Menu

[Kolom] #AyokeLampung, #AyokeSumberAgung

  Dibaca : 183 kali
[Kolom] #AyokeLampung, #AyokeSumberAgung
Pengunjung Sedang Berfoto Bersama keluarga di Taman Rusa, Sumber Agung | Foto: Jumanto.com

Lampung.co – Batu lapis, kebun buah, pemacar TVRI, pondok pesantren dan mobil gunung. Inilah beberapa label yang melekat dari kampung Sumber Agung 20 tahun yang lalu.

Namun kini ketika kita berkunjung ke kampung yang kini telah menjadi kelurahan Sumber Agung, kita akan menemukan Taman Rusa, Pasar Seribu Batu, Taman Kupu – Kupu, wisata kuliner durian dan berikutnya Teropong Bintang (yang kabarnya terbaik se Asia tenggara)

Kelurahan Sumber Agung kini telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata di propinsi Lampung, khususnya kota Bandar Lampung.

Daerah yang 20 hingga 30 tahun yang lalu menjadi tempat kami membeli pisang dan buah lainnya, untuk kemudian kami jual kembali dipasir gintung dan smep, kini telah beranjak maju dan berkembang.

Namun beberapa keunikan yang tidak berubah dari tempat ini. Kelurahan Sumber Agung tetap menjadi salah satu daerah yang tetap menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Tetap menjadi salah satu tempat pencetak santri-santri kebanggaan masyarakat kota Bandar Lampung, serta tentunya daerah ini secara geogragis memiliki keunggulan berupa anugrah alam yang indah dan udara yang tetap sejuk dan segar

Dari sisi budaya dan kultur masyarakat, ada dua hal yang menarik dari tempat ini.

Pertama, Masyarakatnya masih ORI. Ori disini karena hampir 90% atau mungkin lebih, warga yang tinggal di kelurahan ini adalah warga yang 30an tahun lalu kami temui. Bahkan uniknya, rata-rata masyarakat Sumber Agung menikah dengan sesama warga satu Kelurahan.

Bilapun ada sebagian yang menikah dengan orang yang berasal dari kelurahan ataupun daerah lain, setelah menikahpun mereka tetap tinggal, berdomisili di kelurahan Sumber Agung.

Jadi dari generasi kami lahir, menjadi anak-anak sampai kami memiliki anak. Mayoritas anak-anak Sumber Agung adalah asli atau ORI, lahir dari rahim orang tua yang dulupun lahir di Sumber Agung.

Kedua, dan ini yang membuat kami takjub, sampai hari ini, budaya arisan Nikah atau tabungan nikah masih dilestarikan oleh para pemuda pemudi disini.

Jadi setiap pemuda/pemudi yang menjadi anggota arisan (tabungan menikah) ketika dia akan menikah, mendapatkan dana yang terkumpul dari seluruh anggota antara 15 hingga 17 juta rupiah.

Benar-benar budaya gotong royong / berbagi beban yang patut di contoh oleh masyarakat, khususnya pemuda/pemudi di daerah lain.

#AyokeSumberAgung adalah bagian dari program #AyokeLampung. Ini adalah ajakan sekaligus tageline yang menjadi doa dan harapan.

Beberapa bulan yang lalu, kami sempat berbincang dengan kelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi United Sumber Agung (USA) serta beberapa tokoh masyarakat di kelurahan Sumber Agung.

Perbincangan dan diskusi kami fokus pada wacana dan rencana optimalisasi pengelolaan kampung wisata, pemberdayaan pemuda serta peningkatan kesejahteraan mayarakat.

Respon dan antusiasme dari peserta diskusi amat positif, dan proses menuju kesana sedang dirancang serta dibuat usulan drafnya. Tentu layaknya sebuah gerakan pemberdayaan.

Kita menginginkan ide dan gagasannya banyak muncul dari masyarakat Sumber Agung sendiri, sehingga semua pihak yang terlibat, khusunya masyarakat sekitar, akan dengan sukarela dan penuh kegembiraan dalam berjuang merealisasikannya.

Kami hanya ingin memberikan sedikit masukan, terkait dengan wacana dan rencana tersebut.

Pertama, Masyarakat Sumber Agung dan Pemerintah kota Bandar Lampung harus berani Pasang target yang besar. Ayo jadikan Sumber Agung menjadi destinasi / kampung wisata alam, wisata edukasi dan budaya terbaik di propinsi Lampung.

Ini sangat memungkinkan tercapai, karena faktor pendukung berupa aspek sumber daya alam, kemudahan jalur lalu lintas (Sumber Agung kedepan direncanakan menjadi jalur ringroad kota Bandar Lampung), serta yang tidak kalah penting juga, dan ini menjadi penambah optimisme.

Saat ini Kelurahan Sumber Agung banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat, hingga CSR-CSR dari beberapa perusahaan Nasional pun menjadikan Sumber Agung menjadi Kelurahan binaan mereka.

Bantuannya ada yang berupa pembangunan infrastruktur, bantuan modal untuk peningkatan ekonomi kreatif, dan lain sebagainya.

Kedua, Optimalisasi sinergi dan kolaborasi dengan para penggiat pariwisata dan sosial media baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Menurut beberapa sumber, tahun 2021 teropong bintang akan selesai dibangun dan diresmikan. Ini tentu akan menjadikan Sumber Agung semakin banyak dikunjungi oleh banyak pelancong dan peneliti.

Karena meskipun secara geografis letak gedung teropong bintang berada di kabupaten Pesawaran, namun pintu gerbang menuju ke lokasi tersebut berada di pinggir jalan utama Sumber Agung.

Teropong Bintang dibangun berdasarkan MoU antara ITB, ITERA dan Pemda Provinsi Lampung. Meurut Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Teropong Bintang di Lampung nantinya akan mengalahkan Observatorium Bosscha yang ada di Lembang, Bandung. Sebab peralatan yang bakal digunakan sudah modern dan lebih canggih.

Dibangunnya Teropong Bintang Lampung sebagai objek wisata adalah salah satu langkah guna memikat wisatawan asing untuk berkunjung ke Bumi Ruwa Jurai. Selain itu, menjadi sarana edukasi serta wawasan bagi para pelajar maupun masyarakat Lampung pada umumnya.

Bahkan negara-negara lain sudah menyambut baik dengan adanya rencana pembangunan wisata Teropong Bintang ini. Sebab di satu sisi sifatnya ilmu pengetahuan sebagai sarana pendidikan, juga edukasi bagi para pelajar maupun umum.

Tentu segala peluang dan potensi ini harus digarap bersama. Untuk itu, kedepan dalam upaya menjadikan Sumber Agung menjadi destinasi wisata terbaik, masyarakat Sumber Agung harus bekerjasama dengan semua elemen yang berkepentingan dan sejalan dengan misi ini.

Dan tentunya melibatkan para penggiat pariwisata untuk membantu mengkonsep dan bekerja sama dalam mempromosikan Sumber Agung kepada masyarakat dunia, khususnya Indonesia menjadi sebuah keharusan.

Terlebih lagi, di era digital dan sosial media yang semakin bergeliat, tentu saja berkolaborasi dengan pihak-pihak yang konsen di dunia inipun harus segera dimulai dan dioptimalkan.

Akhirnya, kita tentu semua berharap semua pihak yang sejalan dengan ide dan gagasan ini untuk saling bahu membahu. Yang kami ceritakan diatas adalah sisi positif dari Sumber Agung, baik dari sisi wilayah dan kultur masyarakatnya.

Pastinya tidak ada gading yang tak retak, ada kelebihan, ada juga kekurangan. Namun biarlah segala kelebihan yang dimiliki Sumber Agung, menjadi modal dasar untuk terus bergerak meningkatkan prestasi dan tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai saat ini.

Adapun kekurangan yang dimiliki harapannya mampu menjadi pemicu untuk terus memperbaiki diri. Membuktikan kepada masyarakat Indonesia dan Dunia, bahwa Sumber Agung layak untuk diperjuangkan dan tentunya dikunjungi berkali – kali.

Keep spirit

Kemiling, 24 Januari 2019
M. Imron Rosadi

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional