Menu

Pemred Kompas TV dan Aiman Dilaporkan ke Polisi

  Dibaca : 516 kali
Pemred Kompas TV dan Aiman Dilaporkan ke Polisi
Gambar: malangtoday.net

Lampung.co – Polisi akan meminta keterangan Pimpinan Redaksi atau Pemred Kompas TV Rosianna Silalahi dan presenter Aiman Witjaksono sebagai saksi mengenai laporan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman.

Rencananya, pemeriksaan Rosi dan Aiman akan dilakukan pada Jumat (29/9/2017).

“(Rosi dan Aiman) Itu cuma diundang saja sebagai saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Kombes Adi Deriyan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/9/2017).

Adi memaparkan, Aris melaporkan Koordinator ICW Donald Fariz karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik. Pernyataan Donald yang dinilai mencemarkan nama baik Aris Budiman tersebut dilontarkan saat diwawancarai Aiman.

Menurut Adi, penyidik sudah meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Sehingga, untuk memperkuat bukti-bukti polisi memerlukan keterangan Aiman dan Rosi.

Seperti yang dikutip dalam situs berita kompas.com Adi berujar, “Laporan Mas Aris adalah melaporkan Donal Fariz karena telah menyampaikan hal-hal yang menurut Mas Aris tidak benar.”

“Pihak-pihak Kompas itu kita butuhkan keterangannya untuk memberikan kesaksian, (apakah) memang Mas Fariz hadir (dalam acara itu), memang Mas Fariz (benar) menyampaikan. Hanya itu saja,” tambahnya.

Adi menerangkan, dalam kasus ini polisi bukan memproses hukum media massanya. Akan tetapi, menyelidiki pernyataan Donald dalam acara yang ditayangkan Kompas TV .

“Makanya gini, ini jangan salah membaca, kita tidak punya masalah dengan Kompas , salah kalau nanti lihat bahwa kita mempunyai masalah denganKompas , kita tidak punya masalah dengan Kompas ,” tegas Adi sebagaimana dikutip dari laman kompas.com.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Aiman menyatakan belum mengetahui apakah akan memenuhi panggilan polisi itu.

“Kami masih rapatkan soal ini (pemanggilan),” ujar Aiman.

Aiman menyayangkan keputusan polisi yang memanggil Kompas TV. Menurut dia semestinya permasalahan ini terlebih dahulu diselesaikan lewat Dewan Pers.

“Tetapi ada fungsi edukasi kepada publik, bahwa kasus sengketa pers dari sebuah produk jurnalistik, selayaknya diselesaikan melalui dewan pers. Sesuai UU 40/99 tentang pers, Bahwa terhadap perselisihan dari karya jurnalistik, dilakukan pengujian melalui dewan pers,” pungkasnya. (Erwin/kompas.com)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional