Menu

Fakta Terbaru Di Balik Tewasnya 3 Personel Brimob di Blora

  Dibaca : 224 kali
Fakta Terbaru Di Balik Tewasnya 3 Personel Brimob di Blora

Lampung.co – Tragedi tewasnya 3 personel Brimob akibat penembakan dan bunuh diri terjadi di Blora Jawa Tengah, Selasa (10/10) petang lalu. Beberapa fakta dan kesaksian terbaru terungkap.

Kejadian ini terjadi di proyek Sarana Gas Trembul (SGT-01) yang tak lain merupakan perusahaan pengeboran minyak bumi di bawah PT Pertamina EP.

Suara rentetan tembakan memecah suasana petang saat itu. Sejumlah pekerja yang tengah menggelar rapat tak menaruh curiga, mereka menyangka suara itu berasal dari tembakan pemburu burung.

Hingga rapat selesai, salah seorang pekerja yang telah meninggalkan lokasi rapat kembali lagi dengan wajah ketakutan. Dengan suara terbata-bata, pekerja tersebut mengaku kepada teman-temannya, dia telah melihat mayat tergeletak bersimbah darah di tengah jalan proyek. Pada pekerja yang masih bertahan di kantor segera berhamburan.

“Langsung para pekerja membubarkan diri. Ada yang lihat, ada yang menyelamatkan diri. Saya lihat sendiri mayat Supriyono tersungkur di jalan dengan bersimbah darah,” ungkap salah seorang pekerja, Aminudin ketika berbincang dengan wartawan di lokasi proyek, Rabu (11/10/2017) sebagaimana dikutip dari detik.com.

Aminudin menyatakan dia melihat keadaan Ahmad Supriyono bertelanjang dada, cuma mengenakan celana jeans pendek. Lalu juga ditemukan jenazah Budi Wibowo (30) yang masih mengenakan sarung.

Mereka kebingungan tak mengerti apa yang sedang terjadi. Hingga saat kondisi mulai tenang, diketahui kedua orang tersebut merupakan korban penembakan oleh temannya sendiri Bripka Bambang Tejo.

Pagi sehari setelah peristiwa ini terjadi, Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Condro Kirono melakukan jumpa pers di Akpol Semarang. Kepada wartawan Condro menerangkan kronologi peristiwa ini.

Ketika peristiwa itu terjadi, ketiga anggota Brimob yang sedang berjaga di lokasi adalah rigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Bripka Bambang Tejo (36). Condro Kirono memaparkan mereka memang bertugas mengamankan proyek vital nasional di situ.

Berdasarkan keterangan saksi, Brigadir Muhadi, tidak terjadi cekcok antara tiga orang itu sebelum dirinya pergi meninggalkan barak untuk mandi. Namun sewaktu sedang di kamar mandi terdengar dentuman senjata api sebanyak 2 kali.

Muhadi lantas segera menuju lokasi untuk memeriksa apa yang terjadi. Namun ia dicegah Bripka Bambang Tejo dan disuruh pergi. Usai Muhadi menjauh terdengar bunyi tembakan satu kalo dari lokasi Bripka Bambang Tejo. Ketika dicek, Bripka Bambang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Sementara itu di dekatnya terapat senjata AK 101 dan dua Brimob lainnya juga ditemukan tergeletak.

Condro Kirono mengungkapkan penyesalannya. Soal peristiwa di lokasi yang seharusnya dijaga itu, dia mengaku segera melakukan evaluasi termasuk evaluasi internal terhadap anggotanya.

“Motifnya sampai tadi pagi (Rabu 10/10), dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” tukas dia.

Ketiga jenazah personel Brimob tersebut diautopsi di RSUD Dr R Soetijono sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Penguburan berlangsung tertutup. Wartawan dilarang mendekati rumah duka ataupun area pemakaman yang telah dijaga sejumlah personel polisi. (Erwin/detik.com)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional