Menu

Puluhan Rumah Warganya Terendam Banjir, Ini Curhatan Kades Bandar Agung-Sragi

  Dibaca : 169 kali
Puluhan Rumah Warganya Terendam Banjir, Ini Curhatan Kades Bandar Agung-Sragi
Lampung.co/Yoga Pratama

Lampung.co – “Mobil nggak bisa masuk mas. Di sana banjir. Jalan pun kecil. Tapi masih ada satu lokasi yang bisa buat parkir,” kata seorang pria berpakaian tentara mengarahkan kedatangan Tim dan Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung dan Tim SMP Wiyatama Bandar Lampung untuk menyalurkan donasi korban banjir di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Selasa (13/03/2018).

Saat itu posisi sudah berada di Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, bahkan tentara yang mengarahkan tim pun sudah memberi kabar kepala dusun untuk menyiapkan armada kapal angkut barang dan orang ke pengungsian. Pantauan Lampung.co air di Sungai Way Sekampung mengalir dengan deras. Banjir masih tinggi. Orang-orang pun masih mengungsi.

Tim pun menerobos banjir dengan perahu tua seadanya. Terkadang perahu tak dapat melaju, harus ditarik ataupun didayung, karena mesin perahu nyangkut di wilayah yang ternyata tak dalam. Sebagian tambak udang pun terlihat terendam, bahkan terpantau ada beberapa orang yang mencoba menjaring, memanen tambak yang seharusnya masih beberapa bulan untuk dipanen. Banjir tak diprediksi datang di bulan Maret ini. Warga pun heran dan bingung.

Nyatanya, pengakuan kepala desa setempat, banjir telah berlangsung seminggu. Hanya saja titik terbesar berlangsung tiga hari ini. Banjir besar itu diungkapnya datang dan membuat warga panik. Sebab, tahun sebelumnya banjir yang darang tak pernah sebesar ini.

Kepala desa tersebut diketahui bernama Syamsul Anwar, namanya terlihat jelas pada baju dinasnya. Ia pun banyak bercerita tentang banjir dan keluhan para warganya tersebut. “Di sini ada 87 kepala keluarga (kk) yang terendam. Itu baru satu dusun. Masih ada di dusun lainnya yang terdampak,” kata dia kepada Lampung.co dan tim ACT Lampung.

“Waspada dan air naik sudah satu minggu. Tapi yang masuk klasifikasi banjir baru empat hari ini. ini lebih dalam banjirnya. Kerugian warga kami dampaknya banyak sekali. Kerugian masyarakat kasihan betul. Seharusnya satu bulan lagi panen, eh malah kerendam tambaknya dan habis total,” ceritanya.

Ia berharap ide dan harapan para warga juga di setujui oleh pejabat struktural di atasnya. “Kami sebenarnya ada ide untuk antisipasi banjir yakni dengan membuat benteng di sekitar sungai. Kira-kira 1.500 meterlah. Tidak peelu tanggul yang besar. Cukup benteng saja. Agar tidak tenggelam seperti saat ini,” kata dia.

Namun jika memang tidak juga disetujui, kemungkinan ia akan menggunakan dana desa dan sumbangsih pengusaha di wilayah setempat untuk membantu wilayahnya meminimalisir potensi banjir dengan membuat benteng sepanjang aliran sungai. “Bisa jadi dana desa nanti kita akan gunakan. Ini kan untuk kepentingan masyarakat, saya rasa bisa,” tandasnya. (Goy)

Bagikan yang bermanfaat
  • 1
    Share
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Peringkat Trafik Portal Berita Online Lampung

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional