Menu

TNI AU Mengaku Tidak Bermaksud Membantah Keterangan Panglima Terkait Senjata Ilegal

  Dibaca : 529 kali
TNI AU Mengaku Tidak Bermaksud Membantah Keterangan Panglima Terkait Senjata Ilegal
Gambar: medan.tribunnews.com

Lampung.co – Pihak TNI Angkatan Udara tak bertujuan membantah ucapan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengenai dugaan adanya penyelundupan 5.000 senjata ilegal.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Jemi Trisonjaya lewat keterangan tertulis, Minggu (24/9/2017), menanggapi hiruk pikuk warganet di media sosial tentang komentar admin Twitter TNI AU yang dianggap berlawanan dengan Panglima TNI.

Jemi juga mengajukan permohonan maaf atas kejadian itu. “Saya selaku penanggung jawab Twitter TNI AU, perlu menjelaskan kepada seluruh masyarakat, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas ‘ mention di Twitter TNI AU’ sehingga menimbulkan berbagai pendapat tentang TNI AU,” tuturnya.

“Admin (akun Twitter) TNI AU tidak menyanggah kebenaran isi pernyataan dari Panglima TNI selama itu memang benar pernyataannya dan mendapat izin dari beliau atau puspen TNI, karena organisasi TNI jalur komandonya adalah tegak lurus, sehingga masyarakat jangan menginterpretasikan ke arah lain dari pernyataan admin di Twitter,” tambah Jemi.

Airmin adalah nama yang dipakai bagi admin pengelola akun Twitter TNI AU. Keterangan dari Jemi disampaikan menanggapi pro-kontra yang muncul akibat kicauan akun @_TNIAU.

Di tempat lain, pada akhirnya, pernyataan Panglima TNI itu diklarifikasi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Di tengah pro-kontra warganet, kicauan admin Twitter @_TNIAU menjadi perhatian tersendiri. “5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ”ngumpetinnya”? Dan apakah penyataan Panglima ini memang benar? Krn dari @Puspen_TNIblm ada ket,” demikian kicaunya.

Kicauan itu saat ini telah tak dapat diakses lagi karena diduga sudah dihapus. Meski demikian, sejumlah warganet telah menyimpan bidik layar dari kicauan itu.

Banyak warganet yang menganggap aneh kicauan tersebut, lantaran terkesan menunjukkan sikap tidak percaya kepada panglimanya. Menanggapi hal itu lah, Jemi Trisonjaya menegaskan bahwa kicauan @_TNIAU itu tidak bermaksud membantah pernyataan panglima.

Kicauan tersebut juga tak berkaitan dengan substansi pernyataan panglima, melainkan ingin mengimbau masyarakat agar tak mudah menyebarkan hoaks. Baik hoaks kepada atau mengatasnamakan perorangan maupun golongan, selagi data dan faktanya belum ada.

Jemi menambahkan, jika pernyataan soal 5.000 senjata itu betul disampaikan Panglima atas seizin Panglima dan juga Puspen TNI, maka admin TNI AU tak akan berkomentar seperti itu di Twitter, melainkan justru mendukung.

“Yang benar adalah airmin atau admin TNI AU bersama dengan admin yang lainnya, ingin mengajak masyarakat untuk jangan mudah percaya terhadap berita yang belum dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam istitusinya,” ucap Jemi.

Ia menegaskan pula bahwa TNI solid. “Tidak akan terpecah belah demi menjaga Negara Kesatuan RI yang kita cintai,” pungkasnya. (Erwin/kompas.com)

Iklan Baris
Ada rencana menunaikan ibadah umroh? Kami siap melayani anda. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional