Menu

[Kolom] Tari Sembah Dapat Dinikmati di Taiwan

  Dibaca : 1255 kali
[Kolom] Tari Sembah Dapat Dinikmati di Taiwan
Tari Sembah Pentas di Taiwan

Lampung.co – Tak hanya mendapat gelar pahlwan devisa, Buruh Migran Indonesia (BMI) juga layak menyandang gelar “Duta Budaya”. Selain bekerja dan menyumbang aset devisa terbesar, mereka juga berperan dalam pelestarian kebudayaan dan adat istiadat dari daerah asal. Pada acara tertentu dan perayaan ulang tahun komunitas, mereka akan menyajikan pertunjukan seni dan budaya dengan menampilkan tari-tarian dan busana daerah masing-masing.

Di Taiwan sendiri banyak terdapat komunitas yang memegang kentalnya adat istiadat dan kebudayaan daerah asal, bahkan mereka juga mengenalkannya kebudayaan tersebut ke ranah publik. Diantaranya Ikatan Keluarga Lampung Taiwan (IKALT), dan Putra-Putri Lampung Asli (PULAMPAS), kedua organisasi ini beranggotakan pekerja migran yang berasal dari Lampung. Mereka baru saja menggelar Pentas Seni Budaya daerah Lampung.

Acara digelar sebagai ajang silaturahmi sesama anggota komunitas daerah dan seluruh suku dari Indonesia yang berada di Taiwan. Acara menyuguhkan berbagai seni dan tarian daerah Lampung. Sebagai pembuka, mereka menyuguhkan Tari Sembah. Sebuah tarian yang berasal dari suku adat Pepadun yang pada mulanya hanya dipertunjukan untuk menyambut raja-raja dan tamu agung pada acara istimewa adat, seperti; pernikahan, pemerintahan, dan pengambilan gelar. Seiring kemajuan zaman, Tari Sembah dapat dinikmati di setiap acara di Taiwan. Baik acara yang diadakan oleh BMI, maupun organisasi Taiwan yang bekerja sama dengan perwakilan Indonesia. Penduduk lokal Taiwan dan turis mancanegara sangat tertarik dan mengagumi keragaman budaya Indonesia.

Selain Tari Sembah, Para pengunjungi juga disuguhi Tari Bedana, Tari Zapin Lampung, dan Pencak Khakot. Tak hanya menampilakn pergelaran seni, putra-putri daerah ini juga memperkenalkan tapis kepada para pengunjung. Dengan serempak kaum laki-laki mengenakan kopiah tapis, dan bagi kaum wanita mengenakan hijab atau selendang yang juga bermotif tapis. Ini membuktikan betapa besar kecintaan mereka terhadap tanah air, dan kampung halaman meski bertahun-tahun telah mereka tinggalkan. Saat berkumpul, menikmati pertunjukan kebudayaan, dan makanan khas daerah, seolah membawa mereka berada di tengah keluarga masing-masing. Meski untuk menggelar acara tersebut, para anggota harus merogoh kocek sendiri untuk membayar iuran, membeli busana dan peralatan adat yang mereka datangkan langsung dari tanah air.

Dari jumlah keseluruhan BMI yang bekerja di Taiwan, berkisar 253.670 orang, 60 % sektor informal dan 35 % sektor formal. Di sektor informal tidak semua pekerja mendapatkan hak-haknya untuk berlibur. Ada yang mendapat libur satu bulan sekali, bahkan ada yang mendapatkankan setahun sekali, hanya pada saat perayaan Idul Fitri. Meskipun berada di bawah tekanan kerasnya hidup di perantauan dan waktu keluar yang tidak sebebas di negara sendiri, mereka masih peduli bagaimana nasib kebudayaan daerah jika tidak dilestarikan? Tentu saja bisa punah atau diklaim oleh bangsa lain. Seperti baru-baru ini yang hangat menjadi perbincangan Netizen, saat Miss Grand Malaysia 2017 memperkenalkan kostum nasional mereka yang disebut Kuda Warisan di ajang Miss Grand Internasional 2017. Sanjeda John mengenakan seragam prajurit dengan sepatu boots dari songket serta membawa anyaman bentuk kuda di tangan kirinya. Kostum tersebut tampak mirip dengan kostum yang dopakai pemain kuda kepang atau Kuda Lumping dari Ponorogo. Nah, jangan sampai Tari Sembah juga suatu saat diklaim oleh pihak lain! Itulah tujuan dari putra-putri Lampung mengapa tetap gencar mempertahankan budaya meski di negara orang.

Oleh: Etik Nurhalimah

Etik Nurhalimah merupakan seorang BMI sekaligus mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Terbuka di Taiwan. Wanita yang berasal dari Way Jepara Lampung Timur ini baru saja memenangkan Voice of Indonsia Award 2017 di Jakarta dan Taiwan Literature Award for Migrant di Taiwan. Penulis memiliki nama pena dan akun facebook Etty Diallova ini telah menghasilkan sebuah buku bertajuk “Wanita di Balika Badai”. (Red)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional