fbpx
Connect with us

Nasional

Pileg 2019: Kursi DPR Bertambah 15, DPRD Provinsi 95, Kabupaten/Kota 715

Published

on

kursi anggota dpr

Lampung.co – Jumlah kursi anggota DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah.

Itu karena adanya penambahan jumlah penduduk berdasarkan Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2). Selain itu penambahan ini juga karena adanya 17 daerah otonomi baru (DOB) hasil pemekaran daerah.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan adanya penambahan kursi DPR dan DPRD. Penambahan kursi DPR sebanyak 15 kursi, DPRD provinsi bertambah 95 kursi dan DPRD kabupaten/kota 715 kursi.

“(Penambahan) Itu pertama karena ada jumlah kursi di daerah otonomi baru dan juga ada penambahan kursi berdasarkan penambahan jumlah penduduk dari DAK 2 yang kita dapat dari Kemendagri,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018.

“Jumlah kursi anggota DPR RI pada Pemilu tahun 2014 dengan yang sekarang ada penambahan kursi dari sudah saya sampaikan tadinya 560 kursi sekarang ini 575 kursi,” ujar Ilham, seperti dilansir detikcom.

Ilham mengatakan alokasi kursi anggota DPRD provinsi juga bertambah sebanyak 95 kursi. Sebelumnya pada pemilu 2014 total kursi DPRD sebanyak 2,112 kursi. Sedangkan Pemilu 2019 jumlahnya bertambah menjadi 2,207 kursi.

“Kemudian perbandingan jumlah kursi anggota DPRD provinsi ini bertambah juga dari 2,112 menjadi 2,207. Ini tentu saja kursi ini basednya adalah jumlah penduduknya, sehingga alokasi kursi itu bertambah,” kata Ilham.

Penambahan jumlah kursi juga terjadi pada tingkat kabupaten/kota 715 kursi. Sebelumnya pada tahun 2014 sebanyak 16.895 kursi, saat ini menjadi 17.610 kursi.

“Kemudian jumlah kursi DPRD kabupaten kota juga bertambah cukup signifikan dari 16.895 kursi menjadi 17.610 kursi,” ujar Ilham.

Ke 17 Daerah Otonomi Baru (DOB) itu yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) dan Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel); Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung; Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat; Kabupaten Malaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); Kabupaten Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim); Kabupaten Banggai Laut  dan Kabupaten Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kemudian, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Kolaka Timur di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra); Kabupaten Mamuju Tengah di Provinsi Sulawesi Barat; Kabupaten Pulau Taliabu di Provinsi Maluku Utara; Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Pengunungan Arfak di Provinsi Papua Barat. (*/rus)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

ACT Laporkan Dua Orang Meninggal Akibat Gempa 7,2 SR di Maluku Utara

Published

on

Gempa Maluku Utara

Lampung.co – Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatam 7,2 SR pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, tepatnya berada di kedalaman 10 km, berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha.

Terdapat tujuh Kabupaten/Kota yang merasakan guncangan gempa diantaranya Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan.

Guncangan juga dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

Dari laporan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), akibat gempa tersebut, dua orang korban dinyatakan tewas. Kemudian Ribuan jiwa mengungsi dan ratusan rumah rusak.

Dari laporan itu, disebutkan bahwa korban meninggal dunia merupakan warga Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan atas nama Ny. Aisa, dan satu korban lagi masih dalam pendataan.

Ribuan warga yang tinggal di wilayah pesisir memilih untuk tetap berada di beberapa titik pengungsian pasca-gempa karena takut terjadi tsunami.

Lima titik pengungsian warga, di antaranya kawasan rumah dinas DPRD, kantor Bupati, Polres, dan Masjid Raya Al Khairat Halmahera Selatan.

Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT di Maluku Utara, Surachman Manan mengatakan bahwa pihaknya sedang menuju lokasi terjadinya gempa. “Saat ini tim sedang menuju lokasi,” kata dia, Senin (15/7/2019) pagi.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pemuda Meninggal Tertembak di Kepala, Seorang Polisi Diperiksa

Published

on

Polisi Tembak Warga

Lampung.co – Seorang pemuda warga Aceh Dedi Kasih (19), meninggal dunia pada Ahad dini hari akibat tertembak di bagian kepala.

Akibat meninggalnya warga Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil itu, seorang polisi berinisial R diperiksa Polres Aceh Singkil pada Ahad (14/7/2019) malam.

Tertembaknya Dedi di sebuah rumah tempat diselenggarakannya pesta pernikahan berawal dari Sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk-mabukan dan mengamuk.

Sekelompok pemuda ini marah lalu membuat kerusuhan di lokasi kejadian karena hiburan organ tunggal dihentikan oleh anggota polisi yang kebetulan berada di lokasi.

Demikian kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda menjelaskan kronologis kejadian meninggalnya Dedi yang diduga tertembak oleh anggotanya yang berinisial R itu.

“Kebetulan, anggota kita ini memiliki hubungan keluarga dengan tuan rumah tempat penyelenggara pesta,” kata AKBP Andrianto dikutip dari republika.co.id.

Karena sekelompok pemuda yang diduga mabuk tersebut marah-marah, terjadilah kerusuhan antara pemuda pendatang dengan pemuda di lokasi acara yakni di Dusun Tiga, Desa Sidorejo.

Saat kejadian, lanjut Kapolsek, Dedi yang diduga dalam kondisi mabuk tiba-tiba mengambil batu sambil marah-marah bersama sejumlah warga lainnya.

R kemudian mengeluarkan senjata api dengan maksud menghentikan aksi amuk massa dengan melepaskan tembakan peringatan kembali setelah dua tembakan ke udara sebelumnya gagal.

“Nah, saat itulah anggota polisi (R) terdorong massa dan kemudian diduga secara tidak sengaja korban terkena tembakan di lokasi kejadian,” kata Kapolres Andrianto Argamuda.

Meski sudah mendapatkan informasi awal dari keterangan anggotanya, ia mengaku kepolisian akan terus meminta keterangan kepada sejumlah saksi agar kasus ini dapat diungkap secara jelas.

Kapolres Andrianto Argamuda juga meminta kepada seluruh masyarakat di daerah itu agar tidak terprovokasi dan mempercayakan pengusutan kasus tersebut oleh pihak kepolisian. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Cerita Artis Anisa Rahma Urus Hewan Kurban di Lumbung Ternak Wakaf

Published

on

Anisa Rahma

Lampung.co – Trimo, peternak kambing Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf, dengan senang hati menyambut artis Anisa Rahma bersama suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, di peternakannya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Ditemani Trimo, Anisa memberi makan satu per satu ternak sambil bertanya seluk-beluk beternak kepada Trimo. Usai memberi makan ternak, Trimo lanjut mengajak Anisa dan Anandito, atau yang akrab disapa Dito, naik ke atas kandang ternak.

Menenteng selang air dan sabun, mereka dengan hati-hati mencoba memandikan ternak Trimo pada Rabu (10/7/2019) sore itu. Sebelum hewan ini menjadi kurban yang terbaik, ternyata memang harus dirawat dengan cara yang baik serta makanan yang bagus.

Bagi Trimo, dari ternak yang bersih itu daging yang akan dikonsumsi pun akan menjadi hidangan yang sehat juga.“Kebersihannya juga diperhatikan juga oleh pak Trimo. Kandangnya bersih, tidak ada lumut. Kebersihan ini berpengaruh juga terhadap kesehatan ternak,” jelas Anisa.

Senada dengan Anisa, Dito juga sangat terkesan dengan bagaimana cara Trimo merawat ternaknya. Dito yang ikut membersihkan empat dari 200 ekor ternak kambing juga mendapat pengalaman baru hari itu. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkannya.

“Tadinya khawatir, saya pikir bakal ditendang atau diseruduk. Tapi ternyata tidak karena masih umur satu tahun juga. Jadi masih lucu-lucu. Saya ikut sikat kambingnya dengan sabun juga. Kalau sudah mencoba, asik sebenarnya,” ujar Dito seraya tertawa.

Nantinya 200 kambing di kandang Trimo akan menjadi suplai hewan kurban untuk Global Qurban dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maslahat yang luas ini, bagi Dito, menjadi salah satu keuntungan berkurban di Global Qurban.

“Pastinya manfaatannya jadi lebih luas, ya. Karena biasanya kita berkurban di masjid dekat rumah, dibagikan ke tetangga-tetangga yang kurang mampu. Tapi, ternyata ada masyarakat, yang tidak kita sadari, lebih membutuhkan,” ucapnya.

“Misalnya, masyarakat di luar negeri (negara konflik) atau pun luar kota yang tidak terjamah oleh kita,” imbuh Dito.

Anisa juga senang dengan ide memberdayakan warga setempat yang berada di sekitar Lumbung Ternak Wakaf karena LTW ini memang menggunakan sumber daya manusia atau warga yang ada di desa tersebut saja.

“Sumber daya manusianya itu masyarakat setempat, ya, seperti pak Trimo ini kan, yang benar-benar membantu perekonomiannya. Jadi bagusnya di situ,” jelas Anisa.

Terus, lanjutnya, saat Iduladha warga setempat atau tetangga-tetangganya juga mendapatkan manfaat karena masing-masing dari warga ini mendapatkan satu kilogram dagingnya dari Lumbung Ternak Wakaf itu.

Diakui oleh Anisa dan Dito, makna kurban memang bukan semata untuk tabungan mereka di akhirat kelak tetapi bagaimana hewan-hewan yang telah dikurbankan dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

“Yang kita kurbankan akan bermanfaat di akhirat kelak, tabungan kita juga di surga, tapi selain itu kita juga bisa memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” kata Anisa.

“Karena itu salah satu perintah Allah juga kan (membantu orang lain). Kita ingin melaksanakan perintah dari Allah, sebagai hamba-Nya,” sambung Dito. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca