fbpx
Connect with us

Lampung

Puluhan Sapi di Lampung Mati Mendadak Akibat Virus Jembrana

Published

on

sapi mati terkena virus jembrana

Lampung.co – Diduga terserang virus jembrana, puluhan sapi Bali di Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang, Lampung mati mendadak. Penyebaran virus jembrana atau juga dikenal sebagai penyakit keringat darah ini tergolong cepat.

Sebagian besar sapi yang mati mendadak dilepasliarkan peternak. Kerugian akibat serangan virus jembrana di Tulangbawang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Virus jembrana awalnya terdeteksi pada 14 Maret lalu di Desa Labuhanbatin, Way Serdang, Mesuji, kemudian menjalar ke Kabupaten Tulangbawang.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung mendapat laporan virus jembrana telah menginfeksi sapi peternak di Kampung Pasar Batang, Penawar Aji, Tulangbawang 19 Maret lalu.

Sedikitnya 30 sapi milik peternak mati mendadak di Tulangbawang tersebar di tiga kecamatan yakni Penawar Aji, Meraksa Aji, dan Banjarmargo.

“Ya benar,  sudah ada laporan. Positif virus jembrana yang diperkirakan sudah menyebar sejak pertengahan Maret,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tulangbawang Sumarno, seperti dilansir jpnn.com, Selasa (3/4/2018).

Dijelaskan, hal ini adalah untuk pertama kalinya ditemukan menyerang sapi peternak di Tulangbawang. Sebelumnya, penyakit ini lebih dulu muncul di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Hingga saat ini, dua kampung diduga telah jadi endemik virus jembrana, yakni Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjarmargo, dan Kampung Pasar Batang di Kecamatan Penawar Aji.

’’Daerah Bujukagung berada di jalur lintas timur. Kemungkinan besar akibat ada warga yang tengah membawa sapi berhenti di situ, kemudian ada lalat atau nyamuk hinggap di sapi yang sakit,” ungkap Sumarno.

Dia mengaku kaget dengan mewabahnya penyakit jembrana di Tulangbawang. Untuk melakukan pencegahan, Dinas Pertanian setempat meminta peternak mengisolasi sapi yang diduga telah terjangkit penyakit.

’’Artinya, di daerah endemik yang sudah terserang penyakit jembrana untuk dikandangkan dan tidak dilepasliarkan lagi,” imbau Sumarno.

Penyebab penyakit ini adalah virus. Hewan pengantar virusnya bisa berupa nyamuk atau lalat. Sebab itu peternak harus menjaga kebersihan kandang.

“Agar tidak meluas, kami sudah lakukan penyuluhan dan penyuntikan vitamin,” ungkap Sumarno.

Untuk sementara, sapi dari daerah endemik jembrana seperti Sumatera Selatan dan Jambi dilarang masuk Tuba.

’’Kami akan perketat pos lalu lintas peternakan,” tegasnya.

Dua pos yang berada di Bawanglatak dan Simpang Indo Lampung akan diperketat dengan melakukan pengecekan sapi yang hendak masuk.

“Jadi setiap sapi yang akan melintas kami periksa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) ada atau tidak, asal ternak, dan hal lainnya akan kami awasi terus,” jelas Sumarno.

Dia juga menyatakan telah melaporkan serangan virus jembrana ini ke Balai Veteriner. ’

’Setelah dapat laporan dari masyarakat, kami langsung laporan ke Balai Veteriner, dan mereka turun mengambil sampel. Setelah dicek di laboratorium, positif penyakit jembrana,” terang Sumarno.

Satu peternak yang menderita kerugian akibat virus jembrana yakni Sirod, warga Kampung Batang, Kecamatan Penawaraji. Dua sapi miliknya mati mendadak.

’’Awalnya pada 22 Februari ada sapi yang tiba-tiba sakit. Karena takut mati, dua sapi itu langsung saya potong,” katanya.

Rupanya peristiwa itu berlanjut. Pada 2 Maret lalu, sapi Sirod mati mendadak. Kemudian pada 4 dan 8 Maret berturut-turut dua sapinya sakit.

’’Takut mati lagi, langsung saya potong,” ujar Sirod.

Berdasarkan catatan Ketua kelompok ternak sapi Kecamatan Penawaraji, Eko Agus Susanto, di Penawaraji telah ada 15 sapi yang terjangkit virus jembrana. Saat ini belasan sapi milik para peternak itu sudah dikarantina.

’’Kami berharap ada tambahan bantuan obat-obatan dari pemerintah agar virus tidak menyebar ke sapi lainnya,” pintanya. (*/rus)

563 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 15 November 2019 pukul 07.00 WIB hingga 16 November 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 3 – 15 knots (6 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 23,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 55% – 92%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 65% – 97%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan. Berpotensi hujan ringan di wilayah Mesuji, Tuba, Tubabar, Lamteng, Lamtim, Lamsel

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan. Berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di wilayah Tanggamus, Pesibar, Lambar, Way Kanan, Lampura, Lamteng, Lamtim, Lamsel, Balam, Pesawaran, Pringsewu.

Malam hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

WARNING:

Nihil.

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

511,865 kali dilihat, 3,252 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dugaan Jual Beli Jabatan KPU di Lampung: DPRD Hingga KPU RI Turun Tangan

Published

on

Evi Novida Ginting Manik

Lampung.co – Meskipun komisioner KPU provinsi Lampung Esti Nur Fatonah telah membantah menerima uang, kasus dugaan jual beli kursi calon komisioner KPU kabupaten/kota di Provinsi Lampung terus bergulir.

Untuk mengkaji laporan Budiono terhadap Esti ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi I DPRD Lampung memanggil pelapor, komisioner KPU Lampung, dan pihak terkait untuk dengar pendapat, Rabu (13/11/2019).

Terkait dugaan Esti telah menerima uang Rp100 juta dari calon komisioner KPU Kabupaten Tulang Bawang berinisial VYP, dihadapan Komisi I pelapor membeberkan rekaman video dan audio termasuk catatan chat media sosial.

Menurut mantan tim seleksi komisioner KPU Lampung itu, perekrutan calon anggota KPU Kabupaten Tulang Bawang tersebut penuh dengan aroma uang sejak penentuan dari 20 besar menjadi 10 Bersar.

“Dalam chat, karena harus membayar uang lagi sebagai tambahan, padahal (yang bersangkutan) bilang sudah tidak punya uang lagi,” kata Budiono yang juga dosen Universitas Lampung dalam rapat dengan yang dipimpin Ketua Komisi I Yozi Rizal.

Dalam kesempatan itu, Komisi I menyatakan dukungan agar kasus tersebut dapat segera dituntaskan secara benar dan terbuka. Intinya, kata Yozi Rizal, jangan sampai yang benar disalahkan, dan yang salah dibenarkan.

“Kita akan kawal kasus ini. Kami support para pelapor dan saksi yang telah berani mengungkap kasus ini. Kita juga akan menyurati KPU RI dan Komisi II DPR RI untuk mengungkap masalah ini,” ungkap Yosi.

Dari dengar pendapat tersebut, ia menilai dalam kasus dugaan jual beli kursi anggota KPU tersebut diduga ada jaringan yang sulit untuk diungkap. “Jaringan ini menggurita dan tersebar di mana-mana,” imbuhnya.

Sementara itu, menindak lanjuti dugaan mafia jual beli jabatan anggota KPU Tulang Bawang, komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyambangi kantor KPU Provinsi Lampung, Kamis (14/11/2019).

Atas kunjungan KPU RI itu, digelar pertemuan secara tertutup di ruang Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami. Dalam pertemuan itu turut hadir pelapor Budiono.

Lalu calon anggota KPU Pesawaran dengan inisial LP dan calon anggota Tulangbawang Barat dengan inisial VYP juga hadir sebagai saksi. Satu persatu saksi dimintai keterangannya. (*)

13,123 kali dilihat, 3,494 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Kesekian Kalinya Nunik Diperiksa KPK, Kali Ini Terkait Aliran Dana ke Mustafa

Published

on

Chusnunia Chalim

Lampung.co – Terkait kasus dugaan suap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik, Rabu (13/11/2019).

Dalam pemeriksaan Nunik yang kesekian kalinya itu, KPK menelusuri adanya dugaan aliran duit untuk pencalonan Mustafa sebagai bakal calon Gubernur Lampung pada Pilkada 2018 silam.

Demikian disampaikan Kepala Biro (Kabiro) hubungan masyarakat (Humas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan pemberian uang untuk rencana pencalonan tersangka MUS (Mustafa) sebagai bakal calon gubernur Lampung tahun 2018,” kata dia.

Namun Febri tidak menjelaskan secara rinci sumber aliran duit ke Mustafa itu. Diduga duit dari pihak yang berada di Lampung Tengah. “Diduga sumber uang adalah dari pihak rekanan di Lampung Tengah,” ujarnya.

Diketahui, Chusnunia Chalim alias Nunik sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi untuk kasus suap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa sejak masih menjabat Bupati Lampung Timur.

Pada tanggal 1 Maret 2019 lalu, Nunik diperiksa sebagai saksi dan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap pengaaan barang dan jasa yang menyeret Mustafa.

Lalu pada 4 Juli 2019, sudah menjabat wakil Gebernur Lampung, politisi PKB itu kembali diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap yang melibatkan Zainudin saat menjabat anggota DPRD Lampung Tengah. (doy)

23,138 kali dilihat, 882 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca