bagi orang yang sudah memiliki Juluk dan Adek haruslah bermoral tinggi dan menjadi teladan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

Nemui Nyimah/Bepudak Waya

Nemui artiya menerima tamu, Nyimah artinya memberikan sesuatu tanpa pamrih, dapat juga diakatakan royal. Di dalamnya terkandung makna keharusan berlaku hormat dan sopan terhadap semua anggota masyarakat, tolong menolong dan menghormati tetamu. Bisa juga dikatakan sebagai suatu sikap pergaulan hidup yang memungkinkan orang Lampung hidup berbaur dengan masyarakat yang ada disekitarnya.

Nenggah Nyappur/ Tetangah-Tetanggah

Nengah yang berasal dari kata benda menjadi kata kerja tengah berarti berada di tengah. Nyappur yang berasal dari kata benda Cappur menjadi kata kerja Nyappur berarti baur atau berbaur. Nengah Nyappur berarti sikap suka bergaul, suka bersahabat dan toleransi. Dalam hidup bermasyarakat terbuka dengan lingkungan dan ramah dalam pergaulan.

Prinsip ini juga mengandung makna sanggup berjuang dalam mengatasi berbagai problem kemasyarakatan yang luas. Oleh karena itu seseorang yang harus tampil kepermukaan tentunya harus memiliki kemampuan atau kualitas yang tinggi terutama kemampuan dalam bidang material dan spiritual, intelektual dan moral.

Sakai Sambayan/Khepot delom Mufakat

Sakai Sambayan bermakna suka tolong menolong atas dasar kebersamaan baik dengan saudara, tetangga dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Makna yang terkandung dalam unsur ini keharusan berjiwa sosial, gotong royong, berbuat baik terhadap sesama manusia dengan mengharapkan jasa atau tidak.

Bagi masyarakat Lampung, sakai sambayan sebagai kedudukan prinsip nilai pedoman masyarakat Lampung dalam kegiatan kemasyarakatan. Nilai yang terkandung di dalamnya juga dapat dimanfaatkan untuk melahirkan konsep keadilan sosial yang bener-bener berakar dalam kehidupan masyarakat sebagai sosialisasi bersama untuk pencegahan terjadinya konflik Suku, Agama dan Lain-lain. (*)

 100,266 kali dilihat,  861 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Blog

Jadwal Buka Puasa dan Imsak 2021 Wilayah Bandar Lampung Hari Ini

Published

on

Jadwal Buka Puasa
Ilustrasi buka puasa | Foto: Ist.

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus jadwal Imsak dan buka puasa untuk wilayah Kota Bandar Lampung. Artinya halaman ini berlaku setiap hari selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui jadwal buka puasa ataupun imsak. Berikut daftar lengkap Jadwal Imsakiyah Lampung 2021 Masehi atau 1442 Hijriah untuk wilayah Kota Bandar Lampung dan sekitarnya:

Tgl Ims Sub Dzu Ash Mag Isy
1 04:34 04:44 12:03 15:20 18:02 19:12
2 04:34 04:44 12:03 15:20 18:02 19:11
3 04:34 04:44 12:03 15:20 18:02 19:11
4 04:34 04:44 12:02 15:20 18:01 19:11
5 04:34 04:44 12:02 15:20 18:01 19:10
6 04:33 04:43 12:02 15:20 18:01 19:10
7 04:33 04:43 12:02 15:20 18:00 19:10
8 04:33 04:43 12:01 15:20 18:00 19:10
9 04:33 04:43 12:01 15:20 18:00 19:09
10 04:33 04:43 12:01 15:20 17:59 19:09
11 04:33 04:43 12:01 15:20 17:59 19:09
12 04:32 04:42 12:01 15:20 17:59 19:09
13 04:32 04:42 12:00 15:20 17:58 19:08
14 04:32 04:42 12:00 15:20 17:58 19:08
15 04:32 04:42 12:00 15:20 17:58 19:08
16 04:32 04:42 12:00 15:20 17:58 19:08
17 04:32 04:42 12:00 15:20 17:57 19:08
18 04:32 04:42 12:00 15:20 17:57 19:07
19 04:31 04:41 12:00 15:20 17:57 19:07
20 04:31 04:41 11:59 15:20 17:57 19:07
21 04:31 04:41 11:59 15:20 17:56 19:07
22 04:31 04:41 11:59 15:20 17:56 19:07
23 04:31 04:41 11:59 15:20 17:56 19:07
24 04:31 04:41 11:59 15:20 17:56 19:07
25 04:31 04:41 11:59 15:20 17:56 19:07
26 04:31 04:41 11:59 15:20 17:55 19:07
27 04:31 04:41 11:59 15:20 17:55 19:07
28 04:31 04:41 11:59 15:20 17:55 19:07
29 04:31 04:41 11:59 15:20 17:55 19:07
30 04:31 04:41 11:59 15:20 17:55 19:07

Demikian jadwal buka puasa dan imsakiyah Lampung 2021 berdasarkan keterangan dari bimasislam.kemenag.go.id, khususnya jadwal imsak dan buka puasa Ramadhan 1442 H untuk wilayah Kota Bandar Lampung hari ini. Jangan lupa bagikan melalui media sosial untuk mengingatkan sanak keluarga yang lain.

 144,260 kali dilihat,  858 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Pendakian Gunung Seminung Lampung dan Keistimewaanya

Published

on

Gunung Seminung
Gunung Seminung | Foto: bobocantik.com

Lampung.co –  Gunung Seminung merupakan salah satu dari beberapa gunung di Lampung yang menjadi objek pendakian wisata gunung. Gunung dengan tinggi 1881 mdpl ini memiliki panorama menakjubkan dan juga keunikan yang tidak dimiliki gunung-gunung lain di Lampung bahkan di Indonesia.

Gunung yang sudah tidak aktif ini berdiri gagah di pinggiran danau terbesar di Lampung yakni Danau Ranau Lampung Barat. Paduan pemandangan danau yang sangat dan gunung kecil yang menjulang tinggi sangat memukau jika berada disekitarnya walaupun tak mendaki Gununnya. Namun ketika anda mendakinya tentu akan mendapat pemandangan yang lebih menawan ketimbang hanya melihatnya dari bawah.

1. Rute Pendakian Gunung Seminung

Ada dua rute yang selama ini dijadikan rute untuk pendakian. Rute pertama melalui Desa Wisata Lumbok Ranau Lampung Barat dan yang kedua via Kotabaru Sumatera Selatan. Jika pendakian melalaui jalur Lumbok waktu tempuhnya sekitar satu jam. Namun jika dari Kotabaru akan memakan waktu lebih lama yakni sekitar tiga jam.

Pendakian dari Lumbok lebih dekat karena untuk sampai ke selter pertama sudah bisa dijangkau dengan kendaraan motor. Pendaki tinggal melanjutkan perjalanan yang tak terlalu jauh. Sedangkan jika dari Kotabaru rutenya cukup jauh. Pendaki juga harus menyeberang Danau Ranau terlebih dahulu untuk kemudian sampai di kaki Gunung Seminung tepatnya di jalur pendakian.

Gunung ini memiliki bentuk yang mengerucut ke bagian atas, sehingga pendakian menanjak adalah menu di rute pendakinnya. Bahkan dibeberapa titik ada bagian yang sangat curam dan dibutuhkan beberapa tali untuk alat bantu mendaki. Tapi masih dalam kategori yang aman dan cukup mudah untuk didaki.

Pendaki akan melalui pohon-pohon besar khas hutan tropis di kanan kiri rute. Jika beruntung pendaki juga bisa melihat satwa langka seperti siamang dan juga rangkong saat mendaki. Sekitar 30 menit menuju puncak, padang ilalang dan semak belukar adalah rute yang akan dilalui pendaki.

Di bagian pucuk memang tak banyak pohon besar. Hal ini karena Gunung Seminung pernah mengalami kebakaran dibagian pucuknya, sehingga kini suksesi sedang terjadi lagi. Hal ini tentu sebagai pelajaran untuk pendaki agar tidak meninggalkan api ketika mendaki.

2. Keistimewaan Gunung Seminung

Ada yang memposting beberapa gambar edelweis Seminung, tentu ini menjadi salah satu hal yang banyak diburu para pendaki. Bagi anda yang menemukannya diharapkan untuk tidak membawanya, cukup ambil gambarnya saja untuk dikoleksi. Jika memang benar adanya tentu edelweis Seminung, adalah keistimewaan pendakian gunung yang secara administratif ada di dua provinsi ini.

Kawah Gunung Seminung juga menjadi banyak perbincangan. Dibagian puncak gunung, memang ada cekungan berukuran sangat besar. Namun tak ada kawah atau air di dalam cekungan besar tersebut. Hanya ada tumbuhan bawah yang lebat berwarna hujau saja.

Selain kedua hal tersebut ada hal yang paling istimewa yakni pemandangan danau ranau yang indah dari pucuk gunung seminung. Danau ranau seluas 125,9 km² menjadi pemandangan ciamik ketika pendaki menginjakan kaki di Seminung.

Jika tidak tertutup kabut, maka danau biru nampak sangat menakjubkan dari sini. Pemandangan danau ini berkolaborasi dengan gunung-gunung yang ada disekitar Gunung Seminung seperti Gunung Pesagi, Gunung Raya, Gunung Sekincau dan juga pegunungan Bukit Barisan Selatan.

Sunrise menawan di Gunung Seminung juga akan menyambut pagi para pendaki. Bayangkan saja, berada di ketinggian lebih dari seribu meter anda diajak menyaksikan kemunculan si jingga yang menawan.

Hal ini merupakan salah satu alasan kenapa anda harus mendaki Seminung, selain beberapa keistimewaan yang telah disebutkan sebelumnya. Demikianlah informasi terkait pendakian Gunung Seminung, semoga bisa menjadi referensi pendakian anda.

 113,464 kali dilihat,  876 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Makna Gelar Adat Bagi Masyarakat Lampung

Published

on

Pakaian Adat Melinting

Lampung.co – Suku Lampung itu memang unik dan kaya akan keaneka ragaman adat dan budaya. Pada artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang Suku Lampung; Saibatin dan Pepadun serta ‘sub-suku’ Didalamnya. Pada artikel kali ini akan menerangkan kepada kita tentang salah satu adat budaya dari Lampung Saibatin Keratuan Melinting yakni Makna Pemberian Gelar Adat yang disadur dari tulisan Umi Kholiffatun, dkk dengan perubahan seperlunya.

Meskipun secara khusus penulis hanya fokus pada Gelar Adat Lampung Saibatin Keratuan Melinting dalam penelitiannya, tapi secara umum maknanya bisa menjadi representasi makna Gelar Adat bagi masyarakat Lampung secara umum. Berikut beberapa makna Gelar Adat bagi Masyarakat Lampung.

Penghormatan dan Status Sosial

Bejeneng/gelar (dalam adat Lampung Saibatin Keratuan Melinting) memiliki kedudukan yang istimewa dalam upacara adat. Seseorang yang telah memiliki bejeneng akan memiliki status sosial yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan yang belum memiliki gelar adat. Hal ini juga di ungkapkan oleh Sultan Keratuan Melinting, Bapak Ismail (48 tahun).

“Kalo dulu namanya cangget ya kalo acara adat dia harus dipanggil yang punya gelar tersebut. Kalo belum datang/lengkap tidak boleh itu jaman dulu, kalo sekarang udah jarang. Orang bergelar itu untuk menambah derajadnya bahwa dia status sosialnya sudah tinggi berarti dia punya harta. Gelar ini menunjukkan status sosial yang tinggi, dia punya hak bicara kalau dulu ia hanya mendengarkan saja tapi sekarang dia punya hak bicara kalau acara adat dia boleh berbicara menyampaikan pendapat, itu kemenangannya,” jelasnya, Kamis (14/4/2016).

Identitas sosial-budaya dalam masyarakat.

Identitas ini lebih menekankan pada ke-status-an diri yang ditandai dengan kedewasaan dan berumah tangga. Hal ini mengacu pada perubahan status dari remaja menuju dewasa. Oleh karena itu, kedua mempelai harus diberi gelar/bejeneng sebagai pengakuan masyarakat atas eksistensinya dan atas perubahan statusnya.

Soekanto (2006:210) menyatakan bahwa status sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Hal ini pula-lah yang terjadi pada masyarakat Lampung Saibatin Keratuan Melinting dengan memberikan gelar adat.

Pemberian gelar adat dimaksudkan untuk memperoleh status sosial dalam masyarakat. Status sosial dalam masyarakat Lampung Saibatin setelah mendapat gelar memiliki kewajiban dan hak istimewa yang sepadan.

Pengaturan Relasi dalam Kekerabatan

Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, dan seterusnya. Sistem kekerabatan dijelaskan bukan hanya saja karena adanya ikatan perkawinan atau karena adanya hubungan keluarga, tetapi karena hubungan darah.

Prinsip Keturunan yang dianut masyarakat adat Keratuan Melinting adalah sistem patrilineal. Anak laki-laki tertua dari keturunan yang lebih tua menjadi pemimpin dan bertanggungjawab mengatur anggota kerabatnya. Hal ini juga berlaku untuk penunjukan sebagai penyimbang adat.

Pemanggilan gelar dalam kehidupan sehari-hari dimaksudkan untuk membiasakan anggota keluarga lainnya untuk memanggil gelar adatnya supaya ada rasa kebanggaan tersendiri bagi yang dipanggil. Gelar tersebut dapat dijadikan simbol penghormatan keluarga pada yang bergelar tersebut.

Simbol Kedewasaan

Pemberian gelar dalam masyarakat adat Keratuan Melinting meruapakan sebuah simbol penghormatan yang diberikan oleh keluarga dan masyarakat kepada kedua mempelai yang akan memasuki kehidupan yang baru dan akan menjadi anggota masyarakat secara utuh. Adapun pemberian gelar adat adalah sebagai wujud atas kedewasaan seseorang yang sudah melakukan upacara pernikahan.

Pemberian gelar adat dikatakan sebagai simbol kedewasaan dimana kedua mempelai menjadi warga yang sepenuhnya dalam masyarakat. Sehubungan dengan kebudayaan masyarakat adat Keratuan Melinting khususnya masayarakat Desa Tanjung Aji menandai peristiwa peralihan dari remaja menuju kedewasaan adalah dengan adanya pernikahan.

Pernikahan merupakan suatu peristiwa dimana orang dianggap memasuki hidup baru. Dari peristiwa pernikahan itu, seseorang dianggap telah memasuki pintu kedewasaan. sebagai simbol dari kedewasaan tersebut, maka diberikan kehormatan dalam bentuk gelar adat dari leluhurnya.

Mekanisme Pelestarian Budaya

Tradisi pemberian gelar/bejeneng merupakan adat kebiasaan yang dilakukan masyarakat, khususnya Desa Tanjung Aji Keratuan Melinting. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat lokal setelah upacara perkawinan. Tradisi pemberian gelar/bejeneng yang merupakan warisan para leluhur terkandung banyak makna di dalamnya.

Makna-makna tersebut biasanya ditujukan kepada masyarakat pendukung dan lingkungan sosialnya. Salah satu cara yang masih dilestarikan oleh masyarakat desa Tanjung Aji Keratuan Melinting adalah dengan melestarikan tradisi pemberian gelar adat disaat setelah perkawinan dilaksanakan.

Gelar adat/bejeneng diambil dari penggabungan gelar dua leluhur mempelai. Dari kedua gelar leluhur tersebut, kemudian di padu-padankan untuk mengambil nama mempelai laki-laki. Kemudian nama tersebut dilaporkan ke penyimbang adat dan kemudian diteruskan ke sultan yang ada di keratuan Melinting.

Nama tersebut jika merupakan gelar baru harus tidak ada yang menyamai dalam satu desa, namun jika gelar diambil dari leluhur seperti kakek maka tidak masalah jika ada yang menyamai dalam satu desa. Kemudian pemberian gelar harus melalui lembaga perwatin (musyawarah).

Irham (2013) menyebut lembaga perwatin dan kepunyimbangan merupakan irisan dan lapisan penting dalam diagram struktur sosial masyarakat Lampung. Lembaga ini merupakan mekanisme dan bentuk pemerintahan lokal yang terkait dengan proses kepemimpinan dalam penyelenggaraan system kemasyarakatan. (*)

 28,522 kali dilihat,  30 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca