fbpx
Connect with us

Lampung

Kementan RI: Kualitas Baik, Tren Ekspor Produk Pertanian Lampung Meningkat

Published

on

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Banun Harpini,

Lampung.co – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Banun Harpini, mengatakan, seiring dengan kualitas komoditas sangat baik, tren ekspor produk pertanian di Provinsi Lampung terus meningkat.

“Selain itu, layanan karantina untuk menjamin keamanan dan kesehatan produk pertanian agar dapat diterima negara tujuan ekspor terus meningkat, khususnya di Karantina Lampung,” ujar dia, dalam keterangan pers yang diterima di Bandar Lampung, Rabu (25/4/2018).

Banun menyebutkan, dari tahun ke tahun, ekspor baik produk segar tumbuhan dan hewan menunjukkan angka peningkatannya.

“Untuk produk hewan berupa Bat Guano, atau kotoran kelelawar sangat diminati Cina dan Amerika Serikat dengan jumlah ekspor meningkat dari 18 ton apda tahun 2015 dan menjadi masing- masing 36 ton pada tahun 2016 dan 2017,” jelasnya, seperti dilansir Jurnas.

Sementara itu, untuk tumbuhan, terdapat 68 jenis produk pertanian dengan komoditas Palm Kernel Meal merupakan komoditas ekspor terbesar, dan disusul kopi biji, tetes tebu, RBD palm stearin, nanas irisan, dan karet lempengan.

Palm kernel meal, nenas sirup, kelapa bulat, dan buah pisang. Adapun tujuan negara ekspornya hampir keseluruh penjuru dunia, atau tepatnya ke 78 negara. Mulai dari Amerika Serikat, Selandia Baru, Uzbekistan, hingga negara-negara di Timur Tengah.

Hal ini sejalan dengan data yang dilansir BPS tentang data ekspor pertanian naik 20,01 persen. Namun, share-nya masih sangat kecil, hanya 1,81 persen, karena masih lebih besar industri olahan.

“Ekspor pertanian yang cukup besar sarang burung walet, kopi, jagung, dan tanaman obat,” kata Banun.

Dijelaskan, jajarannya terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor khususnya dalam harmonisasi peraturan perkarantinaan.

“Sebagai tools trade, peraturan SPS (sanitary and phytosantary) menjadi tools perdagangan yang strategis dalam era non-traffif barries, kebjiakan tanpa tarif,” jelas Banun.

Indonesia dapat turut ambil bagian dalam kancah perdagangan produk pertanian global sepanjang mematuhi aturan perkarantinaan di negara tujuan ekspor.

Sementara itu, untuk pendamping kepada pelaku ekspor produk pertanian, Badan Karantina Pertanian melakukan terobosan berupa layanan karantina elektronik, layanan inline inspection, dan fasilitasi ekspor produk pertanian.

Di lain pihak, dilaporkan terjadinya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan perkarantinaan, yakni melaporkan hewan dan tumbuhan yang dilalulintaskan kepada petugas Karantina Pertanian di pintu masuk dan keluar antararea atau provinsi.

“Dari data pengawasan dan penindakan (wasdak) Karantina Lampung angka penangkapan daging celeng di wilayah kerja Bakauheni pada tahun 2015 mencapai 38 ton, pada tahun 2016 sebesar 20 ton, dan pada tahun 2017 di angka 14 ton,” ujar Banun.

Dia mengharapkan kerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat dapat terus ditingkatkan agar produk pertanian terjaga keamanan dan kesehatannya sehingga memasok pangan sehat baik untuk Indonesia maupun dunia. (*/rus)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Ini Beberapa Karya dan Budaya Lampung yang Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tari Hadra

Lampung.co – Untuk menjaga karya dan budaya tak benda Lampung agar tidak diklaim milik daerah lain, sebanyak 25 karya dan budaya bukan benda Lampung diusulkan menjadi warisan nasional.

Sejumlah karya dan budaya tak benda yang diusulkan sebagai warisan nasional telah disampaikan ke Kemendikbud diantaranya tapis, seruit, kakiceran, hadra ugan, ringget, panggeh.

Untuk adat, ada cuak mengandan, muwaghen, bumbang aji, dan turun mendei. Kemudian tradisi, mulai dari ngunduh damakh, ngejalang kubokh, hingga mukew sahur, tari debingi dan tari ittar muli.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia.

Di Lampung, lanjutnya, sangat banyak karya dan budaya. Perlu dijaga supaya tiak dirampas daerah lain. Dipatenkan sehingga mendapat sertifikat resmi dan bisa terus dilestarikan.

Selain itu, kata dia, dengan dipatenkannya karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional, kebudayaan Lampung bisa lebih dikenal.

“Karya dan budaya tak benda yang sedang kita perjuangkan menjadi warisan nasional ini diharapkan bisa diakui secara luas oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Sulpakar menambahkan, hingga saat ini masih ada karya dan budaya tak benda Lampung yang masih diteliti oleh arkeolog.

“Bukan cuma 25 karya dan budaya tak benda yang diusulkan itu, tapi masih banyak lagi yang masih diteliti akreolog. Kita juga berharap nanti bisa diregistrasi,” ujarnya. (*)

Foto: Tari Hadra/hasbundoya.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 23 Agustus 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 23 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB hingga 24 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 22,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 17,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 52% – 93%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 62% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

Malam hari diprakirakan Cerah hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

WARNING:
NIHIL

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Daftar Jamaah Haji Asal Lampung Yang Meninggal di Tanah Suci

Published

on

Ibadah Haji

Lampung.co – Sebanyak enam jamaah haji asal Provinsi Lampung meninggal dunia di Arab Saudi. Keenam jamaah tersebut berasal dari Bandar lampung, Pesawaran dan Lampung Timur.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Seraden Nihan mengatakan, umur jamaah haji yang meninggal tersebut sebagian besar telah berusia lanjut.

“Jamaah yang meninggal dunia rata-rata sudah sepuh dan kelelahan akibat sakit,” kata Seraden di Asrama Haji Rajabasa Bandar Lampung, Rabu (21/8/2019) dikutip dari kupastuntas.co.

Dia menyebutkan, dua jamaah asal Bandar Lampung kloter 9-KJG antara lain Sarudin Pohan wafat di Madinah 7 Agustus 2019 dan Lugiman Cakro Rejo pada 20 Agustus 2019 di Mekah.

Kemudian, lanjutnya, jamaah haji asal Lampung Timur kloter 21-JKG, Ramiyem Sairan Toirono wafat pada 30 Juli 2019 di Mekah.

Masih dari Lampung Timur, kloter 31-JKG, Sayuti Tukaryo Irantiko dan Miskiyah Dul Basar sama-sama meninggal di Mekah pada tanggal 19 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019 hari ini.

Selain itu juga, Syafe’i Ismail Abdurrohim jamaah haji asal Pesawaran kloter 31-JKG Wafat pada tanggal 18 Agustus 2019 di Mekah.

Seraden berharap jamaah haji yang wafat dapat diterima di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga dapat diberi ketabahan. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca