Soal RSUDAM Tahan Pasien, Begini Penjelasan Sekdaprov

Tim Redaksi

Lampung.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung angkat bicara terkait berita-berita pelantaran bahkan ada penyanderaan pasien oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Sekretaris Daerah Lampung, Sutono memastikan bahwa sebenarnya berita-berita tersebut tidak ada. Namun, menurutnya, hal tersebut masih menjadi perhatian khusus bagi pemerintah provinsi Lampung.

“Sebenarnya berita-berita seperti itu tidak ada. Dan itu sudah dijawab oleh pihak rumah sakit dan rumah sakit sudah memberikan pelayanan yang baik,” ujarnya saat diwawancarai usai memberikan sambutan dalam acara Survei Verifikasi Akreditasi Rumah Sakit di Aula RSUDAM Lampung, Senin (13/11/2017).

Sutono juga mengaku telah menerima laporan-laporan dari pihak RSUDAM mengenai tugas-tugas pokok yang sudah dilakukan pihak rumah sakit. “Sebenarnya tugas pokok rumah sakit itu sudah dilakukan, saya sudah mendapat laporan bahwa pokoknya sudah memenuhi persyaratan, mungkin kalau ada yang kurang mungkin masyarakat yang melebihkan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika ada pasien yang berobat di RSUDAM kemudian keluar dari rumah sakit itu sudah bukan menjadi urusan pihak rumah sakit lagi. “Jadi saya katakan, jika ada masyarakat yang berobat di rumah sakit kemudian pulang mau naik becak, mobil atau lainnya. Sebenarnya rumah sakit juga menyediakan ambulans yang gratis tapi harus memenuhi prosedur yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUDAM Lampung dr. Hery Djoko Subandriyo, MKM menjelaskan, pihaknya tidak pernah menyandera pasien. “Kita sudah melakukan tugas SOP. Soal sandera pasien itu tidak ada. Jadi pasien itu belum memenuhi bayaran iuran BPJS. Makanya kita belum bolehkan pasien pulang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, lagi-lagi RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung mempersulit pasien. Indarti (39), warga Kelurahan Gapura, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) bersedih, lantaran sudah satu minggu ia dan anak perempuannya yang baru saja lahir di RSUDAM tertahan oleh pihak Rumah Sakit. Menurut Indarti, alasan RSUDAM menahan ia dan bayinya karena tidak dapat melunasi pembiayaan selama proses persalinan hingga saat ini.

“Sebenarnya, saya sudah ingin pulang dari hari Minggu kemarin. Tapi pihak rumah sakit tidak mengizinkan. Alasannya karena kami belum melunasi bayaran,” kata Indarti, Kamis (09/11). (Sandi)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer