fbpx
Connect with us

Nasional

ICW Khawatirkan Pembentukan Densus Tipikor Akan Menimbulkan Masalah Baru

Published

on

Pembentukan Densus Tipikor

Lampung.co – Emerson Yuntho, selaku Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indoensia Corruption Watch (ICW) menyebutkan ada beberapa masalah krusial yang mesti diperhatikan dalam pembentukan Densus Tipikor. Apabila tak menjadi perhatian seksama, sambung dia, ada kemungkinan pembentukan Densus Tipikor malah menjadi masalah baru.

“Pertama belum ada kajian, kemudian landasan hukumnya belum kuat,” kata dia saat ditemui dalam sebuah acara diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (21/10) sebagaimana dikutip dari republika.co.id.

Dia menuturkan, ada kemungkinan Densus dibentuk dengan menggunakan keputusan presiden atau Instruksi presiden. Soal ruang lingkup yang belum jelas juga menjadi salah satu hal yang dipertanyakan dari pembentukan Densus Tipikor.

Emerson juga mempertanyakan terkait gagasan Densus Tipikor yang disebutnya masih abu-abu sehingga malah dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru.

Dia meggambarkan, jika Densus telah terbentuk, akan ada tiga badan di Polri yang bertanggungjawab soal Tipikor, di antaranya adalah Saber Pungli, Densus, dan Satgasus.

“Apa enggak kontraproduktif,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, momentum pembentukan Densus menurutnya kurang tepat. Karena, kata dia, di waktu yang bersamaan sedang digulirkan wacana pula, apabola Densus berhasil, maka KPK akan ditiadakan.

Lalu isu krusial terakhir, Emerson mengungkapkan adanya hambatan dari Undang-Undang KPK. Undang-Undang itu, ujar dia, memberikan jalan mulus pemeriksaan KPK guna memeriksa. Dengan dibentuknya Densus, maka dikhawatirkan undang-undang itu tidak terpakai lagi.

“Nah, problem itu kalau enggak diselesaikan akan menambah masalah,” kata Emerson.

Sementara itu, mantan Ketua KPK Abraham Samad juga telah menyatakan pendapatnya terkait pembentukan Densus Tipikor. Menurutnya, ada baiknya Polri mengoptimalkan satuan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Mabes Polri dan satuan tindak pidana korupsi daerah dalam rangka memberantas korupsi.

“Jadi mubazir menurut saya, karena polisi sudah punya itu [Direktorat Tindak Pidana Korupsi). Jadi hemat saya harusnya direktorat Tindak Pidana Korupsi yang dioptimalkan,” kata Samad, Kamis (19/10/2017) seperti dikutip dari tirto.id.

Ia juga menilai, optimalisasi pun bisa beragam bentuk. Contohnya dengan penguatan karakter dan profesionalisme penyidik Dirtipikor Bareskrim. Hal tersebut dapat menjadi bentuk optimalisasi ideal ketimbang membangun satuan baru atau merombak satuan yang ada. (Erwin/republika.co.id/tirto.id)

427 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Mirip di UIN Lampung: Prank Ulang Tahun Berakhir Tragis, 2 Remaja Tewas Tenggelam

Published

on

Prank Maut
Prank Maut di di Underpass Kulur, Kecamatan Temon, Kulon Progo | Foto: Ist.

Lampung.co – Kegiatan prank (gurauan) kembali memakan korban. Peristiwa prank maut yang berlokasi di Underpass Kulur, Kecamatan Temon, Kulon Progo menyebabkan 2 (dua) korban jiwa. Kejadian naas ini serupa yang terjadi di Embung UIN Raden Intan Lampung.

Dua orang remaja tewas tenggelam di Underpass Kulur Kulon Progo, usai salah seorang di antaranya mendapat prank ulang tahun. Saat itu ada tujuh orang remaja sedang duduk-duduk di dinding underpass.

Rian Haryanto (15) yang saat itu sedang berulang tahun didorong oleh teman-temannya ke underpass yang sedang tergenang air. Rian akhirnya tercebur ke dalam genangan yang ternyata kedalaman airnya lebih dari tiga meter.

Melihat Rian yang tidak bisa berenang dua orang temannya yakni Ramli (15) dan Tegar (16) akhirnya menceburkan diri untuk menolong Rian. Sedangkan remaja lainnya yang masih ada di atas underpass meminta pertolongan warga.

Warga akhirnya berhasil menolong Ramli dalam kondisi pingsan. Sedangkan Tegar dan Rian sudah meninggal dunia. Polisi telah menyelidiki kasus ini. Kapolsek Temon Kompol Hery Setyo Budi mengungkap polisi sudah memeriksa sejumlah saksi.

“Sengaja diceburkan, untuk surprise, dia kan ulang tahun,” kata Hery kepada wartawan, Santu (22/2/2020) malam.

Salah seorang kerabat Rian, Riyanto, mengatakan keluarga korban sudah menyiapkan pesta kecil di rumahnya di Sogan, Wates. Yakni dengan menyiapkan nasi tumpeng dan ikan bakar.

Rencananya makanan ini akan dihidangkan dalam perayaan ulang tahun Rian dengan mengundang teman-temannya. “Itu sudah disiapkan, tetapi Rian tidak berkenan dan malah pergi dengan teman-temannya,” jelas Riyanto kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Diwawancara terpisah, Ulu-Ulu Kalurahan Kulur (Sie Kesejahteraan Desa Kulur), Kapanewon (Kecamatan) Temon, Sutardi mengatakan kasus tewasnya dua pelajar ini merupakan kejadian kedua di underpass Kulur.

Peristiwa pertama terjadi pada tahun lalu yang menewaskan seorang warga sekitar. Sutardi mengatakan, Underpass Kulur setiap musim hujan selalu tergenang air. Bahkan kedalaman bisa lebih dari tiga meter.

Menurutnya sudah ada mesin pompa air di Underpass Kulur. Namun kapasitas mesin pompa tersebut, kata Sutardi, tidak mencukupi. “Begitu masuk musim hujan, underpass ini akan langsung tergenang,” ujarnya.

Berita ini pertama kali terbit di Berita Media (portal berita sindikasi Lampung.co) pada Senin (24/2/2020).

38,299 kali dilihat, 1,259 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Tujuh Siswa SMPN 1 Turi Meninggal Akibat Kecelakaan Air, Ini Petunjuk Keamanan Susur Sungai

Published

on

Sungai Sempor Sleman
Sungai Sempor Sleman tempat siswa pramuka SMPN 1 Turi melakukan kegiatan susur sungai | Foto: Ist.

Lampung.co – Kegiatan susur sungai oleh siswa-siswa pramuka SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) kemarin diduga belum mendapatkan izin dari sekolah.

Selain itu juga diduga banyak Safety Procedure yang dilanggar dalam kegiatan ekstrem yang disebut sebagai pembentukan karakter itu. Akibatnya, hingga berita ini diturunkan, tujuh siswa dilaporkan meninggal dan tiga belum ditemukan.

Kutua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita sangat menyesali insiden naas tersebut. “Saya merasa prihatin,” kata dia saat dihubungi Lampung.co, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Pada yang sama, Sekjen Global Rescue Network (GRN) itu juga memaparkan beberapa petunjuk praktis keamanan susur sungai. Pertama, kata dia, pelajari sungai dan potensi bahayanya sebelum disusuri.

Kedua, lanjutnya, gunakan perlengkapan standar selama menyusuri sungai. Meskipun tinggi muka air (TMA) kecil, perlengkapan wajib selalu digunakan untuk mengantisipasi naiknya debit air.

“Ketiga, pantau air di hulu sungai selama melakukan kegiatan dan gunakan alat komunikasi yang selalu tersambung dengan pemantau air di hulu selama berkegiatan,” ujarnya.

Yang terakhir, Yuni menyebut, susun rencana penanganan jika terjadi kedaruratan termasuk merencakanan jalur evakuasi hingga fasilitas medis terdekat sesuai dengan tingkat kedaruratan. (doy)

14,328 kali dilihat, 107 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Mengintip Kondisi Terkini Warga Terdampak Banjir Lebak

Published

on

Korban Banjir Lebak Banten
Korban Banjir Lebak Banten | Foto: Ist.

Lampung.co – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak, Banten tepatnya di Kecamatan Sajira masih menyisakan duka bagi warga. Kejadian yang terjadi satu bulan lalu membuat kehidupan warga berubah. Sebagian dari mereka ada yang menumpang di rumah keluarga dan ada juga yang bertahan di bawah tenda pengungsian. Salah satunya ada di Kampung Seupang, Desa Pajagan, Sajira.

Warga yang bertahan di sana hanya mengandalkan bantuan dari dermawan, salah satunya untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Warga di Kampung Seupang misalnya. Warga yang umumnya petani dan memiliki usaha di rumah, kini harus menganggur. Sawah dan modal untuk mereka bekerja terbawa arus banjir. Sekarang, mereka mengandalkan bantuan untuk melanjutkan kehidupan.

Salah satunya adalah Amir. Sejak banjir menghancurkan perkampungan tempat tinggalnya, ia tak dapat bekerja. Lahan persawahan yang digarapnya terendam lumpur bercampur pasir setinggi sekitar 50-100 sentimeter. “Ya sekarang enggak kerja, ya paling nunggu bantuan saja,” kata dia, Sabtu (15/2/2020).

Kondisi seperti ini telah dirasakan Amir dan pengungsi lainnya sejak 1 Januari 2020 lalu. Ketika itu banjir bandang melanda Kampung Seupang yang mengakibatkan sekira 43 rumah, satu sekolah, dan satu masjid hancur. Sebanyak 295 warganya harus mengungsi di kebun bambu yang tak jauh dari lokasi terdampak. Mereka bertahan dengan menggantungkan pada bantuan.

Sabtu kemarin, Aksi Cepat Tanggap (ACT) datang ke Kampung Seupang untuk mendistribusikan paket makanan siap santap dari Humanity Food Truck. Distribusi menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda karena medan yang harus dilalui ke Kampung Seupang tak dapat dijangkau truk berdapur dari ACT ini. Sedangkan proses masak dilakukan di Humanity Food Truck yang diparkir tak jauh dari Alun-Alun Sajira.

Luki, salah satu anak yang mengungsi dari Kampung Seupang mengungkapkan, betapa lezatnya hidangan dari Humanity Food Truck. Lauknya pun beragam. “Enak ada ayamnya, mie, sama sambel. Ada nugget juga,” ungkapnya.

Koordinator Humanity Food Truck Ryan Andriana mengatakan, aksi truk ini akan berlangsung selama delapan hari di wilayah terdampak bencana banjir bandang Lebak. Tiap harinya seribu porsi akan dihidangkan. “Setiap hari juga kami akan distribusikan makanan siap santap untuk penuhi kebutuhan pangan warga,” jelas Rian. (*)

15,303 kali dilihat, 115 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca