fbpx
Connect with us

Nasional

Dari 304 Juta yang Terdaftar; Telkomsel, Indosat, XL Blokir 34,2 Juta Kartu Prabayar

Published

on

Kartu Prabayar

Lampung.co – Ini peringatan bagi kita yang belum meregsitrasi atau mendaftarkan nomor ponsel untuk kartu prabayar. Tiga operator seluler, Telkomsel, Indosat dan XL telah memblokir 34,2 juta nomor kartu prabayar yang belum terdaftar per 13 Maret 2018.

Pada tahap pertama, pemblokiran hanya berlaku untuk panggilan suara dan SMS keluar. Telkomsel telah memblokir 13 juta nomor. Sementara yang sudah terdaftar mencapai 144,2 juta nomor.

“(Untuk nomor yang terblokir) Kami informasikan, karena mereka masih bisa sms (untuk registrasi) ke 4444,” kata Direktur Utama (Dirut) Telkomsel, Ririek Adriansyah, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, seperti dilansir Katadata.com, Senin (19/3/2018).

Ia menyampaikan, pemblokiran yang dilakukannya sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nomor 101 Tahun 2018 perihal pemberitahuan batas akhir registrasi ulang pelanggan prabayar dan penyampaian laporan, serta SE BRTI Nomor 129 Tahun 2018 tentang pemblokiran bertahap kartu prabayar telekomunikasi.

“Sosialisasi sudah dilakukan melalui semua channel sejak 19 Oktober 2017. Channel tersebut di antaranya layanan pesan singkat, situs dan aplikasi, bonus, pendekatan per area, outbound call, TV insertion, serta TV Commercial,” ujar Ririek Adriansyah.

Sementara, Dirut Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi, menyatakan hingga saat ini perusahannya sudah memblokir sebanyak 11,6 juta nomor kartu prabayar. Sedangkan yang diregistrasi, mencapai 99,04 juta nomor.

“Kami harap ke depan penggunaan data kependudukan lebih tertib dan baik,” imbaunya.

Lalu, Direktur Independen XL Yessie Dianty Yosetya menyebutkan, perusahaannya sudah memblokir 9,6 juta nomor kartu prabayar. Sedangkan yang mendaftar, jumlahnya sudah mencapai 41,03 juta nomor.

Secara total, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mencatat, sudah ada 304,86 juta nomor yang terdaftar per 13 Maret 2018.

Selain dari ketiga operator tersebut, Smartfren mencatat 6,2 juta nomor sudah teregistrasi. Lalu Hutchinson Tri mencatat 14,4 juta nomor teregistrasi, dan Net1 sebanyak 7,76 ribu nomor.

Adapun blokir tahap kedua, mulai 1 April 2018, layanan yang akan diblokir adalah panggilan suara dan SMS yang masuk.

Apabila masih belum juga mendaftarkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), pemerintah dan operator seluler akan memblokir data internet pelanggan kartu prabayar pada 1 Mei 2018. Pada saat itu pula, nomor akan terblokir total. (Net/Rus)

18 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Masalah Karhutla, Kabut Asap, Ancaman ISPA dan ‘Lip Service’ Jokowi

Published

on

Jokowi dan Karhutla

Lampung.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia masih semakin memburuk. Upaya pemerintah menekan titik panas dan menghilangkan asap mulai menemui jalan buntu.

Musim kemarau panjang yang terjadi di tahun ini, tak hanya menjadi pemicu kebakaran, namun juga memperburuk situasi ini. Provinsi Riau menjadi daerah dengan kebakaran yang paling parah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Karhutla yang terjadi semakin hari mekin memburuk tak terlepas dari sumber kebakaran yang merupakan area gambut.

“Lahan gambut yang terluas terbakarnya, itu ada di Riau. Mencapai 40 ribu hektare,” kata Doni saat konferensi pers di Graha BNPB, di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019) lalu.

Doni mengaku memadamkan api di lahan gambut bukan pekerjaan mudah, banyaknya armada tak menjamin api bisa cepat padam. Akibatnya, asap dan polutan di Provinsi Riau semakin memburuk.

Tak hanya serangan penyakit ISPA yang mengancam masyarakat, fasilitas umum seperti sekolah hingga bandara terpaksa berhenti beroperasi akibat asap ini.

Ribuan warga Riau menjadi korban infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena kabut asap. Beberapa di antaranya pingsan dan sesak napas karena menghirup udara level berbahaya.

Situasi yang terjadi saat ini hampir sama dengan 2014 dan 2015, di mana kala itu pendidikan lumpuh, aktivitas bandara terganggu, dan banyak warga mengungsi ke luar Provinsi Riau.

Kondisi ini membantah pernyataan Jokowi yang mengklaim selama tiga tahun terakhir kepemimpinannya kebakaran hutan di Indonesia turun drastis hingga 85 persen lebih.

Hal tersebut diungkapkannya saat meralat ucapannya yang mengklaim tidak ada Karhutla dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua calon presiden, Minggu (17/2/2019) silam.

“Saya sampaikan kami bisa mengatasi kebakaran dalam tiga tahun ini, artinya bukan tidak ada, tapi turun drastis, turun 85 persen lebih,” katanya di Pandeglang, Banten, Senin (18/2/2019).

Terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan itu, Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas meminta Presiden Joko Widodo turun langsung dalam menangani Karhutla.

Arie juga menyinggung soal pernyataan Jokowi yang akan mencopot sejumlah pejabat tinggi Polri dan TNI jika gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya hanya sebatas janji di mulut.

Pasca kebakaran tahun 2015, lanjutnya, Presiden Jokowi selalu menyatakan ancaman yang sama, faktanya kebakaran terus terjadi dan tidak ada orang yang di copot karena kelalaiannya.

“Ini hanyalah lip service yang diucapkan tanpa ada tindakan nyata dari presiden sebagai kepala negara,” ujarnya dikutip dari Tempo.co, Minggu (15/9/2019).

Selain itu, dia juga mengingatkan kembali agar Pemerintah mematuhi putusan MA atas gugatan warga negara menyatakan bahwa pemerintah bersalah karena gagal mencegah kebakaran hutan pada 2015. (*)

10,712 kali dilihat, 105 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pernah Menjabat Kapolres Lampung Timur, Ini Perjalanan Karir Ketua KPK Firli Bahuri

Published

on

Firli Bahuri

Lampung.co – Sejak awal muncul dalam seleksi Calon Pimpinan (Capim) KPK, nama Firli Bahuri sudah kontroversi. Namun jenderal bintang dua Polri itu resmi terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Tak hanya mendapatkan perolehan suara terbanyak dalam pemilihan pimpinan KPK, anggota Polri itu mendapat suara bulat dari 56 anggota Komisi III DPR yang ikut voting. Dengan begitu, Irjen Firli Bahuri pun terpilih menjadi Ketua KPK yang baru.

“Menyepakati untuk menjabat pimpinan ketua KPK masa bakti 2019-2023 sebagai ketua adalah Firli Bahuri,” kata Pimpinan Komisi III DPR Aziz Syamsudin, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Kontroversi nama Firli datang dari luar maupun dari dalam tubuh KPK. Sebanyak 500 pegawai KPK telah menandatangani penolakan Capim KPK Irjen Firli untuk menjadi pimpinan KPK peridoe 2019-2023.

Terpilihnya Mantan Kapolres Persiapan Lampung Timur ini rupanya memicu pro dan kontra. Firli disebut-sebut diduga melakukan pelanggaran etik saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Firli diduga telah melanggar kode etik dengan bertemu Tuan Guru Bajang (TGB) yang berkapasitas sebagai saksi dalam kasus dugaan suap PT Newmont.

Bahkan Komisioner KPK Saut Situmorang menegaskan, terdapat dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh mantan Deputi Bidang Penindakan KPK tersebut.

“Perlu kami sampaikan hasil pemeriksaan direktorat pengawasan internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat (terhadap Firli),” kata Saut dipetik dari liputan6.com.

Lepas dari tiu semua, berikut berikut perjalanan sosok KPK periode 2019-2023 Irjen Firli Bahuri yang lahir di Prabumulih, Sumatera Selatan, 7 November 1963.

Ia pertama kali menjadi anggota Polri sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Firli kemudian masuk di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997. Pada 2004, dia kemudian menempuh Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimen).

Pada 2001, Firli menjabat Kapolres Persiapan Lampung Timur. Kariernya berlanjut dengan ditarik ke Polda Metro Jaya menjadi Kasat III Ditreskrimum pada 2005-2006.

Selanjutnya dua kali berturut turut menjadi Kapolres, yakni Kapolres Kebumen dan Kapolres Brebes pada 2008 saat pangkatnya masih AKBP.Karirnya semakin moncer ketika ditarik ke ibu kota menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat, tahun 2009 lalu.

Kepercayaan terus mengalir padanya ketika didapuk menjadi Asisten Sespri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2010. Keluar dari Istana, lantas memegang jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng tahun 2011.

Firli kembali ke Istana dan kali ini menjadi ajudan Wapres RI tahun 2012, saat itu Boediono. Dengan pangkat komisaris besar, membawanya Firli menjabat Wakapolda Banten tahun 2014.

Firli juga sempat mendapat promosi Brigjen Pol saat dimutasi jadi Karo Dalops Sops Polri pada 2016. Setelah itu, bintang satu (Brigjen) berada di pundaknya kala menjabat Wakapolda Jawa Tengah pada 2016. (*)

22,811 kali dilihat, 27 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Wakil PM Singapura: BJ Habibie akan Dikenang oleh Rakyat Indonesia dan Dunia

Published

on

Bacharuddin Jusuf Habibie

Lampung.co – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean merasa sedih saat mengetahui bahwa Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie telah tiada.

Tampaknya Teo memiliki jalinan hubungan yang baik dan kesan mendalam terhadap mendiang BJ Habibie. Dalam akun Facebook miliknya, Teo merasa kaget saat dirinya tengah menuju Jakarta.

“Saya sangat sedih saat tahu mantan Presiden RI BJ Habibie wafat, informasi ini saya peroleh saat saya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk kunjungan kerja,” kata dia.

Sesampainya di Jakarta, Menteri Senior Singapura itu pun langsung melayat ke kediaman sosok yang akrab disapa Eyang Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/9/2019) petang.

Dirinya mengaku ingin memberikan penghormatan terakhirnya kepada sosok yang selama ini ia kenal sebagai seorang negarawan sekaligus mengucapkan duka cita kepada keluarga Eyang Habibie.

“Saya datang ke kediamannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya,” jelas Teo dikutip dari kontan.co.id.

Ungkapan duka cita langsung Teo Chee Hean sampaikan kepada kedua putra BJ Habibie, yakni Ilham Habibie dan Thareeq Habibie.

Ia meyakini bahwa tokoh bangsa yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi itu akan terus dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia dan dunia karena memimpin Indonesia dalam melewati masa sulit.

Selain itu juga, Eyang Habibie juga merupakan sosok yang dikenal sangat cinta pada tanah air, pembuka pintu demokrasi dan tokoh jenius dalam bidang teknologi khususnya kedirgantaraan.

“Beliau akan dikenang karena memimpin Indonesia selama melewati periode sulit, rasa cintanya kepada negara, hasratnya pada dunia teknik pesawat terbang,” kata Teo.

Diketahui, Eyang Habibie merupakan lulusan Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen Jerman. Sejak awal September 2019, ia dirawat secara intensif di RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kondisi Eyang Habibie sebelumnya dikabarkan membaik dalam perawatan intensif di rumah sakit itu, namun kembali mengalami penurunan kondisi. Ia pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 83 tahun. (*)

4,672 kali dilihat, 19 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca