fbpx
Connect with us

Komunitas

dialoKlasika Akan Hadirkan Alissa Wahid

Published

on

dialoKlasika

Lampung.co – Rumah Ideologi Klasika kembali menggelar dialog betema pluralisme dalam serangkaian agenda peringatan Haul Gudur ke 8. Sebelumnya Klasika telah menggelar diskusi bersama Nur Kholik Ridwan (Penulis & Aktivis NU) dan Ahmad Baso (Intelektual NU).

Sabtu (06/02/2018) mendatang merupakan agenda dialog sesi terakhir. Pada kesempatan berbahagia kali ini klasika akan menghadirkan “Alissa Wahid” Putri sulung dari Gus Dur yg sekaligus Ketua Jaringan Gusdurian.

Dalam dialog tersebut sesuai yang direncanakan, Alissa Wahid akan mengurai tema mendasar “dialoKlasika” yaitu, “Menanam dan Menjaga Toleransi antar Umat Beragama.”

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan berkebangsaan terkikis dengan adanya sentimen keagamaan yg sempit belakangan ini. Padahal, agama sejatinya membawa misi kemanusiaan universal sebagaimana yang selalu diwartakan oleh guru bangsa kita, Gusdur.

Dengan beragama seseorang harus saling mencintai dan menyayangi tanpa mengenal suku, ras, antar golongan terlebih karena perbedaan agama dan kepercayaan. Salah satu output yang diharapkan dari sesi dialog bertema pluralitas tersebut yaitu memberikan pemahaman tentang pluralisme dan ihwal bagaimana merawat pluralisme di tengah kaum mahasiswa dan intelektual Lampung, serta masyarakat luas pada umumnya.

Chepry Chaeruman Hutabarat selaku pendiri rumah Ideologi Klasika menjelaskan bahwa kesadaran ber-agama di negeri ini samakin hari semakin menipis, hal ini terbukti dengan semakin merebaknya gejala saling menyalahkan yg lain ditengah masyarakat saat menghadapi perbedaan pemahaman dan tafsir tentang agama.

Tidak seperti sosok gusdur yang selalu melihat setiap orang dengan kemerdekaannya dalam memilih agama, ia melihat yang lain dengan keber-lain-annya. “Krisis membaca, krisis berpikir, krisis diskusi menjadi alasan lain mengapa pendekatan dialog dipilih,” ucap Chepry yang juga mengatakan santai namun tetap aktif menjadi modal dasar untuk menjamin tercapainya target dialog.

Acara yg akan dimoderatori oleh Ahmad Syarifudin dosen fakultas syariah dan hukum uin raden intan Lampung tersebut akan berlangsung mulai pukul 11.00 sampai dengan 16.00 sore.

Een Riansah selaku penanggung jawab kegiatan Haul Gusdur ke 8 berharap mahasiswa dan kelompok intelektual dapat hadir dalam acara tersebut. “Kami mengundang mahasiswa dan kelompok intelektual untuk hadir meramaikan dialog tersebut, semua gratis dan insya allah menggembirakan,” tandasnya. (Rls)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Keceriaan Anak di Panjang Beli Baju Lebaran Bersama Komunitas Ruang Sosial

Published

on

Komunitas Ruang Sosial

Lampung.co – Geisha Fiani (7) bersama puluhan anak-anak berbaris digang sempit Kampung Rawa Laut Kelurahan Panjang Selatan.

Ia menyusuri jalan sejauh satu kilometer kearah Pasar Panjang. Baju merah dengan pita biru digenggamnya. Ia sangat bersemangat memilih baju baru untuk lebaran nanti.

“Geisha suka warna merah, bagus aja buat lebaran. Kalau sudah dibayar mau Geisha tunjukin ke mama papa,” ucapnya riang.

Minggu (26/05) Keceriaan anak-anak itu tumpah setelah Komunitas Ruang Sosial merealisasikan Program 1000 Keceriaan Baju Lebaran yang digagas sejak sebulan lalu.

Sebanyak 100 anak yang berasal dari di Kampung Rawa Laut dan sekitarnya diajak memilih baju lebaran tanpa didampingi kedua orang tuanya.

Menurut Ketua Ruang Sosial Havez Annamir penggalangan dana sudah dilakukan sejak awal Ramadan 1440 H.

Dana yang sudah terkumpul diimplementasikan dengan mengajak anak-anak belanja baju lebaran di Pasar Panjang.

Menurutnya setiap anak akan dibekali uang tunai sebesar 120 ribu. Nantinya uang tersebut bisa dibelikan baju, celana dan sandal.

Fasilitas belanja baju lebaran tersebut bertujuan untuk membahagiakan anak-anak. Dimana kegiatan tersebut sudah kali ketiga dengan penambahan jumlah peserta setiap tahunya.

“Setelah evaluasi kegiatan tahun lalu, kami menambah jumlah peserta dari 70 anak menjadi 100 anak,” jelasnya.

Dulu, kata dia, waktu kita masih anak-anak seneng kan kalau dapat baju lebaran, sekarang kami kasih fasilitas untuk anak-anak kurang beruntung disini.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka sangat mendukung kegiatan tersebut dengan memfasilitasi Launching Gerakan 1000 Keceriaan Baju Lebaran awal ramadan lalu.

Kehadiran Gerakan tersebut mampu menginspirasi puluhan komunitas lain untuk bahu membahu mengumpulkan sejumlah dana untuk dibelanjakan baju lebaran.

Kedepan diharapkan Komunitas Ruang Sosial bisa lebih banyak menjangkau anak-anak di Daerah Panjang dan sekitarnya.

“Gerakan ini sangat positif, harapanya bisa diduplikasi oleh komunitas lain. Menjadi dermawan tak akan pernah mengurangi harta kita. Marhaban Yaa Dermawan,” tutupnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Puluhan Komunitas Siap Sukseskan Gerakan 1000 Baju Lebaran

Published

on

Gerakan 1000 Baju Lebaran

Lampung.co – Puluhan perwakilan Komunitas berkumpul di Kantor ACT Lampung untuk memeriahkan Gala Harmoni Gerakan 1000 Keceriaan Baju Lebaran (G 1000 KBL), Sabtu (4/5/2019).

Havez Annamir Ketua Komunitas Ruang Sosial mengatakan gerakan tersebut merupakan satu dari sekian banyak agenda bermanfaat yang di gagas Ruang Sosial.

G 1000 KBL bertujuan untuk berbagi kepada anak-anak yang kurang mampu untuk dapat merasakan baju baru di hari lebaran.

Rencananya agenda ini akan dilaksanakan pada 26 Mei 2019 di Eks Lokalisasi Panjang dengan sasaran anak-anak yang berada di sana.

“Hari ini kami menyambung silaturahmi dengan berbagai komunitas dan mengajak semua peduli terhadap anak-anak di lingkungan eks lokalisasi Panjang,” ucapnya.

Dian Eka Kepala Cabang ACT Lampung mengapresiasi gagasan dari Komunitas Ruang Sosial tersebut.

Dimana sekumpulan anak muda mau ikut peduli dan berbagi untuk anak-anak di daerah pesisir Bandar Lampung.

Menurutnya Gerakan 1000 Baju lebaran ini sejalan dengan tema yang diluncurkan ACT yakni Marhaban Yaa Dermawan.

“Semoga tahun ini kita semua bisa menyapa anak-anak disana dengan kecerian mengenakan baju lebaran,” pungkasnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ojek Online Berharap RPM Perhubungan Tidak Memberatkan Driver

Published

on

Anggota Tim 10 RPM Perhubungan

Lampung.co –Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tentang Keselamatan Kendaraan Roda Dua Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat telah Uji Publik di 5 Kota Besar di Indonesia.

Kelima kota itu diantaranya di Medan, Bandung, Semarang, Balik Papan dan Makassar. Banyak masukan dari aspirasi para Ojek Online di daerah terhadap RPM Perhubungan tersebut.

Masukan tersebut kemudian dibahas dalam rapat koordinasi pada hari ini Rabu 13 Februari 2019 lalu di Gedung Graha Lestari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta.

Hasil rapat koordinasi mencakup beberapa poin, salah satunya Tim 10 adalah sebagai narasumber dari Pelaku Transportasi yang memberi masukan-masukan kepada pemerintah dalam penyusunan RPM.

Salah satu anggota Tim 10 dari GASPOOL Lampung Miftahul Huda mengatakan, Pemerintah RI melalui Kementrian Perhubungan sangat konsen dalam menyusun peraturan terkait keberadaan angkutan roda dua.

“Kami sebagai nara sumber dari Mitra Ojek Online, berperan memberikan masukan kepada pemerintah agar peraturan yang dihasilkan tidak memberatkan driver Ojek Online,” kata dia kepada Lampung.co, Rabu (13/2/2019).

Selain itu, lanjutnya, peran kami dalam tim penyusun adalah mengawal aspirasi dari daerah agar dapat dimasukkan dalam Permenhub.

“Soal besaran tarif nanti akan dibuatkan formula perhitungan tersendiri yang diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan dan penetapan tarif wajib mengacu kepada formula tersebut,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, driver ojek online di eksploitasi dengan tarif yang sangat minim sehingga harus mencapai bonus baru dapet uang.

“Kalau gak capai bonus maka balik modal pun enggak,” imbuhnya.

Sementara, dia melanjutkan, driver ini selain harus menghidupi keluarganya, juga harus membayar cicilan motornya, pulsa, service kendaraan, beli BBM dan lainnya.

“Semua elemen itu harus dimasukkan dalam perhitungan tarif agar driver tidak dirugikan,” tegasnya.

Iif –sapaan akrab Miftahul Huda- juga meninggung soal sistem suspen. Menurutnya hal itu akan diatur dalam permen ini agar tidak terjadi kesewangan aplikator dalam menjalankan kemitraan.

“Dan yang paling penting, permen ini nantinya akam menjadi payung hukum untuk angkutan roda dua dan khususnya angkutan online roda dua,”

“Sehingga, diharapkan tidak akan ada lagi diskriminasi akibat peraturan di daerah. Kejadian pelarangan Ojek Online di daerah dan diskriminasi lainnya harus dihapuskan,” pungkasnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca