Menu

Jadi Marbot Masjid, Mahasiswa asal Lampung Lulusan Terbaik IPB

  Dibaca : 474 kali
Jadi Marbot Masjid, Mahasiswa asal Lampung Lulusan Terbaik IPB
Ikhsan Suhendro (berkacamata) mahasiswa IPB asal Lampung yang jadi lulusan terbaik (Foto: Istimewa)

Lampung.co – Lampung patut berbangga. Pemuda asal provinsi berjuluk ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’ menjadi lulusan terbaik di Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Fakultas Peternakan.

Ikhsan Suhendro (23) menjadi lulusan terbaik IPB dengan indek kumulatif 3,71 pada wisuda tahap IV tahun akademik 2017/2018.

Dia lulus seleksi SNMPTN melalui jalur undangan program Bidikmisi dari pemerintah. Selain berkuliah, Ikhsan juga aktif berorganisasi.

Hebatnya lagi, pemuda Lampung ini tidak gengsi menjalani profesi sebagai marbot (penjaga) Masjid Al Hurriyah, Kampus Dramaga.

“Menjadi marbot Masjid selain menjadi wadah pengembangan bakat, dan pengembanan amanah, juga mendapat mess (asrama) gratis,” kata Ikhsan, seperti dilansir Republika, Jumat (23/3/2018).

Dituturkannya, ketika diterima masuk IPB, Ikhsan mendaftar sebagai marbot di Masjid Al Hurriyah. Profesi itu dijalaninya dari 2014 hingga 2017.

Memilih menjadi marbot Masjid dilakukannya untuk meringankan beban orangtuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu untuk memenuhi hasratnya yang gemar berorganisasi.

Sebagai anak seorang sopir angkut perkebunan, dan ibunya sudah meninggal dunia, Ikhsan membiayai kuliah selain dari program Bidikmisi juga dari biaya orangtua angkat.

Semasa ibunya masih hidup, pernah berpesan agar dirinya hidup menjadi orang yang prihatin.

“Satu nasehat ibu saya, kamu harus hemat-hemat, jangan kebawa temen yang boros,” kata Ikhsan, menyampaikan pesan almarhumah ibunya.

Menurutnya banyak manfaat yang ia dapatkan selama berkuliah dan menjadi marbot masjid kampus.

Menjadi marbot masjid kampus IPB berbeda dengan kampus lainnya. Karena kepengurusan kelembagaan masjid dan tim kebersihan sudah ada orangnya dan tersusun rapi.

Tugas marbot adalah menjadi panitia di hari besar agama Islam, pemakmuran masjid, pengelolaan kajian rutin, dan pengembangan bakat diri.

“Selain bisa mengerjakan ibadah sunnah, manfaat lainnya bisa shalat berjamaah, dan menjaga ikatan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat hingga sekarang,” katanya.

Selama menempuh pendidikan di IPB, Ikhsan selalu memegang nasehat salah satu ustadznya, yang mengatakan sebagai aktivis dakwah harus berprestasi, agar dakwah yang disampaikan didengar.

“Jika belajar adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah,” kata Ikhsan mengulang pesan ustadznya.

Selama masa perkuliahan Ikhsan aktif di berbagai organisasi kampus. Di antaranya Binera (2013-2017), hingga menjadi Ketua Hubungan Luar an Multimedia (2016), Divisi Kewirausahaan Himaproter (2015), Ketua Reporter Majalan Emulsi (2015-2016), dan Ketua Kajian Strategis serta Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan (2016).

Ia juga meraih beberapa prestasi seperti juara pertama Debat Fakultas Peternakan (2014), juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah di Universitas Pendidikan Ganesha Bali (2015), dan juara pertama Kompetisi Lomba Karya Tulis di Universitas Pdjajaran (2016).

Lulus dengan indek kumulatif 3,71 menghantarkan Ikhsan sebagai lulusan terbaik dari Fakultas Peternakan IPB. Setelah lulus ia bercita-cita menjadi seorang pengusaha unggas.

“Cita-cita saya ingin menjadi seorang profesional perunggasan (poultryman), dan penulis aktif di majalah nasional,” katanya.

Saat ini Ikhsan telah bekerja sebagai karyawan di perusahaan perunggusan multinasional, menjabat sebagai Management Trainee Supervisor.

Ikhsan menilai IPB merupakan kampus rakyat yang membantu pemuda daerah yang tidak cukup biaya untuk bisa berkuliah.

“IPB menjadi rumah kedua untuk menuntut ilmu dan menggapai cita-cita,” ujar dia. (*/Rus)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional