fbpx
Connect with us

Bandar Lampung

Rahmat Mirzani Djausal Siap Dorong Pengembangan Startup untuk Anak Muda di Lampung

Published

on

Rahmat Mirzani Djausal

Lampung.co – Bisnis rintisan digital (startup) menjadi salah satu jenis usaha berbasis digital yang tengah berkembang pesat di Indonesia saat ini.

Perkembangannya yang begitu pesat akhir-akhir ini membuka banyak peluang usaha, terutama bagi anak muda yang memiliki jiwa kreatif. Startup bekerja dengan memecahkan masalah melalui ide yang unik.

Memanfaatkan masalah sebagai ide bisnis sekaligus diberikan terobosan yang cukup revolusioner dengan membawa pengaruh besar pada komunitas di masyarakat adalah ciri utamanya.

Dunia digital sedari awal kemunculannya dekat dengan generasi muda. Berbagai industri kreatif di Indonesia dirintis oleh anak muda sebut saja Go-jek, Bukalapak, dan banyak lagi.

Melihat peluang tersebut Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen untuk mendorong pengembangan startup di Bandar Lampung.

Mendekati bonus demografi, anak muda harus punya mental pengusaha agar mampu menciptakan lapangan kerja, hal tersebut harus didukung melalui kebijakan-kebijakan yang ramah industri kreatif.

“Kedepan Lampung harus mempunyai bisnis rintisan digital yang dikembangkan langsung oleh anak muda Lampung,” kata Ramhat Mirzani Djausal saat diwawancarai di Bandar Lampung, Rabu (9/1/2019).

Selama ini, kata dia, pengusaha di Lampung masih berkisar usaha konvensional, belum ada yang berciri revolusi industri 4.0.

“Komitmen saya adalah menghadirkan kebijakan yang ramah terhadap anak muda terkhusus dalam pengembangan pengusaha yang berbasis digital,” imbuhnya.

Menurutnya, jumlah anak muda yang besar harus difasilitasi melalui program pengembangan untuk mampu memaksimalkan bonus demografi yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya.

Tokoh Muda Lampung tersebut menambahkan, Industri kreatif mampu membantu penyelesaian masalah yang ada di Lampung.

“Mendorong terciptanya startup seperti sekali dayung melewati dua tiga pulau, karena ini akan berdampak pada masa depan Lampung yang lebih gemilang,” ujarnya.

Karena pada hakikatnya, dia melanjutkan, industri kreatif tidak hanya berkutat soal keuntungan bisnis tapi juga dampaknya pada masyarakat.

“Start-up akan disukai oleh masyarakat jika mampu menyelesaikan perosalan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

186 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Bandar Lampung

Daging Qurban Untuk Keluarga Pemulung di TPA Bakung

Published

on

Pemulung di TPA Bakung

Lampung.co – Puluhan anak-anak dari keluarga pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung, Bandar Lampung berlarian menghampiri relawan Global Qurban-ACT Lampung sore (16/6/2019).

Mereka berebut kesempatan pertama untuk menyantap sate kambing yang sudah disiapkan relawan. Potongan daging kambing hangat dibaluri kecap manis langsung dikunyahnya. Sembari tak henti tersenyum, mereka menelan daging yang sudah lumat itu.

“Alhamdulillah hari ini kami menikmati sate kambing yang enak banget. Kami sudah lama tidak makan daging sapi atau kambing. Biasanya kami makan daging ayam bekas buangan orang-orang. Nggak pakai dicuci-cuci pokoknya langsung kami makan,” ucap Yupita, salah satu pemulung.

Kisah ini sangat membekas dibenak para relawan. Pemulung bakung sudah terbiasa mengkonsumsi makanan hasil buangan dari masyarakat Kota Bandar Lampung. Potongan ayam, sayur dan sambal disantap tanpa melalui proses pencucian maupun penggorengan ulang.

“Iya mereka nemuin makanan terbungkus plastik campur sampah lain langsung dimakan. Kalau sempat aja digoreng lagi,” ucap relawan Siti Jumiah menirukan penuturan para pemulung.

Menurut Siti di Hari Raya Idul Adha tahun ini Global Qurban – ACT Lampung beriktiar untuk mengantar daging qurban terbaik untuk keluarga pemulung di Bakung.

Untuk itu dirinya mengajak masyarakat Lampung untuk berqurban melalui Global Qurban dengan harga 1,6 juta per ekor Kambing. Pequrban bisa langsung transfer ke ke rekening BNI Syariah 888 0000 372 an Global Qurban. Kemudian konfirmasi ke 081367331090.

“Ramadhan kemarin kami sudah berbagi ratusan paket pangan untuk anak-anak di sana, Idul Adha nanti kami beriktiar mengirim daging qurban sebanyak mungkin,” tutupnya. (*)

11,525 kali dilihat, 304 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Bandar Lampung

Ada Tuak di Lokasi Penemuan Mayat di Bandar Lampung

Published

on

Ilustrasi Mayat

Lampung.co – Mayat pria tanpa identitas ditemukan di Kampung Palembang, Pesawahan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Minggu (16/6/2019).

Jenazah korban ditemukan di lokasi tempat pembangunan rumah duka Jalan RE Martadinata dalam posisi telungkup dengan luka sayatan di bagian kepala.

Di lokasi tempat kejadian juga ditemukan tiga gelas bekas tuak, dua kantong plastik tuak, salak, kacang, dan martabak manis.

Ketua RT 041 LK III Kampung Palembang, Pesawahan, Said mengaku mendapat laporan soal penemuan mayat itu sekira pukul 04.00 WIB.

“Saya itu gak tahu penemuan jam berapa, tapi jam 04.00 wib saya mendapat laporan dari warga,” kata dia.

Mendapat laporan tersebut, Said langsung menuju lokasi. Sampai disana, kata Said, lokasi sudah ramai warga yang penasaran.

“Saya datang korban sudah dalam kondisi telungkup dan banyak darah, kemudian saya koordinasi dengan Polmas,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Said menambahkan, saat datang ke lokasi penemuan mayat, kondisi pagar dalam posisi terkunci. “Makanya saya bawa gergaji buat buka gerbang,” tandasnya. (*)

11,284 kali dilihat, 301 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Bandar Lampung

Datang dari Jawa, Ini Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bandar Lampung

Published

on

Densus 88

Lampung.co – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial AA di Pasar Tugu, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (9/6/2019) siang.

Meski belum mengetahui duduk perkara penangkapan terhadap pria yang baru datang dari pulau Jawa ini, namun kejadian tersebut dibenarkan oleh adik ipar AA, Sodik (34).

“Iya benar ditangkap di pasar pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB, oleh polisi berseragam maupun berpakaian bebas,” kata Sodik di rumah kontrakannya, Minggu (9/6/2019) malam.

Datang dari Jawa
Dia menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat AA mendatangi kontrakan yang ditempati oleh istri, empat anaknya, serta mertuanya yang juga orang tua AA.

AA yang datang dari Pulau Jawa sendirian menggunakan sepeda motor sengaja datang ke Bandarlampung pada saat arus mudik Lebaran 2019 untuk menemui ibunya.

“Kalau datangnya kapan dari Pulau Jawa saya tidak tahu, tapi kalau datang ke rumah saya kemarin,” kata dia.

Kronologis Penangkapan
Sodik menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya bersama istrinya, Isni dan mertuanya pergi ke pasar ingin membeli buah-buahan. “Kami tadi siang rencana mau beli buah,” ujarnya.

Sampai di pasar, lanjutnya, mertua dan istri saya turun dan mencari buah-buahan. Karena cuaca panas, kata dia, kemudian saya sama kakak ipar saya berteduh di sebuah toko di pasar.

Saat sedang berteduh tiba-tiba datang polisi berpakaian seragam dan berpakaian preman yang langsung memegang AA. Kemudian kakak iparnya itu langsung dibawa.

Sodik sendiri tidak mengetahui persoalan kakak iparnya itu dibawa polisi. “Saya kaget ditangkapnya di depan saya. Saya juga sempat tanya masalahnya, katanya nanti dikabari lagi,” ucapnya.

Barang Bukti
Saat kakak iparnya tersebut dibawa, Sodik dan istri serta mertuanya kembali ke rumah kontrakan yang berada di Jalan Belia, Gang Wawan Jaya bersama sejumlah polisi.

Di sana polisi menggeledah rumah yang sempat ditumpangi AA tersebut. Polisi kemudian membawa sebuah tas yang diduga berisi pakaian, ponsel, jaket, dan sebuah pelat Nopol motor AD.

“Cuma bawa itu saja. Polisi nanya juga tidurnya di mana, saya jawab tidur sama ibunya di kamar,” ujar dia dikutip dari CNN Indonesia.

Sodik menambahkan, selain membawa barang bukti tersebut, polisi juga sempat membawa Syaifullah Hari Pahlevi (27) yang merupakan adik kandung Ali dan Isni.

Menurutnya, Syaifullah dibawa polisi untuk dimintai keterangannya. (*)

11,266 kali dilihat, 293 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca