fbpx
Connect with us

Blog

Enom Belas Marga Krui, Masyarakat Adat Lampung Saibatin di Pesisir Barat

Published

on

Adat Lampung Saibatin Krui

Lampung.co – Suku Lampung Saibatin terbagi menjadi beberapa wilayah adat yang tersebar diseluruh Provinsi Lampung, bahkan ada yang masuk wilayah Sumatera Selatan hingga Banten.

Wilayah adat Lampung Saibatin diantaranya Enom Belas Marga Krui (Pesisir Barat), Paksi Pak Sekala Brak (Lampung Barat), Bandar Enom Semaka (Tanggamus), Bandar Lima Way Lima (Pesawaran), Marga Lima Way Handak (Lampung Selatan), Melinting Tiyuh Pitu (Lampung Timur).

Hingga diluar Provinsi Lampung diantaranya Pitu Kepuhyangan Komering (Provinsi Sumatera Selatan), Telu Marga Ranau (Provinsi Sumatera Selatan) Cikoneng Pak Pekon (Provinsi Banten).

Enom Belas Marga Krui
Sementara untuk Enom Belas Marga Krui sendiri terbagi atas Marga Pugung Malaya, Marga Pugung Penengahan, Marga Pugung Tampak, Marga Pulau Pisang, Marga Pedada, Marga Laay.

Kemudian Marga Way Sindi, Marga Bandar Krui, Marga Ulu Krui, Marga Pasar Krui, Marga Way Napal, Marga Tenumbang, Marga Ngambur, Marga Ngaras, Marga Bengkunat, Marga Belimbing.

Belum banyak informasi yang terkuat terkait sejarah 16 marga adat yang terdapat di kabupaten Pesisir Barat itu sendiri. Namun sebagian masyarakat ada yang percaya masyarakat asli Krui merupakan keturunan langsung Suku Tumi yang merupakan nenek moyang orang Lampung.

Runtuhnya Kerajaan Skala Brak Hindu
Pendapat ini erat kaitannya dengan kedatangan empat putra Raja Pagaruyung yang menyebarkan agama Islam dan menaklukan Kerajaan Sekala Brak yang masih menganut agama Hindu, tempat bernaungnya Suku Tumi.

Dalam novel Perempuan Penunggang Harimau, M. Harya Ramdhoni menyebut Kerajaan Skala Brak kuno ini terakhir dipimpin oleh seorang ratu bernama Umpu Sekekhummong atau Ratu Sekerumong.

Kematian pemimpin perempuan satu-satunya dalam sejarah panjang kerajaan Skala Brak Hindu ini meninggalkan dua orang anak. Seorang putra bernama Pangeran Kekuk Suik dan satu putri bernama Dalom Umpu Sindi.

Kekuk Suik, Lumia Ralang Pantang dan Penggawa Paksi Pak Sekala Brak
Saat dikalahkan empat pangeran yang belakangan mendirikan Kerajaan Paksi Pak Skala Brak, Pangeran Kekuk Suik bersama pengikutnya melarikan diri kearah Pesisir kemudian dipercaya menetap di daerah Pedada, Bandar, La’ay dan Way Sindi. Dalam kisah lain termasuk Tenumbang.

Beberapa waktu kemudian Lumia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang penggawa dari Paksi Pak Sekala Brak menaklukan Pangeran Kekuk Suik yang telah mendirikan kehidupan baru di pesisir.

Versi lain menyebutkan, kerajaan Paksi Pak Sekala Brak sendiri yang mengirimkan utusan lima penggawa untuk menjemput Pangeran Kekuk Suik bersama pengikutnya yang melarikan diri kearah pesisir, namun tak pernah kembali.

Namun kedua versi tersebut tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh karena Lumia Ralang Pantang sendiri disebutkan beberapa kali berpindah tempat. Sebelum ke pesisir, terakhir diketahui tinggal di Pantau Kota Besi wilayah kekuasaan kerajaan Paksi Pak Sekala Brak.

Artinya, bisa saja dalam versi Paksi Pak Sekala Brak yang mengirimkan utusan lima penggawa itu, didalamnya termasuk Lumia Ralang Pantang itu sendiri yang kemudian mereka mendidirkan kerajaan Penggawa Lima.

Hingga saat ini di Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat terdapat sebuah desa (bahasa setempat: pekon) bernama Penggawa Lima yang dipercaya sebagai pusat kekuasaan kelima Penggawa setelah menaklukan pangeran Kekuk Suik.

Dalam paparan diatas belum ditemukan sejarah Enom Belas Marga Krui secara keselurahan, termasuk hubungan antar 16 marga yang ada di Negeri Para Saibati itu. Tapi yang jelas setiap marga memiliki sejarah tersendiri, mungkin tak seturut dengan yang lain.

Bentukan Pemerintah Kolonial Belanda
Sementara Ahmad Syafe’i, Raja Adat Paksi Pak Sekala Brak Buay Belunguh dalam tulisannya menyebut bahwa 16 Marga Krui tersebut merupakan bentukan pemerintah kolonial Belanda untuk menjalankan politik adu domba atau devide et impera.

Dia mengutip catatan Prof. Mr. Cornelis van Vollenhoven seorang antropolog Bangsa Belanda dengan judul ‘De Contrale reehtagemeenechappen overzee’ yang menyebutkan pada tahun 1828 pemerintah Belanda membentuk beberapa marga di Krui.

Marga-marga tersebut diantaranya Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Bandar (Pugung penengahan), Marga Pugung Malaya, Marga Wai Sindi (Ulok Pandan), Marga Penggawa Lima, Marga Tenumbang.

Selain itu dibentuk juga marga bagi masyarakat pendatang, diantaranya Marga Ngaras (berasal dari Sukau), Marga Ngambur (berasal dari Kembahang), Marga Bengkunat (berasal dari Semangka), Marga Blimbing (berasal dari Semangka).

Kemudian tahun 1835 dibentuk Marga Pulau Pisang yang merupakan pecahan dari Marga Wai Sindi. Setelah itu Marga Way Napal terbentuk pada tahun 1852 pecahan dari Marga Tenumbang. Lalu Marga Pasar Krui dibentuk juga pada tahun 1860.

Tak sampai disitu, untuk melemahkan Marga Penggawa Lima yang dinilai masih kuat, pada tahun 1871 pemerintah kolonial Belanda kemudian memecahnya menjadi Penggawa V Ilir (Marga Pedada), Penggawa V Tengah (Marga Bandar) Penggawa V Ulu (Marga Laai).

Bahkan di Gunung Kemala yang sebelumnya dibawah kekuasaan Marga Liwa (didirikan pada tahun 1861 pecahan dari Marga Sukau yang dibentuk bersamaan dengan marga-marga pertama tahun 1828) juga dibentuk menjadi satu Marga baru pada tahun 1882, yakni Marga ulu Krui.

Marga Ulu Krui menurut catatan tersebut merupakan marga termuda yang termasuk dalam Enom Belas Marga Krui yang masih ada hingga saat ini di kabupaten Pesisir Barat, provinsi Lampung.

492 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog

Tak Banyak Dikenal, Ini Manfaat Daun Senna untuk Pencernaan

Published

on

Manfaat Daun Senna

Lampung.co – Sistem pencernaan menjadi salah satu bagian yang memiliki peran penting karena banyak penyakit yang bersumber dari pencernaan ini. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga sistem pencernaan dengan baik, salah satunya dengan menggunakan daun senna. Berikut ini adalah manfaat daun senna untuk pencernaan.

1. Mencegah Diare Menyerang
Mengalami diare pasti membuat kita tidak nyaman dan lemas karena kekurangan cairan. Apabila penyakit akibat bakteri ini dibiarkan, bisa menyebabkan kematian, terutama bagi anak yang masih kecil ataupun bayi. Untuk bisa mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan daun senna yang baik untuk mencegah diare yang menyerang.

2. Membantu Proses Metabolisme Tubuh
Proses metabolisme memiliki bagian penting dalam tubuh manusia sehingga Anda harus memastikan bahwa sistem pencernaan dapat berfungsi secara optimal. Pencernaan yang baik bisa menjadi tanda bahwa metabolisme bekerja dengan baik juga. Dengan mengonsumsi daun senna, proses metabolisme menjadi lebih optimal.

3. Menjaga Kesehatan Lambung
Banyak penyakit yang berawal dari lambung karena kebiasaan makan makanan yang kurang sehat. Apabila terjadi masalah pada lambung, maka kesehatan pun bisa terganggu, khususnya masalah pencernaan. Untuk menjaga kesehatan lambung agar tidak bermasalah, Anda bisa mengonsumsi daun senna secara rutin.

4. Membasmi Racun dalam Sistem Pencernaan
Racun dalam sistem pencernaan bisa kita dapatkan dari apa yang kita konsumsi. Untuk mencegahnya agar tidak menyerang organ penting pencernaan, Anda bisa mengonsumsi daun senna. Dengan demikian, racun dalam tubuh akan dibuang sehingga tidak akan mengganggu kesehatan.

5. Mengatasi Sembelit
Sembelit pasti membuat kita merasa tidak nyaman karena perut terasa penuh namun terasa sakit saat buang air besar. Apabila tidak segera diatasi, banyak masalah yang bisa timbul, mulai dari nafsu makan yang berkurang hingga masalah pada pencernaan. Oleh karena itu, Anda bisa mengatasi sembelit dengan mengonsumsi daun senna.

6. Mengobati Cacingan pada Anak
Salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada anak-anak adalah cacingan. Masalah ini mungkin tidaklah berbahaya tapi bisa mengganggu pertumbuhan anak sehingga tidak bisa optimal. Untuk mengatasi cacingan pada anak, Anda bisa memanfaatkan kandungan yang terdapat dalam daun senna untuk mengusir cacingan.

7. Mencegah Wasir
Manfaat daun senna yang lain adalah mencegah wasir. Meskipun tidak berbahaya, penyakit ini membuat rasa tidak nyaman dan bahkan menyiksa sehingga akan lebih baik jika Anda tidak pernah merasakannya. Oleh karena itu, Anda bisa mencegahnya dengan rutin mengonsumsi daun senna agar wasir tidak datang lagi.

8. Mencegah Obesitas
Obesitas menjadi masalah pencernaan yang sering dialami di zaman yang serba instan ini. Salah satu penyebab obesitas karena makanan junk food, kegiatan yang kurang dan olahraga yang terabaikan. Sistem pencernaan yang bermasalah memberikan andil dalam penyakit ini sehingga Anda bisa memanfaatkan daun senna untuk pencegahan.

9. Melancarkan Buang Air Besar (BAB)
Anda susah buang air besar? Daun senna bisa menjadi solusi yang tepat karena berfungsi dalam melancarkan BAB. Semakin banyak makanan kurang sehat yang dikonsumsi, maka berisiko menyebabkan masalah pada sistem BAB sehingga harus diatasi dengan tepat, seperti mengonsumsi daun senna yang sangat disarankan.

10. Mengobati Ambeien Kronis
Memiliki ambeien memang tidak menyenangkan hingga mengganggu aktivitas yang seharusnya bisa terselesaikan dengan mudah. Terlebih jika ambeien sudah kronis maka akan semakin menyakitkan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengonsumsi daun senna secara rutin.

Itulah tadi informasi mengenai berbagai macam manfaat daun senna yang baik untuk sistem pencernaan. Untuk mengoptimalkan manfaat ini, Anda harus menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga dan memperhatikan kesehatan jiwa agar bisa hidup bahagia dan sehat.

5,224 kali dilihat, 998 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Penangkaran Rusa Lampung: Tempat Wisata Keluarga Yang Indah, Sejuk dan Asri

Published

on

Penangkaran Rusa

Lampung.co – Salah satu tempat wisata yang berada tak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung adalah Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdur Rachman atau juga dikenal dengan nama Penangkaran Rusa Sumber Agung. Selain satwa rusa, anda bisa menikmati suasana penangkaran yang indah, sejuk dan asri.

Lokasi Penangkaran Rusa Tahura WAR Lampung berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Kemiling. Untuk rutenya sangatlah mudah dijangkau, terlebih juka menggunakan fasilitas google maps.

Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jalan ZA Pagar Alam, arahkan kendaraan anda ke Jalan Pramuka. Setelah itu ikuti jalan ke arah Beringin Raya (menyeberangi fly over Kemiling/Terminal Kemiling).

Dari jalur dua Kemiling, anda lurus terus sampai bertemu dengan SMAN 07 Bandar Lampung/SLB Kemiling. Setelah SMAN 07 Bandar Lampung, ada persimpangan, ke kiri menuju Perumahan Bhayangkara, lurus menuju perumahan Green Kemiling, jika ke kanan akan menuju Sumber Agung.

Di persimpangan itu ambil arah ke kanan, lalu 100 meter kemudian ambil jalan yang ke arah kiri, ikuti terus jalan aspal, belok kiri lagi, sampai masuk ke Kelurahan Sumber Agung. Lokasi penangkaran ini berdekatan dengan Taman Kupu-kupu Gita Persada, bahkan bisa dibilang bersebelahan karena jaraknya hanya sekitar 200 meter saja.

Jadi anda yang sudah mengetahui taman kupu-kupu tersebut bisa menggarahkan ke arah tersebut. Jika bingung dengan arahnya, anda bisa menggunakan google maps. Untuk kendaraan umum, anda bisa menggunakan transportasi berbasis online yang bisa menghantarkan anda sampai ke lokasi ini.

Untuk tarif masuk ke Penangkaran Rusa Tahura ini, anda hanya dikenakana biaya sebesar Rp.10.000. dengan biaya tersebut anda sudah bebas menikmati seluruh fasilitas yang disediakan di lokasi ini.

Lalu apa saja yang ada di dalam Penangkaran Rusa Tahura ini? Sesuai dengan namanya, yakni ada satwa rusa yang ditangkarkan di tempat ini. Rusa tersebut sengaja ditangkarkan sebagai upaya konservasi terhadap satwa jenis rusa.

Anda bisa lebih dekat dengan satwa ini karena hanya dibatasi dengan pagar besi saja. Namun seringkali rusa mendatangi pengunjung yang datang. Sehingga anda bisa memegang bagian tubuh dari rusa tersebut dari luar pagar.

Anda juga bisa berfoto dengan latar belakang rusa atau berpose seolah sedang memberi makan rusa. Di lokasi ini juga telah ditata kekinian, beberapa spot nya bahkan sangat instagramable. Ada jembatan gantung, rumah burung dan tempat duduk yang unik. Semua fasilitas ini gratis untuk dikimati.

Salah satu yang nampak sangat fotogenik adalah rumah burung. Rumah burung ini berbentuk layaknya sangkar burung. Bahan pembuatannya dari ranting pohon sehingga kenampaknnya sangat mirip dengan sangkar burung aslinya.

Ukuran sangkar burung sangat besar sehingga anda bisa masuk untuk kemudian berfoto. Hasil jeperetan anda pasti nampak sangat unik dan fotogenik.

Yang menjadi nilai lebih saat berkunjung kesini juga adalah kesejukan udaranya. Penangkaran ini berada tak jauh dari kawasan hutan Gunung Betung sehingga udaranya masih sejuk. Bahkan ketika sore hari udara disini masih cukup dingin. 

Setelah anda puas berkeliling, anda juga bisa menikmati makanan yang dijual disana, ada warung yang menjual jajanan di lokasi ini. Fasilitas untuk anda sholat pun telah disediakan oleh pengelola.

Lokasi ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan anda bersama keluarga tercinta. Akses dan jaraknya yang mudah ditempuh juga bisa menjadi alasan anda untuk berkunjung.

Demikianlah informasi terkait Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdur Rachman Sumber Agung Kemiling ini. Semoga bisa menjadi referesni anda untuk menghabiskan waktu akhir pekan atau juga liburan bersama keluarga.

Foto: Jumanto.com

16,364 kali dilihat, 948 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Belajar Mencintai Lingkungan dan Alam dari Suku Boti

Published

on

Mencintai Lingkungan

Lampung.co – Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kondisi lingkungan di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Kondisi tersebutlah yang membuat belajar mencintai lingkungan menjadi sesuatu yang wajib diterapkan. Namun tentunya bukan perkara yang mudah untuk bisa melakukan hal tersebut. Solusinya bias dimulai dengan belajar dari Suku Boti seperti berikut ini.

Apa Itu Suku Boti?
Hal pertama yang tentunya mesti Anda ketahui terlebih dulu adalah pengertian dari Suku Boti ini terlebih dulu. Soalnya tidak bias dipungkiri bahwa suku yang satu ini pastinya masih jarang diketahui oleh banyak orang di Indonesia. Bagi Anda yang belum tahu, Suku Boti adalah suku pedalaman Indonesia yang terletak di Pulau Timor yang berada di Atoni Metu, NTT.

Seperti namanya yaitu suku pedalaman maka sudah hampir dipastikan bahwa bukan perkara yang mudah untuk bisa menemui suku yang satu ini. Terutama karena letak dari suku satu yang tersembunyi di balik pegunungan. Namun kondisi tersebutlah yang kemudian membuat suku yang satu ini menjadi memiliki kedekatan tersendiri dengan alam di sekitarnya.

Bahkan Suku Boti ini sendiri sudah diakui sebagai suku yang paling dekat dengan alam dan paling menjaganya dibandingkan suku lainnya di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan karena suku ini sendiri memiliki kepercayaan yang disebut dengan Halaika. Kepercayaan ini membuat mereka sangat percaya akan keberadaan dua penguasa alam.

Dua penguasa alam tersebut adalah Uis Pah dan juga Uis Neno. Untuk Uis Pah sendiri dipercayai sebagai penguasa alam yang ada di dunia ini. Sedangkan untuk Uis Neno dipercayai sebagai penguasa alam yang ada di akhirat. Kombinasi tersebutlah yang kemudian membuat Suku Boti ini hidup selaras dengan alam dan juga pastinya saling menghargai antar makhluk hidup lainnya.

Belajar dari Suku Boti
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kita semua bisa belajar mencintai lingkungan seperti yang dilakukan oleh Suku Boti. Hal tersebut tidak lepas karena selama ini, Suku Boti memang dikenal karena kecintaannya pada alam. Kecintaan pada alam tersebut terlihat dari suku ini yang sangat anti sekali untuk menebang pohon yang ada di dalam hutan.

Mereka biasanya baru akan menebang pohon apabila memang benar-benar membutuhkan atau berada di dalam kondisi terdesak. Tindakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan mereka bahwa pohon memiliki nyawa yang semestinya bisa dijaga. Kondisi tersebutlah yang membuat lingkungan atau tempat tinggal dari Suku Boti selalu terlihat yang paling asri.

Tidak hanya itu saja, Suku Boti terutama para wanitanya dikenal karena sangat mencintai kebersihan dan kerapian. Hal tersebut dapat terlihat dari wanita suku ini yang akan sigap sekali dalam membersihkan sampah yang berada di dalam maupun di luar rumah. Bahkan karena kebiasaan tersebutlah yang kemudian untuk mengatur penggunaan barang atau benda di rumah.

Hal terakhir yang bisa Anda pelajari dari Suku Boti adalah kemampuan mereka untuk tidak mengambil berlebihan dari alam. Sesuatu yang tentunya mesti dipelajari oleh banyak orang sekarang ini yang sepertinya semakin serakah. Suku Boti sendiri selalu percaya bahwa apa yang sudah diambil dari alam mesti dikembalikan lagi. Jadi alam akan selalu terjaga kelestariannya.

Tentunya Suku Boti ini mengajarkan pada kita semua tentang bagaimana belajar mencintai lingkungan. Sebuah pemahaman yang tentunya sangat dibutuhkan sekarang apabila melihat kondisi lingkungan maupun alam Indonesia yang makin menyedihkan. Tentunya mesti turun langsung guna memperbaiki kondisi lingkungan maupun alam agar menjadi lebih baik lagi.

Foto: weekdaystraveler.blogspot.com

18,732 kali dilihat, 926 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca