Hadiah Hari Badak Sedunia, 4 Anak Badak Jawa Ditemukan di Ujung Kulon

Tim Redaksi

Lampung.co – Kabar gembira datang dari pengelolaan habitat langka badak Jawa di Hari Badak Sedunia pada hari kemarin. Selama tahun 2016, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menemukan dua anak badak jawa betina dan dua jantan yang lahir.

Sepanjang pemantauan pada 2016, TNUK sendiri melakukan pemantauan menggunakan 100 video camera trap yang ditempatkan di Semenanjung Ujung Kulon. Berdasarkan hasil itu, ada 40.261 klip video yang terdiri atas 1.849 klip video badak Jawa, 13.960 klip video satwa lain (22 jenis), dan sisanya 24.452 klip video nonsatwa.

“Dari hasil identifikasi klip video badak Jawa, ditemukan empat individu anak badak Jawa yang diduga lahir pada 2016, yang terdiri atas dua individu jantan dan dua individu betina,” ujar Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat di Cilintang, kawasan Ujung Kulon, Sumur, Pandeglang, Jumat (22/9/2017).

Pada tahun itu juga dua badak betina remaja yang bernama Sari dengan identitas nomor ID:046.2021 dan Beti ID:059.2013 tidak terekam camera trap. Dua badak ini mungkin mengambil jalur lain dan berada di luar jangkauan kamera. Selain itu, pihak balai tidak mendapati tanda adanya kematian di taman nasional.

“Ditemukannya anak badak Jawa dalam jumlah yang relatif besar menunjukkan populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon masih mengalami perkembangbiakan alami dengan baik,” katanya.

Dengan penemuan empat ekor anak badak jawa ini, TNUK menghitung ada sekitar 67 satwa badak Jawa di daerah Ujung Kulon. Rincian jumlah tersebut adalah 37 badak jantan dan 30 badak betina. Berdasarkan usianya jumlah tersebut terdiri dari 13 anak badak dan 54 badak masuk kategori remaja dan dewasa.

Badak Jawa adalah spesies terlangka di antara lima spesies badak yang ada di dunia. Badak ini digolongkan sebagai critically endangered dan masuk red list Data Book yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Natural Resources (IUCN).

Selain itu, badak Jawa tercantum di Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai spesies yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Pemerintah Indonesia memasukkan badak Jawa sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. (Erwin/detik.com)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer