Menu

Bijak, Temui Pendemo, Ketua DPRD-PPNI Lampung Ajak Perbaiki Pelayanan

  Dibaca : 392 kali
Bijak, Temui Pendemo, Ketua DPRD-PPNI Lampung Ajak Perbaiki Pelayanan
(Foto: Istimewa)

Lampung.co – Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal menemui ratusan perawat yang menggelar aksi demo di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis (26/4/2018). Massa menuntut agar kasus dugaan penganiayaan terhadap perawat diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

Hebatnya, Dedi yang juga Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung itu dengan bijak mengajak para perawat, untuk memperbaiki diri dalam melayani pasien dan keluarganya.

“Kami juga minta para perawat memperbaiki diri, turut berbenah diri. Jika pelayanan sudah baik, hal seperti ini (penganiayaan) bisa diminimalisir,” imbaunya.

Dikatakan Dedi, perawat adalah profesi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

“Jika pelayanan sudah baik, tidak ada lagi aksi kekerasan seperti ini ke depan,” imbau politisi PDIP itu.

Dedi yakin, pihak kepolisian akan profesional dalam menangani kasus ini. Dia mengajak untuk mengawal perkara ini secara bersama-sama.

Diketahui, keluhan terkait pelayanan di RSUDAM sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat Lampung, seperti kurang ramah dalam melayani pasien dan keluarganya.

Bahkan, tercatat lebih dari satu kali pasien meninggal di Rumah Sakit milik Pemprov Lampung itu yang harus membawa jenazah keluarganya menggunakan angkutan umum, bahkan gerobak. Padahal ada ambulance di Rumah Sakit tersebut. Prosedur administrasi yang dinilai rumit menjadi penyebabnya.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Komisi I dan V berjanji akan mendampingi kasus Feri, perawat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) yang terlibat adu jotos dengan salah satu keluarga pasien.

Anggota Komisi I Bidang Hukum, Apriliati, mengatakan pihaknya akan mengawal dan mengadvokasi kasus Feri di Polresta Bandar Lampung.

“Tentunya dalam menegakkan keadilan dan hukum. Kami tidak ingin ada intimidasi dan kekerasan terhadap teman-teman yang bekerja tidak kenal waktu dan lelah saat warga membutuhkan,” ujarnya, dihadapan para pendemo.

Apriliati menegaskan tidak ada yang kebal akan hukum. Maka ia berjanji pihaknya terus kawal proses hukum yang terjadi pada perawat di RSUDAM.

“Kami akan kawal proses hukum ini, oleh sebab itu, saat setelah kembali lakukan aktifitas seperti semula, sehingga perkerjaan mulia ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

Senada, Anggota Komisi V Yanwar Irawan mengaku pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini.

“Memang kasus ini sudah terlalu lama berjalannya, sehingga semuanya menunggu hasilnya seperti apa, tapi kami sepakat namanya anarkis tidak dibenarkan, apa lagi pekerjaan perawat sudah diatur dalam SOP,” ujarnya.

Untuk itu, Yanwar mengatakan Komisi V akan melakukan hearing bersama RSUDAM untuk menjelaskan duduk pokok permasalahannya.

“Tapi kami akan mengawal sampai akhir proses hukum teman-teman agar tidak jadi insiden buruk dikemudian hari, apapun alasan kami kawal bersama,” janji dia. (*/dbs)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional