Menu

Ada Suara Ledakan dan Rentetan Tembakan di Mako Brimob, Lima Polisi Tewas

  Dibaca : 415 kali
Ada Suara Ledakan dan Rentetan Tembakan di Mako Brimob, Lima Polisi Tewas
Suasana didepan gerbang Mako Brimob saat terjadi kerusuhan napi teroris | Foto: Istimewa

Lampung.co – Ada lima kali ledakan dan suara rentetan tembakan terdengan dari arah Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ledakan dan tembakan itu terdengan di kantor Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri, sekitar 100 meter dari Mako Brimob, Kamis (10/5/2018) pukul 07.20 WIB.

Dilansir dari Detik.com ledakan menggetarkan tanah, hingga beberapa mobil berbunyi alarmnya. Rentetan tembakan juga terdengar jelas. Namun polisi menghalangi wartawan mendekat.

Diketahui, bunyi ledakan dan rentetan tembakan merupakan serangan narapidana teroris di Rutan Mako Brimob. Salah satunya yang telah dibebaskan Bripka Iwan Sarjana.

Iwan dibebaskan setelah 29 jam lebih disandera napi teroris di Rutan Mako Brimob. Iwan dibebaskan dalam kondisi selamat.

“Sekarang dibawa ke rumah sakit,” kata sumber dilansir dari Detik.com, Kamis (10/5/2018).

Bripka Iwan dipapah oleh dua orang. Meski tampak bisa berjalan, wajah Iwan terlihat babak belur. Sejauh ini polisi belum menjelaskan kondisi Iwan lebih jelas.

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal hanya menyampaikan bahwa Iwan langsung dibawa ke RS Polri setelah berhasil dibebaskan.

Diketahui, Iwan disandera bersama sejumlah polisi lainnya sejak Selasa (8/5) sore. Para napi teroris juga merampas senjata api polisi dalam penyanderaan tersebut.

Iwan disebut-sebut adalah satu korban terakhir yang disandera oleh para napi. Lima anggota Polri lainnya tewas dalam insiden itu.

Selain lima orang tewas, tiga anggota Polri lainnya dikabarkan terluka. Salah satunya adalah Polwan. Belum diketahui juga kondisi terakhir ketiga korban luka itu.

Polri menyebut ada kelompok napi teroris di Rutan Mako Brimob yang paling vokal dalam hal provokasi. Kelompok ini terdiri atas 30-40 orang.

“Yang aliran keras 30-40-an (orang), kalau mereka nyandera yang lain kalau mereka yang di-anu-kan bahaya juga,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Menurut Setyo para napi tersebut yang selalu memprovokasi. Selain itu juga, para napi teroris menguasai senjata.

Ada beberapa senjata di dalam yang digunakan para teroris untuk menghabisi para petugas. Untuk itu, polri juga sempatkan diri untuk lakukan negosisasi.

Di tengah proses negosiasi yang berlarut, iring-iringan kendaraan polisi masuk ke Markas Korps Brimob. Ada bus, truk, dan mobil.

Kamis (10/5/2018) pukul 04.20 WIB dini hari, ada tujuh kendaraan Polisi yang masuk ke dalam Mako Brimob. Tujuh kendaraan terdiri dari dua bus, tiga truk, dan dua mobil. Mereka datang dari arah Jalan Raya Bogor.

Sirine menyala namun tanpa suara. Terlihat truk membawa pasukan di dalamnya. Namun tak jelas apa yang ada di dalam bus, karena tak terpantau dari luar kaca bus yang gelap.

Di dalam truk, terlihat personel mengenakan seragam Brimob, mereka mengenakan helm. Mereka terlihat karena bagian belakang truk yang diatapi terpal itu terbuka.

Situasi saat ini sudah terkendali. Bahkan narapidana teroris sudah berhasil dilokalisir agar penguasaannya tak merembet ke seluruh bagian Mako Brimob.

Polisi menyatakan narapidana teroris yang rusuh di Mako Brimob sudah berhasil dilokalisir. Situasi sudah terkendali.

“Negosiasi terus dilakukan maksimal. Situasi saat ini tadi saya dan Pak Kadiv ke sana, terkendali,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, di dekat Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018) dini hari.

“Bisa kita kendalikan, kita lokalisir,” lanjutnya.

Iqbal menjelaskan para teroris masih menguasai senjata-senjata. Langkah negosiasi masih terus diupayakan. Namun demikian, poin rinci negosiasi masih rahasia.

“Itu teknis sekali, tak bisa kita publish (umumkan). Bahwa permasalahan ini sangat penting,” kata Iqbal.

Langkah melokalisir para narapidana teroris itu dilakukan supaya mereka tak menguasai wilayah lain dalam kawasan Mako Brimob. Dengan kata lain, tak ada penambahan wilayah kekuasaan mereka sejak awal sampai sejauh ini.

“Dilokalisir agar tak melebar. Memang di situ tempatnya dari kemarin nggak berubah,”kata Iqbal.

Rusuh di Kompleks Mako Brimob menelan korban jiwa. Tahanan teroris membunuh lima personel polisi. Polri meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini, yang pertama selaku pimpinan Polri dan yang bertanggung jawab dalam semua operasi penanggulangan ini, mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, serta bangsa dan negara,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin dalam jumpa pers jumpa pers di Markas Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Polri meminta maaf karena kejadian ini telah menyita perhatian seluruh rakyat Indonesia, bahkan menjadi pusat perhatian dunia.

“Walaupun Polri menjadi korban, tapi Polri tetap memohon maaf karena menyita pikiran dan perhatian warga Indonesia, sehingga terkuras perhatian dan pikirannya,” kata dia.

Secara khusus, Polri juga memohon maaf kepada keluarga korban anggota polisi yang gugur.

“Secara khusus jajaran Polri memohon maaf kepada keluarga korban anggota Polri yang gugur sebanyak lima orang, dan yang luka-luka empat orang,” tandasnya. (*/goy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional