Menu

Kronologi Capraja IPDN Dea Rahma Tewas Ketika Tes Diksar di Akpol

  Dibaca : 421 kali
Kronologi Capraja IPDN Dea Rahma Tewas Ketika Tes Diksar di Akpol
Gambar: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Lampung.co – Calon Praja IPDN angkatan 2017, Dea Rahma Amanda (17), menjalani kegiatan Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja (Diksarmendispra) di Akpol Semarang seperti biasanya. Namun pagi tadi musibah terjadi, ia tewas selepas lari di lapangan Resimen Akpol.

Gubernur Akpol, Irjen Rycko Amelza Dahniel, menerangkan kronologi musibah yang dialami oleh Capraja dari Provinsi Lampung itu.

Berikut kronologi kejadian tersebut:

Pukul 04.00-06.00 WIB

Capraja bangun pagi lalu mengikuti Salat Subuh dan pengajian di Masjid Umar Bin Khatab.

Pukul 06.00-06.30 WIB

Setelah dari Masjid, para Capraja melaksanakan makan pagi di GOR.

Pukul 07.00 WIB

Peserta menuju Batalyon untuk melaksanakan apel pagi.

Pukul 07.30 WIB

Dilakukan kegiatan lari mengelilingi setengah lapangan Resimen. Ketika itu korban masih bertahan.

Pukul 07.40 WIB

Selepas lari di lapangan Resimen, peserta baris di lapangan yang sama. Ketika itulah Dea roboh dan segera ditolong rekan-rekannya.

Pukul 07.45 WIB

Korban dilarikan ke RS Akpol yang jaraknya tidak jauh dari Lapangan Resimen. Pertolongan darurat dilakukan selama kurang lebih 30 menit.

Pukul 08.15 WIB

Tim dokter mengumumkan bahwa Dea meninggal dunia.

Rycko menyebutkan dari hasil tes yang dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa Dea dalam kondisi baik. Tapi ternyata sempat mengaku ke rekannya mengalami sesak napas.

“Catatan selama (Dea) mengikuti kegiatan di Akpol tidak ada catatan pernah berobat, tidak mengeluh sakit. Bahkan berat badan bertambah, sehat,” ujar Rycko di RS Bhayangkara Semarang, Minggu (1/10/2017).

“Petunjuk kita almarhumah ada asma dan tensi tinggi waktu penerimaan IPDN, 130/80, untuk anak 17 tahun itu cukup tinggi,” tuturnya.

Saat ini jenazah telah berada di RS Bhayangkara untuk menunggu orang tua korban. Otopsi untuk mengetahui pasti sebab tewasnya Dea masih menunggu persetujuan keluarga.

Sementara itu, Gubernur Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata, mengungkapkan tes sudah dijalani calon Praja di daerah dan juga tingkat pusat. Di Akpol pun sudah dilakukan pemeriksaan luar dan korban dinyatakan baik.

“Jadi pemeriksaan dilakukan di daerah itu kerjasama dengan Rumah Sakit Angkatan Darat, ada yang Angkatan Laut. Kemudian yang lebih lengkap di pusat dengan teknologi canggih, hasilnya baik,” ujar Ermaya di RS Bhayangkara Semarang, Minggu (1/10/2017). (Erwin/detik.com)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional