fbpx
Connect with us

Pesawaran

Kalau Jadi Gubernur, Arinal Diminta Fokus Infrastruktur Jalan

Published

on

Tim Media Arinal

Lampung.co – Bakal calon gubernur (Balongub) Lampung Arinal Djunaidi diminta untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan. Harapan ini diungkapkan warga Kampung Sidototo Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

“Kalau kualitas jalan provinsi di sepanjang jalan Kampung Sidototo sudah bagus. Yang diperlukan adalah pelebaran badan jalan,” kata Slamet (61) warga setempat kepada Tim Media Jaringan Arinal Berkarya (JAYA),  Jumat (10/11/2017).

Slamet mengungkapkan, pada tahun 2014 silam sudah ada rencana pelebaran akses jalan provinsi tersebut. Namun, sampai saat ini belum juga terealisasi.  Rentang waktu selama itu, tambah Slamet yang berprofesi sebagai pedagang manisan ini menjadi pertanyaan warga. Karena tidak ada kejelasan rencana pelebaran, maka warga setempat akhirnya cenderung menunggu kepastian realisasi nya.

“Sudah pernah dilakukan pengukuran dan kalau tidak salah disepakati harga Rp 1 juta per meternya. Tetapi tidak ada kejelasan sampai sekarang,” ungkap Slamet.

Slamet berharap kepada Arinal Djunaidi bisa merealisasikan keinginan warga Kampung Sidototo. Dampak positifnya, kata Slamet, jika pelebaran jalan dilaksanakan setidaknya memperlancar arus lalu lintas.  Lebar jalan tepat du Kampung Sidototo tidak lebih dari 6 meter. Memang ada penambahan badan jalan, namun terlalu kecil.

“Maksud penambahan dan pelebaran jalan itu agar bisa dilalui kendaraan, sehingga ketika ada kendaraan parkir tidak berada di luar batas titik putih.Ini bisa berbahaya jika ada kendaraan melaju kencang karena bisa terserempet. Saya berharap pak Arinal bisa mewujudkan keinginan warga,” tandas Slamet. (Rls)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Pelaku Tewas, Ini Motif Pembunuhan Bapak dan Anak Balita di Pesawaran

Published

on

Pembunuhan

Lampung.co – Motif pembunuhan Bostori dan anaknya warga Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Pesawaran yang ditemukan meninggal dunia beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

Pelaku pembunuhan bapak dan anak tersebut bernama Andi (34) ternyata adalah tetangga korban sendiri yang sakit hati lantaran korban tidak memberi pinjaman uang sebesar Rp 18 juta.

Kapolres Pesawaran, AKBP Popon A Sunggoro mengungkapkan, pelaku pembunuhan ditembak anggota Tekab 308 karena melakukan perlawanan.

“Penembakan terhadap Pelaku dilakukan karena melawan saat akan diringkus di rumahnya dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,” terang Popon, Sabtu (1/6/2019) kemarin.

Terbongkarnya pembununuhan itu berawal dari keterangan dari emapt orang saksi yang biasa nongkrong di counter HP milik korban.

Salah satu saksi, Udin mengatakan, sehari sebelumnya saat mereka nongkrong di counter datang pelaku meminta dipinjamkan uang Rp18 juta.

Namun, kata dia melanjutkan, korban keberatan dan mengaku kalau tidak memiliki uang sebanyak yang dibutuhkan pelaku Andi.

“Rupanya pelaku kesal lalu sambil berlalu mengancam korban kalau akan mengambil paksa uang korban. Korban dan pelaku sempat adu mulut lalu pelaku pergi,” kata Udin.

Lalu keesokan harinya digegerkan dengan penemuan mayat Bapak bersama anaknya yang balita tewas terlentang di atas kasur di dalam kamar tidur.

“Mereka dibunuh dengan cara dihantam benda tumpul dan dicekik di rumahnya di Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima, Pesawaran, pada Kamis (30/5/2019) sore,” jelas Popon.

Korban Bustori (43) ditemukan luka memar dikepala dan sekujur tubuhnya dan anaknya Tegar (5) dicekik hingga mengeluarkan busa dari mulutnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Bapak-Anak di Pesawaran Ditemukan Tewas di Kamar, Ini Kondisi Keduanya

Published

on

Ilustrasi Mayat

Lampung.co – Hingga siang tidak terlihat, warga Dusun Cimanuk Timur, Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Pesawaran Bustori (53) dan anak lelakinya, Tegar (5) ditemukan tak bernyawa.

Keduanya ditemukan meninggal dunia oleh kerabat korban di dalam kamar rumahnya, Kamis (30/5/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Bustomi (65), kakak Bustori, mengatakan, kedua korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Ahmad Suhairi. Awalnya, Ahmad penasaran karena Bustori sudah siang tidak juga terlihat.

Bustori juga tidak terlihat membuka rumah dan bengkel miliknya yang menjadi usaha keseharian Bustori. “Dari pagi kok nggak buka-buka gitu lho,” ungkap Bustomi.

Lalu Ahmad mendatangi rumah Bustori dan memanggil-manggil kakaknya itu, namun tidak ada yang menyahut. Saat mengintip, ia melihat ada motor Bustori di dalam rumah.

Karena ada kejanggalan, Ahmad memanjat tembok pagar bagian belakang. Saat itulah Ahmad mendapati kakaknya sudah terkapar tidak bernyawa bersama anaknya.

Kemidian Ahmad langsung menginformasikan temuannya itu kepada kerabatnya yang lain. Kematian bapak dan anak tersebut membuat geger warga sekitar.

Setelah mendapat laporan, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi. Namun, pemeriksaan di dalam rumah korban dilakukan secara tertutup.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Lampung di lokasi, Bustori tewas dengan luka di pelipis. Sementara putranya tewas dengan mulut berbusa. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Pernyataan Sikap PCNU Pesawaran Terkait Aksi 22 Mei

Published

on

Muhammad Fatullah

Lampung.co – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pesawaran menyatakan sikap terkait kerusuhan yang terjadi pada aksi 22 Mei di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Sekretaris PC NU Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Muhammad Fatullah, Sabtu (25/5/2019).

Dalam pernyataan sikapnya, dia menolak dan mengutuk keras unjuk rasa anarkis yang terjadi selama aksi pasca pengumuman hasil Pemilu itu. “Apa lagi ini bulan suci Rmadhan,” kata dia.

Kemudian, dia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita-berita yang menyesatkan atau berita hoaks.

Pada kesempatan itu juga, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri yang telah mengamankan oknum yang menyusup dalam aksi yang sebelumnya berjalan damai tersebut.

“Dan mengharapkan kepada Polri untuk memproses secara hukum para oknum yang telah melakukan perusakan dan membenturkan aparat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta pihak berwajib untuk mengusut aktor intelektual kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei itu sampai ke akar-akarnya.

“Agar Indonesia menjadi aman, damai tentram, dan sejahtera,” imbuhnya. (doy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca