fbpx
Connect with us

Berita

Lalang Waya Market Season 2 Digelar, Ini Komentar Pengunjung dari Jepang

Published

on

Lalang Waya Market

Lampung.co – Ribuan pengunjung memadati gelaran hari pertama Lalang Waya Market yang diadakan di Taman Gajah, Jumat (8/3/2019) kemarin.

Dari sore hingga malam pengunjung datang silih berganti. Ramai-ramai bersama kawan ataupun bersama keluarga menikmati sajian kuliner dari 49 tenant.

Pengunjung yang hadir di hari pertama, tidak hanya berasal dari Kota Bandar Lampung. Di antara kepadatan pengunjung, ternyata ada wisatawan mancanegara.

Salah satunya adalah Ayuni Osaca, wisman asali Negeri Sakura Jepang yang datang bersama kawan-kawan dan guide-nya.

Kepada panitia Lalang Waya yang menyambutnya, Ayuni mengaku sangat senang melihat festival kuliner yang digagas anak-anak muda.

Selain banyak pilihan kuliner yang bisa dicobanya, suasana keramaiannya juga mengasyikan.

This place and the atmosphere are so exciting, I and friends are really enjoying the food (Tempat ini dan suasananya sangat menarik, saya dan teman-teman benar-benar menikmati kuliner),” ungkap Ayuni dengan bahasa inggria terbata-bata.

Selain itu, Ayuni mengungkapkan, dirinya dan kawan-kawan menyukai beberapa makanan yang ada. Seperti sate padang, gudeg, risoles, cendol, dan kopi gula aren.

Selain itu, Ayuni juga mengutarakan bahwa yang paling ia sukai di Lalang Waya adalah Ice Cream. “Everyone loves ice cream, and so do I. The Ice Cream is so delicious (Semua orang suka es krim, dan begitu juga saya. Es krimnya enak sekali),” ujar Ayuni.

Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung Dito Dwi Novrizal menyambut baik wisman yang hadir di Lalang Waya Market Season 2, kerjasama Genpi Lampung dengan Komunitas Lampung Foodies.

“Ini merupakan salah satu langkah kecil kami sebagai komunitas yang aktif memasarkan pariwisata di Lampung,” kata Dito.

Satu kebanggaan acara Lalang Waya Market, kata dia, didatangi wisman asal Jepang. “Berarti acara kami ini didengar banyak pelaku pariwisata, termasuk guide,” Imbuhnya.

Dito berharap wisatawan lain yang kebetulan sedang jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Lampung juga tertarik untuk datang ke Lalang Waya Market.

Pengamat pariwisata Lampung pemilik akun instagram @kelilinglampung_ dan juga pengurus Genpi Nasional Yopi Pangkey pun turut bersuara.

Menurut Yopie, Lalang Waya Market sudah menjadi atraksi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Selain ragam kuliner yang ditawarkan, lajutnya, suasana ceria dan kreativitas anak muda yang menggagasnya menjadi kekuatan dari Lalang Waya Market.

“Akan sangat bagus rutin diadakan 2-3 bulan sekali, karena warga dan wisatawan luar Lampung bisa merencanakan untuk datang yang sesuai dengan hari pelaksanaan Lalang Waya,” Ujar Yopie.

Yopie juga apresiasi Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata Provinsi Lampung memberi ruang bagi komunitas untuk bertumbuh.

Apalagi, Yopie menerangkan, Lalang Waya Market sudah masuk ke dalam Calendar of Events Pariwisata Lampung 2019.

Menurutnya, ini kolaborasi yang bagus antara komunitas yang aktif di pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Bahkan, tambahnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga apresiasi gelaran Lalang Waya pertama di November 2018 lalu.

“Pak Arief Yahya bilang ada creative value yang diterapkan Genpi Lampung di Lalang Waya Market. Bagus Genpi Lampung mengenalkan nomadic market, puji pak Arief Yahya,” jelas Yopie.

Untuk diketahui, Festival Lalang Waya yang buka dari tanggal 8 Maret – 17 Maret 2019 di Taman Gajah, Enggal, Bandar Lampung. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Terkait Kasus Pembunuhan Sadis di Tanggamus, Ini Keterangan Polisi

Published

on

Pembunuhan di Tanggamus

Lampung.co – Tekab 308 Polres Tanggamus mengamankan seorang pelaku pembunuhan di perkebunan Pekon Tanjung Gunung, Pulau Panggung, Tanggamus yang terjadi pada Minggu (25/8/2019) sore.

Pelaku bernama MS diamankan setelah pihak kepolisian melakukan tindakan persuasif kepada pihak keluarganya pasca pembunuhan yang dilakukan pria berumur 46 tahun itu.

Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, SH. SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan peristiwa pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korbannya Janson Als Acun (45).

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, dan pelakunya sendiri diamankan pada pukul 19.00 WIB,” ungkap AKP Edi Qorinas dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019) petang.

Menurut AKP Edi Qorinas, antara pelaku dan korban yang beralamat Pekon Tekad Pulau Panggung, sebenarnya saling mengenal walaupun korban berdomisili di Natar Lampung Selatan.

“Korban berdomisili di Natar, sore tadi datang bersama teman-temannya ke tempat berlatih ayam, sambil minum-minuman keras,” kata AKP Edi Qorinas.

Kasat Reskrim melanjutkan, ketika pelaku MS datang ke lokasi tersebut, ia mendengar korban cekcok mulut dengan kakak kandung pelaku.

Ketika korban diduga hendak mengeluarkan senjata, kata dia menerangkan, korban langsung dilukai lehernya dari belakang oleh pelaku.

“Senjata yang dimaksud korban tersebut entah ada atau tidak atau sekedar ancaman saja, namun pelaku langsung menyambut leher korban dari belakang,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif Satreskrim Polres Tanggamus guna menguak kejadian sebenarnya.

Sementara, dalam keterangan pelaku MS, mengakui semua perbuatannya secara spontan ketika korban mengancam kakak kandungnya.

“Saya spontan melakukan itu sebab dia mengancam kakak saya,” ucap pria beranak tiga tersebut saat diminta keterangan.

Diketahui sebelumnya, beredar foto korban pembunuhan di Pekon Tanjung Gunung Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus.

Dalam foto itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Korban tergeletak di tanah mengenakan kaos hitam dan celana jins panjang, tanpa alas kaki luka dibagian lehernya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dari Tujuh Laga Kandang, Badak Lampung FC Hanya Kumpulkan Tiga Poin

Published

on

Milan Petrovic

Lampung.co – Badak Lampung FC sempat mengungguli tamunya, Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 di awal babak pertama dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung (25/8/2019).

Namun dalam laga ke-7 Badak Lampung FC dikandang ini masih belum berhasil menorehkan poin penuh dihadapan pendukungnya sendiri setelah Ghozali Siregar menyamakan kedudukan di babak kedua.

Pelatih Badak Lampung FC, Milan Petrovic belum mampu mengubah tradisi “letoy” di kandang yang disandang tim asal Serui, Papua ini sejak awal bermarkas di Bandar Lampung dibawah asuhan Jan Saragih.

Dari tujuh pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda, Badak Perkasa justru lebih banyak mengalami kegagalan, yakni empat kali kalah dan tiga laga lainnya masing-masing mendapat satu poin.

Babak pertama
Di awal permainan, Persib langsung menggebrak tetapi serangan yang dibangun tanpa Ezechiel N’Douassel yang absen karena akumulasi kartu jauh dari kata impresif.

Tuan rumah terpaksa bertahan cukup dalam dan mengandalkan serangan balik. Tak butuh waktu lama, serangan balik Laskar Saburai langsung membuhakan hasil.

Penetrasi Kurniawan Karman yang didorong sebagai gelandang sayap memberikan kesempatan bagi Hariyanto Panto melepaskan tembakan yang gagal dihentikan I Made Wirawan di menit-10.

Tertinggal satu angka, Persib langsung balik menekan namun Jujun Saepulloh memiliki keberanian luar biasa saat menghentikan penetrasi Ghozali Siregar di kotak penalti.

Tekel yang dilakukan tepat mengenai bola dan hanya hasilkan sepakan sudut yang yang didapat Maung Bandung dan masih dengan mudah diamankan.

Ditengah upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan, Hariyanto nyaris kembali mencetak gol di pertengahan babak pertama, bila dirinya berhasil meneruskan sepakan sudut Marquinhos.

Meski dalam keadaan bebas, eks Persigo Gorontalo ini justru luput meneruskan bola dan bola liar yang diteruskan Akbar masih melenceng.

Persib mencoba segalanya untuk segera menyamakan angka, tetapi tak ada satupun bola yang mampu diteruskan ke arah gawang meski telah menembus jantung pertahanan hingga turun minum.

Babak Kedua
Memasuki awal babak kedua permainan berlangsung menarik, jual beli serangan dilakukan kedua tim baik dari Badak Lampung FC maupun Persib Bandung.

Bila Esteban Vizcarra dan Supardi yang memberikan tekanan bagi kubu Maung Bandung, di sisi tuan rumah skema Hariyanto dan Torres berulang kali merepotkan.

Tekanan bertubi-tubi yang dilakukan kubu Persib akhirnya berbuah manis. Kali ini penetrasi Supardi mampu diteruskan Ghozali yang menyelinap diantara pemain lawan di menit-64.

Usai gol Persib tercipta, permainan sempat dihentikan karena ada sejumlah oknum suporter yang menerobos masuk ke lapangan. Tetapi tak berlangsung lama, permainan kembali dilanjutkan.

Memasuki 15 menit terakhir, lapangan menjadi milik Persib sepenuhnya tetapi Yoewanto bermain sangat heroik di mistar gawang untuk menggagalkan sejumlah peluang emas yang dimiliki lawan.

Hingga laga usai tidak ada gol tambahan tercipta, skor 1-1. Hasil ini membuat Persib tertahan di peringkat ke-12 dengan total 16 poin, sementara Badak Lampung masih tertahan di zona merah.

Susunan Pemain
Badak Lampung: Yoewanto Beny, Jujun Saepulloh, Kunihiro Yamashita, M. Haq, Kurniawan Karman, Marquinhos, Akbar Tanjung, Melcior Majefat (Arthur Irawan 81′), Hariyanto Panto (Jefri Kurniawan 62′), TA Mushaffry, Francisco Torres.

Persib: I Made, Ardi Idrus, Henhen Herdiana, Achmad Jufriyanto, Bojan Malisic, Dedi Kusnandar, Abdul Aziz, Supardi (Agung Mulyadi 86′), Ghozali Siregar, Erwin Ramdani (Beckham Putra 59′), Esteban Vizcarra. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Bikin Pejabat Lupa Rakyat yang Melarat

Published

on

Ibu Kota Negara Baru

Lampung.co – Seorang peneliti asal negeri kincir angin Belanda, David Henley, memandang negatif rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Pulau Kalimantan oleh Presiden Joko Widodo.

Pemindahan ibu kota ke wilayah itu dianggap hanya akan menyebabkan para pejabat publik tidak mengetahui realitas dari kondisi perekonomian rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Dia mencontohkan hal itu dari kondisi yang terjadi di Nigeria. Pada 1976, Nigeria memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja, kemudian diresmikan sebagai ibu kota pada 1991.

Namun, kata dia, setelah dipindahkan tersebut, Abuja menjadi satu-satunya kota di Nigeria yang penuh kemewahan karena memang telah didesain secara terencana.

“Saya sudah melihat itu terjadi di Nigeria, saya pernah bermalam beberapa kali di Abuja dan ini bukan Nigeria,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Dia menambahkan, banyak politisi yang tinggal di lingkungan yang sangat artifisial, istimewa, dan terpencil itu, dan mungkin tidak baik untuk pengambilan keputusannya.

Menurut Henley, potensi itu akan terjadi di Indonesia jika pemerintah memindahkan ibu kotanya di tengah-tengah belantara pulau Kalimantan dengan anggaran mencapai Rp466 triliun.

“Padahal, Jakarta menyimpan segudang masalah ekonomi sosial yang mencerminkan keseluruhan kondisi Indonesia,” ujarnya dikutip dari vivanews.com.

Henley menyebut hal itu hanya buang-buang uang saja dan para pejabat maupun politisi akan terisolasi di kota baru yang megah, yang dibangun dengan indah di mana pun itu.

“Mereka akan lebih cenderung kehilangan kontak dengan realitas populasi masyarakat secara umum,” tutur Profesor Studi Kontemporer Indonesia dari Universitas Leiden itu.

Dia berpendapat, akan lebih baik jika anggaran pemindahan ibu kota tersebut digelontorkan fokus untuk memperbaiki segala persoalan ekonomi sosial di Jakarta saat ini.

“Dengan begitu, Banjir, kemacetan, ketimpangan yang sangat besar antara penduduk miskin dan kaya bisa teratasi sambil memperbaiki kondisi daerah-daerah lainnya,” ucapnya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca