fbpx
Connect with us

Berita

Aroma Papua Pada Laga Tira Persikabo vs Badak Lampung FC

Published

on

Tira Persikabo vs Badak Lampung FC

Lampung.co – Aroma Papua sangat menyengat pada pertandingan Liga 1 2019 antara Tira Persikabo kontra Perseru Badak Lampung FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).

Pasalnya, kedua tim tersebut semuanya kelahiran dan besar di provinsi Papua yakni Persiram Raja Ampat dan Perseru Serui.

Sejarah Singkat
Pada 2016, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengakuisisi Persiram dan mengganti nama menjadi PS TNI untuk otomatis berlaga di divisi teratas Liga Indonesia yang kini bertajuk Liga 1.

Kemudian PS TNI mengubah nama menjadi PS TIRA Pada 19 Januari 2018 dan sempat pindah ke Bantul pada musim 2018.

Lalu kembali lagi ke Bogor pada musim 2019 ini dengan menggunakan nama Tira Persikabo yang akan menjamu Badak Lampung FC dalam partai pekan pertama Liga 1 2019.

Lain dengan Perseru Serui, tim berjuluk Cendrawasih Jingga pada musim lalu itu adalah sajian terakhir untuk masyarakat Pulau Yapen, lokasi kota Serui, Papua.

Lantaran mengalami masalah finansial akhir musim lalu, sehingga Perseru Serui diakuisisi oleh pengusaha asal Lampung Djoko Sugito dan markas pindah ke Bandar Lampung.

Nama klub pun ikut berubah menjadi Perseru Badak Lampung FC. Identitas ‘Perseru’ di depan nama ‘Badak Lampung’ pun diyakini akan hilang seiring berjalannya waktu.

Derbi di tanah baru
Kedua klub asal Papua ini akan unjuk kekuatan di markas Tira Persikabo, Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019) pukul 20:30 WIB nanti malam.

Ditempat yang baru, keduanya pun diasuh oleh pelatih nasional papan atas. Tira Persikabo dipegang Rahmad Darmawan yang sudah malang melintang di dunia persepakbolaan Indonesia.

Bagi pelatih asal Lampung ini, laga melawan Perseru Badak Lampung menjadi laga penuh makna. Selain menjadi laga debutnya di Tira Kabo, RD akan melawan tim tanah kelahirannya.

“Tentu sangat bangga dan senang kampung halaman saya punya tim Liga 1. Dulu impian saya Lampung punya tim Liga 1,” ucapnya.

Sementara ditangani mantan pelatih Persija Jakarta Jan Saragih, Badak Lampung FC akan mengusung gaya sepakbola atraktif dan modern.

Pelatih termuda di Liga 1 2019 ini memberi respek kepada Rahmad Darmawan dan Tira Persikabo, tapi mengaku tak gentar menghadapi tim tuan rumah.

“Dia (RD) punya filososfi football possesion. Tapi dalam 90 menit pertandingan besok kami bertanding secara fair dan kami akan berikan yang terbaik,” ujar Jan Saragih. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damar Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tradisi Kakiceran

Lampung.co – Dua diantara dari 25 karya dan budaya tak benda Lampung yang diusulkan menjadi warisan nasional adalah tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damakh atau Damar.

Kedua tradisi tersebut berasal dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Bahkan Kakiceran hanya terdapat di wilayah Pugung yang memiliki dua kecamatan yakni Pesisir Utara dan Lemong.

Kakiceran merupakan suatu pentas budaya yang biasa dilakukan oleh muli mekhanai setempat secara turun temurun dalam rangka memeriahkan hari raya idul fitri.

Dalam pelaksanaannya terdapat perlombaan tari menari yang dilakukan sepenuhnya oleh muli mekhanai baik sebagai panitia maupun sebagai peserta lomba.

Secara umum, ajang yang dihelat pada malam hingga pagi hari ini merupakan wadah untuk bersilaturrahmi bagi masyarakat setempat. Mulai dari anak-anak hingga dewasa berbaur menjadi satu.

Sementara Ngunduh Damar merupakan salah satu kegiatan pemanen getah pohon damar, sebuah budaya yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Ngunduh Damar dilakukan menggunakan tali dari rotan yang disebut ambon, kapak kecil atau patil, dan tembilung atau wadah untuk menampung hasil getah damar yang terbuat dari pelepah pinang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia. (doy)

Foto: Tradisi Kakiceran/cindriyanto.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Beberapa Karya dan Budaya Lampung yang Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tari Hadra

Lampung.co – Untuk menjaga karya dan budaya tak benda Lampung agar tidak diklaim milik daerah lain, sebanyak 25 karya dan budaya bukan benda Lampung diusulkan menjadi warisan nasional.

Sejumlah karya dan budaya tak benda yang diusulkan sebagai warisan nasional telah disampaikan ke Kemendikbud diantaranya tapis, seruit, kakiceran, hadra ugan, ringget, panggeh.

Untuk adat, ada cuak mengandan, muwaghen, bumbang aji, dan turun mendei. Kemudian tradisi, mulai dari ngunduh damakh, ngejalang kubokh, hingga mukew sahur, tari debingi dan tari ittar muli.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia.

Di Lampung, lanjutnya, sangat banyak karya dan budaya. Perlu dijaga supaya tiak dirampas daerah lain. Dipatenkan sehingga mendapat sertifikat resmi dan bisa terus dilestarikan.

Selain itu, kata dia, dengan dipatenkannya karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional, kebudayaan Lampung bisa lebih dikenal.

“Karya dan budaya tak benda yang sedang kita perjuangkan menjadi warisan nasional ini diharapkan bisa diakui secara luas oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Sulpakar menambahkan, hingga saat ini masih ada karya dan budaya tak benda Lampung yang masih diteliti oleh arkeolog.

“Bukan cuma 25 karya dan budaya tak benda yang diusulkan itu, tapi masih banyak lagi yang masih diteliti akreolog. Kita juga berharap nanti bisa diregistrasi,” ujarnya. (*)

Foto: Tari Hadra/hasbundoya.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 23 Agustus 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 23 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB hingga 24 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 22,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 17,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 52% – 93%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 62% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

Malam hari diprakirakan Cerah hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

WARNING:
NIHIL

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca