Menu

Ini yang Dibicarakan Menteri Ketenagakerjaan dengan Penyandang Difabel

  Dibaca : 407 kali
Ini yang Dibicarakan Menteri Ketenagakerjaan dengan Penyandang Difabel
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri berbincang dengan kaum difabel di angkringan (Dok. Kemnaker)

Lampung.co – “Kami punya potensi. Kami juga bekerja. Kami berharap pemerintah memberikan akses pelatihan ketrampilan kerja,” kata Suwarji, seorang penyandang difabel (tuna daksa) yang setiap hari bekerja di sebuah tailor jasa kepada Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Tak hanya Suwarji, kesempatan berbicara dengan Hanif juga dilakukan Supono Duta. Keduanya meminta akses pelatihan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja bagi difabel. Selain keduanya juga ada Aprilian Bima, mahasiswa Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Solo yang juga penderita tuna rungu.

Berdasarkan laman Detikcom, dalam keterangan tertulis dari Kemnaker, Rabu (08/11/2017), permintaan itu diutarakan saat Suwarji dan Supono bertemu Hanif di Rumah Bloger Indonesia (RBI), kawasan Jajar, Solo, Jawa Tengah, Selasa (07/11/2017). Hanif, Suwarji, dan Supono bertemu santai sambil menikmati hidangan ala angkringan.

Selain pelatihan, pemerintah juga diharapkan memberikan akses permodalan dan bantuan alat kerja. Alasannya, dengan keterbatasan fisik banyak kaum difabel yang lebih nyaman bekerja secara mandiri.

Suwarji ketika ditanya, jenis pelatihan apa yang paling dibutuhkan para difabel di Solo? Dengan mantap ia menjawab pelatihan menjahit, IT atau programmer. Sementara, Aprilian Bima dan beberapa rekannya ingin mendapatkan pelatihan keterampilan membuka kafe.

Setelah mendengarkan masukan apa saja yang diperoleh, Mentri Hanif pun menjawab beberapa langkah yang bisa diambil pemerintah, yakni pertama atas masukan Suwarji, Hanif menyatakan akan menjadikannya sebagai masukan penting dalam pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK).

Sedangkan atas keinginan Bima, Hanif menawarkan pelatihan barista kepada para penyandang tuna rungu. “Kemnaker punya program pelatihan barista dan pelatihan keterampilan lain untuk memperluas kesempatan kerja,” ucap Hanif.

Melalui bantuan penterjemah bahasa isyarat, Bima girang dengan tawaran tersebut. “Iya kami mau mengikuti pelatihan menjadi barista,” kata Bima dengan bahasa isyarat.

Keinginan tersebut sejalan dengan rencana Bima yang juga sebagai Ketua Gerakan Kesejahteraan untuk Tuna Rung Indonesia (Gerkatin) Solo yang sedang getol menyosialisasikan Bahasa Isyarat Indonesia (Basindo) kepada masyarakat sebagai bahasa komunikasi. Di kafe itu, mereka akan mensosialisasikan Basindo. (Net)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional