Connect with us

Nasional

Presiden Berharap Program Padat Karya Tunai Dibiayai APBD

Published

on

jokowi - padat karya tunai

Lampung.co – Selama ini, program padat karya tunai dilaksanakan oleh pemerintah melalui beberapa kementerian. Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, saat meninjau program padat karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Presiden Joko Widodo berharap pemerintah daerah dapat menjalankan program padat karya tunai yang dibiayai APBD.

“Saya tadi pesan ke Pak Gubernur, kalau bisa yang dari APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota itu juga bisa dilaksanakan sebagian dengan padat karya agar membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya di masyarakat,” ujar Presiden, saat meninjau pelaksanaan program padat karya tunai berupa pembangunan jalan lingkungan di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, dalam keterangan tertulis kepada Lampung.co, Jumat (13/4/2018).

Di tingkat pusat, Presiden juga telah menginstruksikan kementerian-kementerian untuk memperbanyak pelaksanaan program padat karya tunai di daerah.

“Seluruh kementerian juga saya perintahkan agar memperbanyak padat karya tunai, baik di Kementerian Desa, Perhubungan, dan BUMN,” tuturnya.

Di bawah guyuran hujan dengan berpayung merah, Presiden meninjau pembangunan jalan lingkungan yang mempekerjakan tenaga setempat sebanyak 30 orang. Selama menjalankan pekerjaan pembangunan tersebut, mereka menerima upah sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per harinya.

Jalan lingkungan yang merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan akses sepanjang 150 meter pada tahun 2017 lalu itu rencananya akan dibangun sepanjang 75 meter dan dilengkapi saluran drainase sepanjang 150 meter. Nilai anggaran untuk pembangunan kali ini adalah sebesar Rp133 juta.

Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut memperbaiki rumah-rumah di wilayah setempat. Berdasarkan informasi, saat ini terdapat 84 unit rumah yang akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Tadi kalau jalannya sudah jadi, 2-3 bulan selesai, saya perintahkan ke Pak Menteri untuk juga memperbaiki rumah-rumah yang ada di sini sehingga menjadi rumah sehat yang layak huni,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (*/rus)

309 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Ustadz Abdul Somad Resmi Cerai, Ini Kata Mantan Istrinya Mellya Juniarti

Published

on

Ustaz Abdul Somad

Lampung.co – Ustadz Abdul Somad Batubara atau dikenal dengan sebutan UAS resmi menyandang status duda setelah permohonan menceraikan istrinya Melya Juniarti binti Asman dikabulkan pengadilan.

Majelis Hakim Pengadilan Agama Bangkinang, Kampar membacakan putusan pada Selasa (3/12/2019) siang, tanpa kehadiran UAS. Sementara termohon hadir terlambat didampingi kuasa hukumnya.

UAS sendiri mengajukan permohonan cerai yang terdaftar di pengadilan sejak 12 Juli 2019 dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn. Sidang pertama digelar pada 30 Juli lalu.

Dalam menjalani proses di pengadilan, ustadz kondang tersebut menyerahkan surat kuasa kepada tim kuasa hukum yang dipimpin oleh Hasan Basri. Namun terkait alasan perceraian UAS minta untuk tidak dijelaskan.

“Ini urusan rumah tangga, tak usah ditanggapi. Apalagi perceraian ini sidangnya tertutup, bukan terbuka untuk umum,” kata Hasan Basri, Rabu (4/12/2019) dikutip dari RiauOnline.

Sementara mantan istri UAS, Mellya, membenarkan informasi perceraian tersebut saat dimintai konfirmasi wartawan melalui akun Instagram pribadinya @Mizyanhadziq, Rabu (4/12/2019).

“Benar (cerai),” jawab Mellya dipetik dari detikNews. “Yang menggugat beliau, confirm saja sama beliau ya. Makasih,” imbuhnya. (*)

47,656 kali dilihat, 21,613 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Komisi XI DPR RI Soroti Tingginya Inflasi Bahan Pangan

Published

on

Uang Rupiah

Lampung.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Junaidi Auly menyebut ketersediaan bahan pangan menjadi persoalan utama inflasi di Indonesia.

Wakil rakyat asal Provinsi Lampung itu merujuk rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk November 2019 yang menjelaskan tinggi inflasi bahan pangan yang jauh di atas jenis inflasi lainnya.

Data BPS menunjukan, inflasi umum mencapai 3 persen pada November 2019. Sementara inflasi inti 3,08 persen, inflasi harga diatur pemerintah 1,08 persen dan inflasi bahan pangan sebesar 5,02 persen.

“Pada November lalu, beberapa komoditas seperti bawang merah, tomat, sayur dan bayam mengalami kenaikan harga,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Rabu (4/12/2019).

Anggota Komisi XI DPR RI yang memiliki lingkup tugas di bidang keuangan, perbankan, dan anggaran pemerintah itu berharap harga pangan bisa lebih stabil dan berpihak kepada kesejahteraan petani.

“Perlu dicermati bahwa lonjakan ini seharusnya berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan petani. Jangan sampai, lonjakan harga lebih dinikmati oleh distributor maupun rantai perdagangan lainnya,” ujanya.

Junaidi melihat bahwa persoalan ketersediaan pangan di Indonesia sangat rumit. Dulu kita dijuluki negara agraris, sekarang, lanjutnya, banyak pemenuhan kebutuhan bahan pangan justru lewat impor.

“Tentu, hal ini berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Indonesia dan stabilitas sosial hingga politik,” jelasnya.

Dalam jangkauan yang lebih jauh, kata dia, lonjakan harga pangan yang naik setiap tahun berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan ekonomi lewat konsumsi rumah tangga.

Jadi kalau harga pangan naik terus, Junaidi menambahkan, maka rumah tangga harus menaikkan alokasi dana untuk kebutuhan sehari-hari. “Sehingga alokasi dana lain semakin turun,” imbuhnya.

“Apalagi bagi masyarakat prasejahtera, hampir 50% dari pendapatannya tersebut untuk kebutuhan pangan. Jadi, stabilitas harga pangan menjadi sangat penting,” tandasnya. (*)

15,026 kali dilihat, 6,631 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dua TNI Terluka Akibat Ledakan Granat di Monas, Polda: Tak Terkait Teroris

Published

on

Garis Polisi Lokasi Ledakan di Monas

Lampung.co – Sebuah ledakan yang cukup kuat terjadi di sisi utara dalam Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 07.15 WIB.

Suara ledakan itu terdengar hingga sekitar gedung Mahkamah Agung (MA) di Medan Merdeka Utara. Salah satu petugas kebersihan MA, Maryati mengaku kagetk saat tengah menyapu.

“Tau-tau ada ledakan, satu kali aja. Jam tujuh lewat. Saya kaget. Kenceng banget suaranya,” ujar Maryati dalam laporan CNN Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan bersumber dari granat tangan. “Ini diduga granat asap yang meledak,” kata dia dikutip dari detikNews.

Menurutnya, ledakan melukai dua anggota TNI yang sedang berolahraga di kawasan Monas. Dua korban yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan kini dirawat di rumah sakit.

Dia menjelaskan, akibat kejadian tersebut, Serka Fajar mengalami luka cukup parah di tangan sebelah kiri. Namun ia dikatakan masih dalam keadaan sadar.

Sedangkan Gunawan mengalami luka ringan di bagian paha. Saat kejadian, Gunawan juga masih bisa meminta bantuan rekan-rekannya yang lain untuk membantu Fajar.

Keduanya masih menjalani perawatan sehingga pihak kepolisian belum meminta keterangan. “Masih dalam pemeriksaan RS. Kalau sudah sehat kita minta keterangan bagaimana kronologinya,” ujarnya.

Pihaknya masih mencari tahu asal granat tangan yang meledak itu. Namun, kata dia, ledakan ini tak terkait dengan aksi terorisme. “Sehingga tak ada penambahan pengamanan di sekitar Monas,” tandasnya. (*)

11,184 kali dilihat, 580 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca