fbpx
Connect with us

Lampung Barat

Lampung Barat Pemasok Utama Sayuran di Lampung

Published

on

Yuki Warga Sekincau

Lampung.co – Kabupaten Lampung Barat memiliki  banyak potensi di berbagai bidang. Salah satunya sektor pertanian dengan komoditi sayuran. Dilihat dari kontur alam pegunungan dan cuaca yang sejuk menjadikan Kabupaten Lambar menjadi satu satunya daerah dengan penghasil sayur-mayur terbesar di Provinsi Lampung.

Yuki (22) warga Sekincau mengatakan, dengan besarnya produk pertanian di Sekincau, menjadikan Lambar sebagai pemasok utama sayuran di Lampung. “Pemasarannya bisa tembus pasar di luar Lambar,  bahkan sampai Bandarlampung,” kata Yuki kepada Tim Media Jaringan Arinal Berkarya, Sabtu (20/01/2018).

Yuki menambahkan, jenis sayuran yang diproduksi di Kabupaten Lambar yakni, ubi-ubian, kol, kentang, tomat, cabe, dan kubis. kemampuan petani bisa menjual hasil taninya ke luar Lambar,  karena memiliki jaringan bagus dengan bandar luar daerah.

“Harga sayuran meningkat jika sudah dipasarkan ke luar daerah, meski dikirim ke luar daerah namun kebutuhan di sini tidak terganggu. Harga jual lebih tinggi ke luar, daripada pasar lokal, tapi pengirimannya tergantung permintaan,” kata Yuki.

Dikatakan Yuki, sayuran hasil produksinya sudah dinanti para pengepul. Bahkan, strategi para pengepul agar hasil cocok tanamnya tak dijual ke lain orang, biasanya mereka lebih dulu menyimpan uang.

“Pengepul menjual kembali hasil cocok tanamnya ke daerah lain karena jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di pasar lokal,” tandas Yuki. (Rls)

667 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial.

Berita

Pembina Santri Sekolah Baznas asal Lampung Barat Tewas Tenggelam di Bogor

Published

on

Shidqie Giantino
Jasad pembina santri Sekolah Cendekia Baznas (SCB) Shidqie Giantino ditemukan | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang pembina santri Sekolah Cendekia Baznas (SCB) Shidqie Giantino (19) asal Lampung Barat tewas akibat tenggelam di Sungai Cianten usai kegiatan outbond dengan santri SCB.

Shidqie mengalami kecelakaan pada hari Minggu (22/12/2019) kemarin sekitar pukul 11.30 WIB karena tidak bisa berenang setelah terpeleset ke Sungai saat dirinya berada di atas batu kali.

Jasad korban ditemukan pada Senin (23/12/2019) oleh tim gabungan dibawah koordinasi Basarnas yang melakukan penyisiran dan penyelaman ke dasar sungai mulai pukul 07.30 WIB.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Yusuf Hidayat mengatakan, jasad almarhum Shidqie ditemukan tim penyelam Basarnas pada pukul 09.40 WIB di dasar Sungai Cianten.

“Lalu setelah itu dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk di autopsi,” kata dia kepada wartawan, Senin (23/12/2019).

Mantan Kapolsek Kemang ini menambahkan, setelah proses otopsi, jasad korban tenggelam ini akan dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Provinsi Lampung.

“Jasad almarhum Shidqie rencananya akan dibawa pihak keluarga ke kampung halaman dan akan dimakamkan di Dusun Sumber Sari, Desa Hanakau Kecamatan Sukau, Lampung Barat,” tambahnya. (*)

32,413 kali dilihat, 16 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Diduga Cemburu, Pria di Lampung Barat Tebas Istrinya Hingga Tewas

Published

on

Suami Bunuh Istri

Lampung.co – Pristiwa sadis terjadi di Pekon/Desa Atar Kuwau, Kecamatan Batuketilus, Lampung Barat. Seorang suami tega menebas istrinya hingga tewas pada Sabtu, (30/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, Suyanto tega membunuh belahan jiwanya yang diketahui bernama Maria Ulfa (35) itu diduga lantaran terbakar cemburu. Dia menilai Maria Ulfa bermain api dibelakangnya.

Akibatnya, kedua pasangan suami istri itu terlibat percekcokan di luar rumah tak jauh dari tempat tinggal mereka hingga pelaku kalap dan membacok istrinya menggunakan golok hingga meregang nyawa.

Peratin/Kepala Desa Atar Kuwau Tri Aryogi membenarkan pristiwa naas itu. Bahkan, kata dia, warga yang melihat kejadian dan hendak melerai juga sempat menjadi sasaran amarah pelaku.

“Bahkan salah satu warga yang melerai malah terkena sabetan goloknya dan terluka di bagian tangan akibat ditebas golok pelaku,” kata dia.

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono mewakili Kapoles Lampung Barat AKBP Rachmat Tri Hariyadi, melalui Kanit Reskrim Ipda Eflan mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku.

Selain itu juga mengamankan barang bukti berupa sebilah golok, yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa istrinya. “Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan,” ujarnya.

“Untuk sementara, motif pembunuhan ditengarai adanya perselingkuhan yang dilakukan korban. Untuk mendalaminya, kami masih melakukan pemeriksaan,” imbuhnya. (*)

76,078 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Kronologi Empat Mahasiswa Itera Tersesat di Gunung Seminung

Published

on

Mahasiswa Itera Tersesat

Lampung.co – Sejumlah empat orang Mahasiswa Institut Teknologi Sumatra (Itera) dievakuasi karena tersesat di Hutan Kawasan Gunung Seminung, Jaga Raga, Sukau, Lampung Barat, Minggu (20/10/2019) malam.

Keempat mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Sipil yang bernama Septian (20), Amin (21), Agus (19) dan Sapta (20) itu ditemukan pukul 23.55 WIB.

Para korban yang seluruhnya laki-laki tersebut ditemukan Tim SAR BPBD Lampung dalam keadaan lelah karena kekurangan makanan dan minuman.

Pihak kampus pun membenarkan peristiwa tersebut. Humas Itera Rudiyansyah mengatakan, keempat mahasiswa melakukan pendakian secara pribadi, bukan kegiatan kampus.

“Alhamdulilah info terakhir yang kami dapat keempat mahasiswa tersebut sudah berhasil dievakuasi dan dalam keadaan baik,” kata dia kepada Lampung.co, Senin (21/10/2019) pagi.

Rudiyansyah menambahkan, pihak Itera juga telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Lambar dan pihak keluarga sejak tadi malam dan para mahasiswa sudah langsung dijemput oleh pihak keluarga.

Kronoligis kejadian bermula saat 4 (empat) orang mahasiswa Itera itu melakukan pendakian Gunung Seminung pada tanggal 16 Oktober 2019. Namun perjalanan mereka tidak berjalan mulus.

Lalu salah satu korban berhasil menghubungi keluarganya menyampaikan perihal pendaki tersesat dan meminta pertolongan.

Kemudian keluarga korban yang mendapatkan informasi itu menghubungi Kantor SAR Lampung pada tanggal 20 Oktober 2019 meminta bantuan untuk dievakuasi.

Lokasi pendaki terakhir sebelum hilang kontak dikawasan gunung seminung diprediksi berada di Koordinat 04° 55’ 34.8” S – 103° 58’ 29.4” E.

Informasi diterima oleh tim Pusdalops PB dari Kantor SAR Lampung pukul 21:35 WIB. Setelah dilakukan proses pencarian, akhirnya para korban ditemukan pukul 23.55 WIB. (doy)

55,490 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca