Menu

Ini 7 Analisis Pengamat Intelijen Seputar Kegaduhan TNI, BIN, dan Polri

  Dibaca : 592 kali
Ini 7 Analisis Pengamat Intelijen Seputar Kegaduhan TNI, BIN, dan Polri
Gambar: medan.tribunnews.com

Lampung.co – Publik dalam negeri dihebohkan oleh kegaduhan dan kekacauan informasi terkait adanya dugaan 5.000 senjata ilegal yang masuk ke Indonesia. Terlebih yang mengutarakan informasi tersebut adalah Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Nurmantyo.

Informasi itu mulai menjadi topik panas di ruang publik sesudah akun Twitter radio Elshinta berkicau mengenai pernyataan dari Panglima TNI.

Dalam kicauan pada tanggal 22 September 2017, Sabtu pukul 12.42 WIB, Twitter radio Elshinta menuturkan, Panglima TNI menyebut ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5.000 senjata secara ilegal.

Namun, tak ada informasi lebih lanjut mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan.

“Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros),” demikian tweet radio Elshinta.

Unggahan itu segera saja menggegerkan dunia maya, membuat publik mengira-ngira dan berspekulasi liar.

Keadaan yang terjadi di ruang publik ini membuat pengamat intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib angkat suara.

Menurut Ridlwan, ada pihak ketiga yang coba untuk membenturkan antara Panglima TNI, Kepolisian Republik Indonesia biasa disingkat Polri, dan Badan Intelejen Negara atau BIN.

Berikut ini penjelasan dan analisis dari Ridlwan, dikutip dari Tribunnews.com:

 

Adu domba menggunakan media sosial

Ridlwan menyebutkan jika metode adu domba ini dilakukan lewat media sosial.

“Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos, ” ungkap Ridlwan kepada Tribunnews.com, Senin (25/9/2017).

Ridlwan memaparkan, pada tanggal 23 September sekitar pukul 22.00 WIB muncul tagar di media sosial #PanglimaTantangBIN.

Bahkan tagar itu sempat menjadi trending topik di Twitter.

 

Serangan melalui auto bot

Menurut alumni S2 Kajian Intelijen UI, serangan di media sosial tersebut dilakukan dengan menggunakan auto bot.

Artinya, trending topik itu tidak benar-benar dikicaukan oleh akun asli.

“Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun akun asli, ” ucap Ridlwan.

Berdasarkan hasil pelacakannya, website perangbintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat.

“Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan,” tambaj Ridlwan.

 

Beredar di WhatsApp grup

Tak hanya berhenti sampai di Twitter, serangan di media sosial tersebut bergulir terus sampai ke aplikasi percakapan, WhatsApp.

Tertanggal 24 September 2017, isu itu kian memanas setelah beredar berita lewat WhatsApp group yang mengutip situs perangbintang.com.

Mengutip dari Tribunnews.com, dalam berita itu terdapat wawancara Kepala BIN, padahal wawancara itu fiktif dan tidak pernah terjadi, tidak jelas pula lokasi terjadinya wawancara tersebut. Maksudnya jelas untuk fitnah dan menyesatkan.

 

Akun anonim

Selain BIN, terdapat juga akun-akun anonim yang memanaskan situasi. Akun anonim itu seakan menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan menyebarluaskan gambar-gambar hoax, semisal gambar tumpukan senjata AK 47 yang disebut milik Polri.

“Setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata di konflik Yaman tahun 2016. Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoax,” ujarnya.

 

Kepentingan asing

Isu yang diembuskan ini adalah upaya untuk membuat suasana Indonesia menjadi gaduh dan menaruh curiga kepada kepolisian, BIN dan TNI. Padahal hubungan ketiga instansi itu baik-baik saja.

Menurut Ridlwan, dalang dari upaya pecah belah ini adalah pihak asing. Namun, ia tidak memaparkan lebih rinci terkait pihak asing tersebut.

“Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, Kepala BIN, Kapolri harmonis dan baik baik saja, ” tukasnya.

Selain agar menghilangkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah, Ridlwan meyakini, tujuan pihak asing itu adalah untuk mengganggu pembangunan di Indonesia.

“Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah, ini sangat berbahaya, ” imbuhnya.

 

Tanggapan atas respons Menkopolhukam

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto telah menegaskan bahwa hal tersebut hanya terkait komunikasi yang belum tuntas. Tanggapan itu menurut Ridlwan, merupakan tindakan yang tepat.

“Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai, ” ujar Ridlwan.

 

Bijak menyebar kabar di media sosial

Ridlwan pula mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyebar informasi di media sosial. Informasi yang bersifat provokatif dan memecah belah akan membuat Indonesia lebih gampang dihancurkan.

“Bangsa ini kuat kalau bersatu, kita akan hancur jika dipecah belah dan diadu domba. Indonesia musti bersatu,” ungkapnya.

Tiap institusi intelijen juga memiliki tugas dan kewenangan masing-masing.

“Intelijen TNI adalah intelijen tempur untuk kepentingan military intelligence . Tugasnya adalah memastikan pertahanan nasional kuat dari kemungkinan serangan pihak asing, berapa kekuatan senjata Singapura, berapa kapal selam Australia, itu salah satu contoh tugas intelijen tempur, ” paparnya.

Ridlwan mengingatkan, dalam tugas intelijen berposisi sebagai single user atau pengguna tunggal.

“Intelijen negara usernya adalah Presiden. Baik itu yang berdinas di intelijen militer /Bais maupun intelijen Polri dan intelijen BIN sama sama bertanggung jawab pada satu pengguna yakni Presiden,” pungkasnya. (Erwin/tribunnews.com)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional