fbpx
Connect with us

Lampung

Anggur Merah Berformalin Ditemukan di Pasar Bukitkemuning dan Krui

Published

on

Dinas Ketahanan Pangan Lampung

Lampung.co – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Lampung uji cepat dan acak buah serta sayuran. Tahap pertama dari 25 sampel buah-buahan dan sayuran di lima kabupaten. DKP menemukan dua sampel anggur merah berformalin di Pasar Bukitkemuning dan Pasar Krui.

Sedangkan 23 sampel buah dan sayuran lainnya bebas formalin dan residu pestisida, yakni  kelengkeng, buah naga, apel malang, apel merah (Lampung Tengah); jeruk medan, pear, salak, apel fuji (Lampung Utara); toge, manggis, labu siam, tomat, cabe merah (Waykanan), semangka, jambu kristal, buncis, kol, kembang kol (Lampung Barat); melon, oyong, nanas, dan timun (Pesisir Barat).

Menurut Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Oktovia Hafid, yang juga bertugas koordinator tim, mengatakan, lima kabupaten tersebut diuji pada 1-2 Maret 2018. Setiap sampel yang diuji, Tim Pengawas membelinya dari pedagang. Tim juga menjelaskan maksud uji buah dan sayuran, katanya.

“Para pedagang mendukung uji yang dilakukan tim agar pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat betul-betul aman, tidak tercemar formalin dan residu pestisida,” kata Sekjen Dulur Faperta Unila ’84 itu, Selasa (6/3/2018).

Pekan depan, menurutnya, tim kembali akan diterjunkan ke kabupaten/kota lainnya untuk melakukan hal yang sama. Diharapkan, berdasarkan uji yang dilakukan dari sampel yang diambil, tidak lagi ditemui pangan segar asal tumbuhan (buah dan sayuran) yang mengandung formalin atau residu pestisida.

Oktovia Hafid menjelaskan, menurut UU No. 18 Tahun 2012, Pemprov Lampung berkepentingan terhadap keamanan pangan dari kontaminasi biologis, kimia, dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Di Provinsi Lampung, kebijakan mengenai keamanan pangan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 36 Tahun 2013 tentang Sistem Keamanan Pangan Terpadu Provinsi Lampung dan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/564/II.06/HK 2015 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Provinsi Lampung, katanya. (Rls)

 2,434 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita

Abdul Hakim Hadiri Silaturahmi Pengasuh Ponpes se-Kabupaten Pesawaran

Ketua Forum Pengasuh Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pesawaran Ustaz Arsali menyambut baik kehadiran senator Lampung Abdul Hakim.

 2,172 kali dilihat,  612 kali dilihat hari ini

Published

on

Abdul Hakim
Abdul Hakim menghadiri silaturahmi pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pesawaran, Ahad (23/1/2022) | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim menghadiri silaturahmi pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pesawaran, Ahad (23/1/2022). Acara diadakan di Pondok Pesantren Daarul Ikrom Kedondong, Pesawaran.

Ketua Forum Pengasuh Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pesawaran Ustaz Arsali menyambut baik kehadiran senator Lampung Abdul Hakim.

Agenda silaturahmi diadakan setiap triwulan. Jumlah pesantren yang sudah terdaftar di Pesawaran sebanyak 40 dari 110 pesantren yang ada di kabupaten ini.

Pesantren merupakan lembaga tertua di Indonesia semoga ke depan keberadaannya bisa eksis dan diakui berbagai pihak dan tidak dipandang sebelah mata.

KH Ikrom Saputra, tuan rumah dan pembimbing Forum Pengasuh Pondok Pesantren Kabupaten Pesawaran, dalam sambutannya mengatakan, acara ini rutin dilakukan setiap triwulan sebagai sarana silaturahmi untuk menjaga tali persaudaraan.

Abdul Hakim dalam sambutannya mendukung penuh hadirnya pendidikan tinggi (institut) di salah satu pesantren di Pesawaran yang fokus tentang pendidikan agama.

Ia mengatakan, nanti para guru dan santri yang ingin melanjutkan pendidikan yang jenjangnya lebih tinggi tidak jauh-jauh ke Bandar Lampung cukup di Pesawaran khususnya di Kedondong.

“Saya juga alumni pesantren. Selain menjalani sekolah umum, saya juga mengenyam pendidikan di pesantren,” ujar Hakim. (*)

 2,173 kali dilihat,  613 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Abdul Hakim Siap Bantu Percepatan Akses Kartu Petani Berjaya

Hakim menilai, KPB bisa menjadi alternatif petani mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

 2,320 kali dilihat,  611 kali dilihat hari ini

Published

on

Kartu Petani Berjaya
Ilustrasi Program Kartu Petani Berjaya | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota Komite IV DPD RI daerah perwakilan Lampung Abdul Hakim mengapresiasi langkah percepatan akses Kartu Petani Berjaya (KPB) yang diprogramkan Gubernur Arinal Djunaidi.

Abdul Hakim menyatakan ia siap membantu percepatan itu. Pasalnya, ia sering datang ke banyak desa di Lampung, termasuk mengajak petani ikut menjadi peserta KPB.

Abdul Hakim bahkan siap menjadi duta KPB. Ia ingin semua petani mendapatkan akses itu. Sehingga kehidupan petani menjadi lebih baik.

Hakim menilai selama ini masih ada petani yang belum mengetahui itu. Padahal jika direalisasikan, kartu itu bisa menjadi alat akselerasi tercapainya kesejahteraan.

Hakim mengatakan, kalangan perbankan juga siap menyukseskan KPB. Ini ia dapatkan saat berdialog dengan kalangan perbankan. Mereka juga siap mewujudkan KPB agar program “Lampung Berjaya” bisa direalisasikan sesegera mungkin.

Hakim menilai, KPB bisa menjadi alternatif petani mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Akses KPB juga bisa digunakan untuk membuka usaha baru di luar usaha pertanian yang selama ini diandalkan. (*)

 2,321 kali dilihat,  612 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Tak Ada Fasilitas, Atlet Panjat Tebing Lampura Latihan di Bandar Lampung

“Untuk Cabor panjat tebing memang kami arahkan untuk berlatih ke Bandar Lampung, karena sarana latihan di Lampura belum ada,” kata Ketua Harian FPTI Lampura

 19,903 kali dilihat,  78 kali dilihat hari ini

Published

on

Atlet Panjat Tebing
Atlet Panjat Tebing Lampung Utara | Foto: Ist.

Lampung.co – Jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung IX Tahun 2022 yang akan di gelar November mendatang tentunya menumbuhkan semangat para atlet seluruh cabang olahraga se-provinsi Lampung mempersiapkan diri untuk mengikuti perhelatan olahraga tersebut.

Porprov Lampung merupakan pesta olahraga akbar yang diikuti oleh atlet Lampung dari seluruh Kabupaten/Kota dimana mempertandingkan multi kejuaraan olahraga yang diselenggarakan 4 tahun sekali.

Nantinya Porprov Lampung IX direncanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung sebagai penyelenggaranya. Lampung Utara pun salah satu tim kontingen peserta dalam kegiatan tersebut.

Salah satu Cabang Olahraga (Cabor) yang akan mengirimkan atletnya adalah Cabor panjat tebing. Namun sayangnya, akibat minimnya fasilitas untuk berlatih, para atlet Lampung Utara (Lampura) harus berlatih di Bandar Lampung.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FTPI) Lampura, Kurniawansyah saat berbincang pada awak media ini. “Untuk cabor panjat tebing memang kami arahkan untuk berlatih ke Bandar Lampung, karena sarana latihan di Lampura belum ada, akibatnya dana pembinaan kami alihkan ke biaya transportasi, mau bagaimana lagi,” Kata dia, Senin (17/1/2022).

Kurniawan mengatakan pada Porprov XIII tahun 2017 lalu, cabor ini menyumbang 2 perak dan 1 perunggu dengan hasil akhir Lampung Utara masuk di 5 besar perolehan medali di akhir kejuaraan. “Meskipun dengan minimnya sarana dan prasarana, atlet Lampung Utara tetap dapat berprestasi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” Jelasnya.

Dirinya pula menegaskan beberapa tahun yang lalu telah mengajukan ke Pemerintah Daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana latihan bagi atlet panjat tebing. Namun hingga saat ini belum ada titik terang, bahkan telah mendapat disposisi dari Bupati ke Dinas terkait.

“Waktu itu melalui Sekretaris KONI, sudah diajukan ke Dinas melalui Kabagnya, tapi hasilnya malah melimpahkan ke Dinas PUPR dan sampai sekarang tidak ada kabarnya,” Ungkap Kurniawan.

Ketua Harian FPTI Lampura ini berharap pada Pemerintah untuk memfasilitasi sarana dan prasarana bagi atlet agar dapat meningkatkan prestasinya, tidak hanya di cabor panjang tebing, tentunya cabor lain berharap yang sama.

“Pembinaan atlet generasi muda sejak dini seharusnya lebih diperhatikan lagi, melalui minat dan bakat masing-masing, baik melalui sekolah-sekolah maupun lembaga lainnya sehingga dapat mengharumkan nama kabupaten tercinta ini, baik ditingkat Nasional maupun Internasional,” tandasnya. (*)

 19,904 kali dilihat,  79 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca