Menu

Hendak Dibawa ke Jakarta, Kosmetik Ilegal Rp2,5 Miliar Diamankan di Lampung

  Dibaca : 232 kali
Hendak Dibawa ke Jakarta, Kosmetik Ilegal Rp2,5 Miliar Diamankan di Lampung
Barang bukti kosmetik ilegal Rp2.5 miliar diamankan di Lampung. (Foto: Viva)

Lampung.co – Bagi kaum wanita hendaknya berhati-hati dan teliti jika ingin membeli produk kosmetik. Pasalnya, kosmetik ilegal senilai Rp2,5 miliar nyaris beredar di Jakarta dan Pulau Jawa.

Namun satu kontainer kosmetik tanpa izin edar (ilegal) yang dibawa menggunakan mobil truk dari Pekanbaru, Provinsi Riau dan dikemudikan D, berhasil digagalkan di Lampung.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengamankan satu kontainer kosmetik ilegal itu, saat berada di Jalan Soekarno Hatta (simpang Pelabuhan Bakauheni) Lampung Selatan, Rabu (28/3/2018) dinihari.

Barang ilegal tersebut dibawa menggunakan mobil truk warna merah bernomor polisi BM 9278 RO.

“Rencananya kosmetik tersebut akan dibawa menuju ke Pulau Jawa, Jakarta. Namun, saat kami melaksanakan Operasi Gabungan Daerah (Opgabda), berhasil menggagalkan pengiriman kosmetik tanpa izin edar tersebut. D sudah tiga kali melakukan pengiriman seperti ini dengan upah Rp7,5 juta,” kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, Syamsuliani, seperti dilansir viva.co.id, Kamis (29/3/2018).

Dijelaskan, kosmetik yang digagalkan tersebut sebanyak satu kontainer mobil truk dengan 30 item. Jumlah kosmetik tersebut sebanyak 1.059 kodi dengan nilai ekonomi kurang lebih sebesar Rp2,5 miliar dan obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 17 item, dengan jumlah 330 pcs senilai Rp10,5 juta.

“Kosmetik yang kami amankan seperti Fair & Lovely, temulawak dan lain-lain. Atas perbuatan itu, kami masih melakukan penyelidikan terkait sopir yang membawa kosmetik ilegal tersebut. Yang jelas perbuatan tersebut telah melanggar Pasal 197 Jo. 106 ayat (1) Undang Undang RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan sanksi pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda sebanyak Rp1,5 miliar,” urai Syamsuliani.

Sementara itu, Kasubdit 1 Industri Perdagangan dan Investasi (Indaksi) Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP Budiman Sulaksono mengatakan, polisi akan terus membantu BBPOM dalam melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan izin terkait industri.

“Kami siap membantu BBPOM untuk menindak kasus ini,” tegas dia.

Budiman juga menyampaikan pesan agar masyarakat lebih berhati-hati, teliti dan dibaca sebelum menggunakan produk.

“Masyarakat harus lebih waspada dalam memilih dan menggunakan produk,” ujar dia. (*/Rus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional