Menu

Gerakan Stop Pemasungan, 16 Orang Gangguan Jiwa di Lampung Timur Dibebaskan

  Dibaca : 433 kali
Gerakan Stop Pemasungan, 16 Orang Gangguan Jiwa di Lampung Timur Dibebaskan
(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung.co – Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Indonesia sekitar 57.000 dan sebanyak 18.800 orang mengalami pemasungan.

Ditjen Rehabilitasi Sosial, melalui Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Dharma Guna Bengkulu melaksanakan Gerakan Stop Pemasungan dan Evakuasi Korban Pasung Penyandang Disabilitas Mental (PDM) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

“Kami menyambut positif Gerakan Stop Pemasungan dan Evakuasi Korban Pasung PDM, “ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Timur, H Zaiful Bokhari, ST, MM, di Aula Atas kompleks pemda setempat, Sukadana, Selasa (10/4/2018).

Untuk mengatasi PDM, menurut dia, bukan perkara mudah. Sebab harus melibatkan semua pihak terkait, termasuk di dalamnya keluarga, masyarakat, pendamping, dinas kesehatan, RS, TKSK, BPJS, dan sebagainya.

“Tidak mudah mengatasi PDM tersebut, tetapi kami yakin dengan kerjasama bisa dilaksanakan, sehingga evakuasi korban pasung hari ini sebanyak 16 orang akan menjadi penyemangat kita semua menuju zero PDM,“ kata Zaiful, seperti dilansir rri.co.id.

Di tempat sama, Kasubdit Rehabilitasi Sosial PDM, Ditjen Rehabilitasi Sosial, M Sabir mengatakan, bahwa pemenuhan hak-hak PDM menjadi dasar dari Gerakan Stop Pemasungan dan Evakuasi Korban Pasung PDM.

“Pemenuhan hak-hak PDM merupakan dasar Gerakan Stop Pemasungan dan Evakuasi Korban PDM itu termasuk Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Peran masyarakat dan keluarga dalam penanganan PDM sangat strategis. Sehingga bisa jadi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sudah stabil dan bisa dikembalikan kepada keluarga, tapi masyarakat tidak menerimanya.

“Ini persoalan juga yang harus dipahami, bisa jadi ODGJ sudah bisa dikembalikan kepada keluarga tapi masyarakat tidak menerimanya ataupun sebaliknya,” ucapnya.

Usai pembukaan di Aula Atas, Kompleks Pemkab Lampung Timur, yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten Lampung Timur, TKSK, PSBL Dharma Guna Bengkulu, BPJS, LKS, serta Dinas Kesehatan.

Rombongan langsung action dengan melakukan evakuasi korban pasung kepada Eko Purnomo (32) di Desa Muarajaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Ayah dari Eko Purnomo, Tuban (55) mengatakan awal mula mengalami ganguan pada saat beberapa keinginan terkait dengan materi tidak bisa terpenuhi, karena alasan ekonomi keluarga yang tidak bisa memenuhinya.

“Eko Purnomo, anak kedua dari tiga bersaudara. Mulanya ada keinginan tapi kami tidak bisa memenuhinya karena ekonomi keluarga yang tidak mampu untuk memenuhinya,” tuturnya.

Namun, keluarga terus berupaya dengan segala keterbatasan untuk mengobatinya. Terakhir pada 2015 membawa dia ke RS Jiwa selama tiga bulan, sehingga dibawa pulang kembali ke rumah dan dipasung di gubuk.

“Saya akui dalam perawatan tidak telaten, terutama memberikan obat yang harusnya diminum rutin tapi ini tidak, akibatnya dia jadi sering ngamuk dan merusak barang dan keluarga dengan berat hati harus merantai dan pasung di belakang rumah,” katanya.

Gubuk berukuran 1,5 meter persegi, menjadi tempat Eko Purnomo menghabiskan hari-harinya dengan kondisi sangat memprihatinkan dan tidak layak. Sebab, segala aktivitas seperti makan, minum, tidur dan buang hajat di tempat tersebut. (*/rus)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional