Menu

Frans Agung Tanggapi Serius Kejadian KLB Gizi Buruk di Papua

  Dibaca : 61 kali
Frans Agung Tanggapi Serius Kejadian KLB Gizi Buruk di Papua

Lampung.co – Legislator DPR RI asal Lampung Frans Agung MP Natamenggala kritisi kasus meninggalnya 24 anak suku Asmat Papua akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) campak disertai gizi buruk harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sebab, atas kejadian tersebut ancaman penyakit yang mengakibatkan kematian ini harus benar-benar mendapat cermatan dan penanganan yang di luar kebiasaan. Sebab ihwal gizi buruk ini telah mengancam kelangsungan hidup anak-anak di Papua sebagai akibat kurangnya asupan makanan bergizi.

Bahkan, menurutnya, h yang membuat Indonesia sedih adalah banyak di antara korban meninggal itu adalah anak-anak. Mengapa hal nahas ini bisa terjadi di tanah Papua yang kaya emas? Selain itu, kasus tersebut dilaporkan terjadi hanya dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Berdasarkan laporan yang dirilis kompas, Sabtu (13/1/2018) jumlah korban akibat kasus tersebut bisa jadi bertambah lantaran masih ada penderita campak yang dirawat di Rumah Sakit Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. Maka dari itu, anggota Komisi IX DPR RI itu pun angkat bicara.

Ketua Bidang Kesehatan & Medis PPK Kosgoro ini juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat penanganan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat, Papua. Hal ini dilakukan agar, tidak lagi ada korban yang berjatuhan akibat kekurangan asupan gizi.

“Kejadian bencana kesehatan di Asmat ini jelas telah melukai hati bangsa Indonesia. Dan ini bukti kalau hak dasar warga Indonesia atas akses Kesehatan belum terpenuhi,” ujarnya, saat ditemui di Bandar Lampung, Sabtu, (13/1/2018).

Frans Agung menuturkan, dengan kejadian yang menimpa di Asmat Papua menandakan bahwa saat ini masih banyak warga Indonesia belum mendapatkan imunisasi. “Ini menandakan bahwa Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia tidak sampai 100 persen,” ucapnya.

Tentu ini, lanjut Frans Agung, pemerintah lamban dalam mengantisipasi adanya kasus seperti ini. “Pemerintah sudah seringkali diingatkan supaya pelayanan kesehatan harus dioptimalkan dan merata,” tuturnya.

Politisi muda ini melanjutkan, bahwa tidak logis dan rasional pemerintah mengaku sudah melakukan pemenuhan hak dasar warga akan akses kesehatan. Namun faktanya masih banyak warga belum terpenuhi hak dasar itu. “Jangan sampai kejadian di Asmat, Papua juga terjadi di daerah lain. Apalagi sekarang banyak warga terjangkit kasus Difteri. Ini harus segera dilakukan pencegahan dini,” ucapnya.

Untuk itu, Frans Agung mendesak pemerintah untuk meningkatkan kepedulian, sosialisasi, dan cepat tanggap mengantisipasi berbagai ancaman kesehatan di tengah masyarakat. (Rls)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional