fbpx
Connect with us

Nasional

Jokowi Akan Ubah Rancangan Dana Desa Tahun 2018 Mendatang

Published

on

Dana Desa

Lampung.co – Presiden Joko Widodo memberikan instruksi, agar program dana desa dan proyek infrastruktur pada kementerian/lembaga, mesti berorientasi pada pembukaan lapangan pekerjaan.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat terbatas membahas program dana desa di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10/2017).

“Jadi, instruksi Presiden (dalam ratas) adalah, dana desa diperbaiki dan untuk kementerian/lembaga juga diperbaiki, sehingga alokasi anggaran bisa untuk menyerap tenaga kerja lebih maksimal,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, seusai ratas.

Untuk program dana desa, Presiden Jokowi memerintahkan sejumlah hal. Pertama, rancangan perencanaan dana desa untuk tahun 2018 mendatang bakal diubah.

Misalnya, pengerjaan proyek yang menggunakan dana desa tidak boleh secara keseluruhan diserahkan kepada pihak ketiga. Mesti ada yang dilakukan sendiri alias swakelola dengan melibatkan penduduk setempat.

“Misalnya pembelian tenaga kerja, dari desa itu sendiri dan mendapat upah dari dana desa,” jelas Sri.

Perubahan rancangan dana desa ini, sambung Sri, tengah dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

Kedua, pemerintah bakal mengubah komposisi alokasi dana desa. Pemerintah tidak lagi memberikan untuk dana desa dengan nominal yang sama.

Tahun 2018 mendatang, dana desa yang diterima akan berbeda-beda setiap desa. Hal tersebut tergantung dari angka orang miskin di desa terkait.

Semakin tinggi angka orang miskin yang berada di satu desa, maka akan semakin besar pula dana desa yang diterima oleh desa itu.

“Untuk desa dengan jumlah penduduk miskin (lebih banyak) akan dinaikkan dari 20 persen menjadi lebih dari 35 persen. Dengan begitu, alokasi anggaran untuk dana desa yang jumlah penduduk miskinnya tinggi, akan lebih tinggi,” ungkap Sri.

Menteri Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyebutkan, jumlah dana desa di sebuah desa yang dialokasikan untuk menambah lapangan pekerjaan yakni sejumlah 20 persen.

“Pak Presiden memastikan, jangan pakai kontraktor. Jadi ada yang harus dikerjakan oleh masyarakat dan 20 persen (dana desa di desa itu) dipakai untuk gaji masyarakat, baik harian atau paling lama itu mingguan,” papar Eko.

Dengan begitu, Eko yakin kesejahteraan masyarakat desa naik dan daya beli pun meningkat pula.

Untuk sisi pengawasan, kementeriannya sudah membentuk satgas dana desa yang diketuai oleh mantan komisioner KPK Bibit Samad Rianto.

Satgas bakal bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan Agung serta KPK sendiri guna melakukan pengawasan penggunaan dana desa. (Erwin/kompas.com)

2,680 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Mirip di UIN Lampung: Prank Ulang Tahun Berakhir Tragis, 2 Remaja Tewas Tenggelam

Published

on

Prank Maut
Prank Maut di di Underpass Kulur, Kecamatan Temon, Kulon Progo | Foto: Ist.

Lampung.co – Kegiatan prank (gurauan) kembali memakan korban. Peristiwa prank maut yang berlokasi di Underpass Kulur, Kecamatan Temon, Kulon Progo menyebabkan 2 (dua) korban jiwa. Kejadian naas ini serupa yang terjadi di Embung UIN Raden Intan Lampung.

Dua orang remaja tewas tenggelam di Underpass Kulur Kulon Progo, usai salah seorang di antaranya mendapat prank ulang tahun. Saat itu ada tujuh orang remaja sedang duduk-duduk di dinding underpass.

Rian Haryanto (15) yang saat itu sedang berulang tahun didorong oleh teman-temannya ke underpass yang sedang tergenang air. Rian akhirnya tercebur ke dalam genangan yang ternyata kedalaman airnya lebih dari tiga meter.

Melihat Rian yang tidak bisa berenang dua orang temannya yakni Ramli (15) dan Tegar (16) akhirnya menceburkan diri untuk menolong Rian. Sedangkan remaja lainnya yang masih ada di atas underpass meminta pertolongan warga.

Warga akhirnya berhasil menolong Ramli dalam kondisi pingsan. Sedangkan Tegar dan Rian sudah meninggal dunia. Polisi telah menyelidiki kasus ini. Kapolsek Temon Kompol Hery Setyo Budi mengungkap polisi sudah memeriksa sejumlah saksi.

“Sengaja diceburkan, untuk surprise, dia kan ulang tahun,” kata Hery kepada wartawan, Santu (22/2/2020) malam.

Salah seorang kerabat Rian, Riyanto, mengatakan keluarga korban sudah menyiapkan pesta kecil di rumahnya di Sogan, Wates. Yakni dengan menyiapkan nasi tumpeng dan ikan bakar.

Rencananya makanan ini akan dihidangkan dalam perayaan ulang tahun Rian dengan mengundang teman-temannya. “Itu sudah disiapkan, tetapi Rian tidak berkenan dan malah pergi dengan teman-temannya,” jelas Riyanto kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Diwawancara terpisah, Ulu-Ulu Kalurahan Kulur (Sie Kesejahteraan Desa Kulur), Kapanewon (Kecamatan) Temon, Sutardi mengatakan kasus tewasnya dua pelajar ini merupakan kejadian kedua di underpass Kulur.

Peristiwa pertama terjadi pada tahun lalu yang menewaskan seorang warga sekitar. Sutardi mengatakan, Underpass Kulur setiap musim hujan selalu tergenang air. Bahkan kedalaman bisa lebih dari tiga meter.

Menurutnya sudah ada mesin pompa air di Underpass Kulur. Namun kapasitas mesin pompa tersebut, kata Sutardi, tidak mencukupi. “Begitu masuk musim hujan, underpass ini akan langsung tergenang,” ujarnya.

Berita ini pertama kali terbit di Berita Media (portal berita sindikasi Lampung.co) pada Senin (24/2/2020).

38,494 kali dilihat, 1,454 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Tujuh Siswa SMPN 1 Turi Meninggal Akibat Kecelakaan Air, Ini Petunjuk Keamanan Susur Sungai

Published

on

Sungai Sempor Sleman
Sungai Sempor Sleman tempat siswa pramuka SMPN 1 Turi melakukan kegiatan susur sungai | Foto: Ist.

Lampung.co – Kegiatan susur sungai oleh siswa-siswa pramuka SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) kemarin diduga belum mendapatkan izin dari sekolah.

Selain itu juga diduga banyak Safety Procedure yang dilanggar dalam kegiatan ekstrem yang disebut sebagai pembentukan karakter itu. Akibatnya, hingga berita ini diturunkan, tujuh siswa dilaporkan meninggal dan tiga belum ditemukan.

Kutua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita sangat menyesali insiden naas tersebut. “Saya merasa prihatin,” kata dia saat dihubungi Lampung.co, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Pada yang sama, Sekjen Global Rescue Network (GRN) itu juga memaparkan beberapa petunjuk praktis keamanan susur sungai. Pertama, kata dia, pelajari sungai dan potensi bahayanya sebelum disusuri.

Kedua, lanjutnya, gunakan perlengkapan standar selama menyusuri sungai. Meskipun tinggi muka air (TMA) kecil, perlengkapan wajib selalu digunakan untuk mengantisipasi naiknya debit air.

“Ketiga, pantau air di hulu sungai selama melakukan kegiatan dan gunakan alat komunikasi yang selalu tersambung dengan pemantau air di hulu selama berkegiatan,” ujarnya.

Yang terakhir, Yuni menyebut, susun rencana penanganan jika terjadi kedaruratan termasuk merencakanan jalur evakuasi hingga fasilitas medis terdekat sesuai dengan tingkat kedaruratan. (doy)

14,333 kali dilihat, 112 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Mengintip Kondisi Terkini Warga Terdampak Banjir Lebak

Published

on

Korban Banjir Lebak Banten
Korban Banjir Lebak Banten | Foto: Ist.

Lampung.co – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak, Banten tepatnya di Kecamatan Sajira masih menyisakan duka bagi warga. Kejadian yang terjadi satu bulan lalu membuat kehidupan warga berubah. Sebagian dari mereka ada yang menumpang di rumah keluarga dan ada juga yang bertahan di bawah tenda pengungsian. Salah satunya ada di Kampung Seupang, Desa Pajagan, Sajira.

Warga yang bertahan di sana hanya mengandalkan bantuan dari dermawan, salah satunya untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Warga di Kampung Seupang misalnya. Warga yang umumnya petani dan memiliki usaha di rumah, kini harus menganggur. Sawah dan modal untuk mereka bekerja terbawa arus banjir. Sekarang, mereka mengandalkan bantuan untuk melanjutkan kehidupan.

Salah satunya adalah Amir. Sejak banjir menghancurkan perkampungan tempat tinggalnya, ia tak dapat bekerja. Lahan persawahan yang digarapnya terendam lumpur bercampur pasir setinggi sekitar 50-100 sentimeter. “Ya sekarang enggak kerja, ya paling nunggu bantuan saja,” kata dia, Sabtu (15/2/2020).

Kondisi seperti ini telah dirasakan Amir dan pengungsi lainnya sejak 1 Januari 2020 lalu. Ketika itu banjir bandang melanda Kampung Seupang yang mengakibatkan sekira 43 rumah, satu sekolah, dan satu masjid hancur. Sebanyak 295 warganya harus mengungsi di kebun bambu yang tak jauh dari lokasi terdampak. Mereka bertahan dengan menggantungkan pada bantuan.

Sabtu kemarin, Aksi Cepat Tanggap (ACT) datang ke Kampung Seupang untuk mendistribusikan paket makanan siap santap dari Humanity Food Truck. Distribusi menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda karena medan yang harus dilalui ke Kampung Seupang tak dapat dijangkau truk berdapur dari ACT ini. Sedangkan proses masak dilakukan di Humanity Food Truck yang diparkir tak jauh dari Alun-Alun Sajira.

Luki, salah satu anak yang mengungsi dari Kampung Seupang mengungkapkan, betapa lezatnya hidangan dari Humanity Food Truck. Lauknya pun beragam. “Enak ada ayamnya, mie, sama sambel. Ada nugget juga,” ungkapnya.

Koordinator Humanity Food Truck Ryan Andriana mengatakan, aksi truk ini akan berlangsung selama delapan hari di wilayah terdampak bencana banjir bandang Lebak. Tiap harinya seribu porsi akan dihidangkan. “Setiap hari juga kami akan distribusikan makanan siap santap untuk penuhi kebutuhan pangan warga,” jelas Rian. (*)

15,308 kali dilihat, 120 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca