Menu

Puluhan Sapi di Lampung Mati Mendadak Akibat Virus Jembrana

  Dibaca : 542 kali
Puluhan Sapi di Lampung Mati Mendadak Akibat Virus Jembrana
Sapi mati terkena virus jembrana. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung.co – Diduga terserang virus jembrana, puluhan sapi Bali di Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang, Lampung mati mendadak. Penyebaran virus jembrana atau juga dikenal sebagai penyakit keringat darah ini tergolong cepat.

Sebagian besar sapi yang mati mendadak dilepasliarkan peternak. Kerugian akibat serangan virus jembrana di Tulangbawang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Virus jembrana awalnya terdeteksi pada 14 Maret lalu di Desa Labuhanbatin, Way Serdang, Mesuji, kemudian menjalar ke Kabupaten Tulangbawang.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung mendapat laporan virus jembrana telah menginfeksi sapi peternak di Kampung Pasar Batang, Penawar Aji, Tulangbawang 19 Maret lalu.

Sedikitnya 30 sapi milik peternak mati mendadak di Tulangbawang tersebar di tiga kecamatan yakni Penawar Aji, Meraksa Aji, dan Banjarmargo.

“Ya benar,  sudah ada laporan. Positif virus jembrana yang diperkirakan sudah menyebar sejak pertengahan Maret,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tulangbawang Sumarno, seperti dilansir jpnn.com, Selasa (3/4/2018).

Dijelaskan, hal ini adalah untuk pertama kalinya ditemukan menyerang sapi peternak di Tulangbawang. Sebelumnya, penyakit ini lebih dulu muncul di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Hingga saat ini, dua kampung diduga telah jadi endemik virus jembrana, yakni Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjarmargo, dan Kampung Pasar Batang di Kecamatan Penawar Aji.

’’Daerah Bujukagung berada di jalur lintas timur. Kemungkinan besar akibat ada warga yang tengah membawa sapi berhenti di situ, kemudian ada lalat atau nyamuk hinggap di sapi yang sakit,” ungkap Sumarno.

Dia mengaku kaget dengan mewabahnya penyakit jembrana di Tulangbawang. Untuk melakukan pencegahan, Dinas Pertanian setempat meminta peternak mengisolasi sapi yang diduga telah terjangkit penyakit.

’’Artinya, di daerah endemik yang sudah terserang penyakit jembrana untuk dikandangkan dan tidak dilepasliarkan lagi,” imbau Sumarno.

Penyebab penyakit ini adalah virus. Hewan pengantar virusnya bisa berupa nyamuk atau lalat. Sebab itu peternak harus menjaga kebersihan kandang.

“Agar tidak meluas, kami sudah lakukan penyuluhan dan penyuntikan vitamin,” ungkap Sumarno.

Untuk sementara, sapi dari daerah endemik jembrana seperti Sumatera Selatan dan Jambi dilarang masuk Tuba.

’’Kami akan perketat pos lalu lintas peternakan,” tegasnya.

Dua pos yang berada di Bawanglatak dan Simpang Indo Lampung akan diperketat dengan melakukan pengecekan sapi yang hendak masuk.

“Jadi setiap sapi yang akan melintas kami periksa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) ada atau tidak, asal ternak, dan hal lainnya akan kami awasi terus,” jelas Sumarno.

Dia juga menyatakan telah melaporkan serangan virus jembrana ini ke Balai Veteriner. ’

’Setelah dapat laporan dari masyarakat, kami langsung laporan ke Balai Veteriner, dan mereka turun mengambil sampel. Setelah dicek di laboratorium, positif penyakit jembrana,” terang Sumarno.

Satu peternak yang menderita kerugian akibat virus jembrana yakni Sirod, warga Kampung Batang, Kecamatan Penawaraji. Dua sapi miliknya mati mendadak.

’’Awalnya pada 22 Februari ada sapi yang tiba-tiba sakit. Karena takut mati, dua sapi itu langsung saya potong,” katanya.

Rupanya peristiwa itu berlanjut. Pada 2 Maret lalu, sapi Sirod mati mendadak. Kemudian pada 4 dan 8 Maret berturut-turut dua sapinya sakit.

’’Takut mati lagi, langsung saya potong,” ujar Sirod.

Berdasarkan catatan Ketua kelompok ternak sapi Kecamatan Penawaraji, Eko Agus Susanto, di Penawaraji telah ada 15 sapi yang terjangkit virus jembrana. Saat ini belasan sapi milik para peternak itu sudah dikarantina.

’’Kami berharap ada tambahan bantuan obat-obatan dari pemerintah agar virus tidak menyebar ke sapi lainnya,” pintanya. (*/rus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional