fbpx
Connect with us

Nasional

Pemerintah Diminta Lebih Perhatian Terhadap Pesantren

Published

on

Pondok Pesantren

Lampung.co – Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta pemerintah menambah perhatian terhadap keberadaan pondok pesantren karena perannya yang terbukti mampu menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI).

“Peran pesantren harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah karena sejarahnya berpihak pada Indonesia,” ujar Hidayat dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (15/10) seperti dikutip dari antaranews.com.

Dia mengungkapkan bahwa pesantren memiliki peranan besar dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia seperti anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ada yang berasal dari kalangan pesantren, sebut saja Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo dan Abdul Halim.

Oleh karena itu, menurut dia, penting mengajak pesantren untuk mengingat jejaknya sebagai salah satu basis perjuangan memerdekaan Indonesia, menghadirkan Pancasila dan NKRI.

“Kami di MPR membuka kerjasama dengan kalangan pesantren baik secara langsung maupun dengan ormas Islam,” kata Hidayat Nurwahid.

Selain itu, menurutnya, pemerintah perlu mengkaji secara komprehensif terkait wacana agar dibentuk kementerian yang khusus menangani mengenai pesantren sehingga dipertimbangkan secara objektif.

Politisi PKS tersebut mengatakan di Kementerian Agama telah ada Direktorat Jenderal Pesantren sehingga mesti ditingkatkan peranannya serta kewenangannya supaya memiliki daya jangkau lebih luas.

“Ditjen Pesantren harus dikuatkan, ditingkatkan perannya, kewenangannya dan daya jangkau. Namun apakah dibentuk melalui kementerian, harus dikaji,” ucapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang diberi usulan oleh para Kiai Madura untuk membentuk Kementerian Pondok Pesantren sewaktu Presiden Jokowi mengadakan kunjungan ke Madura.

Sementara itu, Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Ma’ruf Amin menanggapi tentang usulan tersebut. Menurut beliau, masih terlampau jauh untuk  membentuk Kementerian Pesantren. Namun, lanjutnya, pemerintah tetap harus memberikan perhatian besar terhadap pesantren.

“Saya kira kita belum berpikir sejauh itu. Tapi perhatian pada pesantren tentu sebagai lembaga yang memiliki peran besar dalam kehidupan,” katanya ketika ditemui di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (9/10) malam sebagaimana dikutip dari republika.co.id (Erwin/antaranews.com/republika.co.id)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Difitnah dengan Berita Hoax, ACT Tunjukkan Aksi Nyata

Published

on

Aksi Cepat Tanggap

Lampung.co – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyesalkan beredarnya informasi yang keliru dan cendrung fitnah yang beredar di publik akhir-akhir ini.

Berita bohong atau hoax yang menyesatkan masyarakat itu menyebutkan bahwa lembaga ACT terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia.

Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dengan tegas membantah berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group itu.

“Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat,” tegasnya, Selasa (23/7/2019).

Dia menjelaskan, ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah.

“Kami menyalurkan bantuan ke tempat – tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani, dan berbagai lokasi lainnya,” jelasnya.

Ibnu Khajar menambahkan, donasi dari mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau – pulau terpencil (Tepian Negeri).

Bantuan yang disalurkan, lanjutnya, berupa sarana sekolah termasuk pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru.

“Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

Prinsip dasarnya, kata dia, kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu Khajar juga memberikan pernyataan terhadap isu tidak akurat yang beredar hingga fitnah itu tidak terbukti kenarannya.

“Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberapa alasan. Cara yang mereka lakukan adalah menebarkan fitnah,” imbuhnya.

Sementara, tambahnya, cara memenangkannya adalah dengan berkarya. “Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” tambah Ibnu.

Selain Bukalapak, tambahnya, kami berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina.

Selain itu juga Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain. Lihat selengkapnya di link: https://act.id/mitra

“Bersama mitra-mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan,” tandas Ibnu Khajar. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Penyebab Saldo Rekening Nasabah Bank Mandiri Berkurang

Published

on

ATM Bank Mandiri

Lampung.co – Pemeliharaan/maintenance sistem teknologi informasi Bank Mandiri menyebabkan terjadinya insiden error massal yang membuat saldo nasabahnya berubah menjadi nol, bahkan minus.

Akibat insiden ini, banyak nasabah yang mengeluhkan kehilangan saldo. Namun ternyata gangguan tersebut tak hanya pengurangan saldo, sejumlah nasabah menyebut saldonya justru bertambah.

Permasalahan yang terjadi pada bank plat merah ini ramai diperbincangkan pengguna media sosial. Pengguna Twitter yang juga nasabah Bank Mandiri ini ramai-ramai menggunakan tagar #mandirierror.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengakui bahwa dalam proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem IT tersebut, berdampak pada berubahnya nilai saldo sebagian nasabah.

Terkait hal itu, Bank Mandiri mempersilakan Nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat. Namun dirinya memastikan uang di rekening nasabah aman.

“Kami pastikan rekening nasabah, aman,” tegas Rohan, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Rohan Hafas, Bank Mandiri saat ini sedang melakukan normalisasi saldo rekening yang terdampak pemeliharaan sistem IT tersebut

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saldo nasabah dan kami juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman serta tidak hilang,” kata dia.

Sebelumnya, banyak nasabah yang mempertanyakan mengapa nilai saldo tabungan mereka di Bank Mandiri berubah melalui media sosial karena saat menghubungi call canter 14000 tidak ada jawaban.

Sebagian nasabah mengungkapkan jumlah uang di tabungannya bertambah, tapi ada juga yang mengeluhkan nilainya berkurang drastis hingga nol rupiah.

Bahkan ada juga nasabah yang kaget karena mendapati saldo tabungannya di Bank Mandiri jadi minus Rp 500 ribu. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Soal Kasus Novel Baswedan, Wapres Menyebut Mestinya Tak Sulit Diungkap

Published

on

Novel Baswedan

Lampung.co – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kerja kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan semestinya tak sulit dilakukan.

JK menyebut seharusnya polisi hanya perlu menangkap pelaku. Berkaca dari penangkapan teroris selama ini, kata JK, polisi mestinya mampu menangkap pelaku penyiraman pada Novel.

“Ya ini kan sekarang tinggal cari orangnya. Polisi ahli di situ, cari teroris saja yang bersembunyi bisa, apalagi di sini ada bukti-bukti awal,” ujar JK, Jumat (19/7/2019) dikutip dari CNN Indonesia.

JK menambahkan, polisi telah mengetahui motif dan latar belakang pelaku penyiraman. Ia meyakini polisi dapat merampungkan kasus itu dalam waktu tiga bulan ke depan sesuai target Presiden Joko Widodo.

“Ya ini kan sudah dalam tahap indikasi ketahuan background-nya, sekarang tinggal cari orangnya. Kan sebenarnya simpel tinggal cari orang. Tentu polisi punya kemampuan mengungkap,” katanya.

Diketahui, pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel sebelumnya gagal diungkap oleh Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

TPF bentukan kepala salah satu lembaga penegak hukum itu hanya menyampaikan rekomendasi dan motif tanpa menyebutkan pelaku pada konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/7).

Salah satu rekomendasi itu adalah menyelidiki lebih lanjut tiga orang tak dikenal yang diduga kuat terlibat kasus tersebut. Kapolri pun diminta membentuk tim teknis di lapangan untuk mendalami tiga orang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hasil kerja TPF akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Polri. Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk tim teknis mengungkap pelaku penyerangan.

Jokowi menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah. “Ya, ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah sehari-dua hari ketemu,” ujarnya.

Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, maka dalam waktu satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca