Penyebab, Dampak, dan Cara Mengobati Cacar Air pada Bayi

Tim Redaksi

Lampung.co – Tidak seperti cacar air pada orang dewasa, cara mengobati cacar air pada bayi memerlukan penanganan khusus. Si kecil yang masih belum berdaya itu tidak boleh sampai salah diobati apalagi jika pengobatan yang salah tersebut kemudian menimbulkan reaksi negatif. Bisa-bisa berdampak serius untuk kesehatannya. Apalagi kalau posisinya baru lahir. Secara otomatis lebih rentan.

Penyebab Cacar Air pada Bayi

Bayi pada umumnya masih memiliki sistem imun yang lemah. Tulang-tulangnya belum kuat. Alhasil, ketika salah obat, maka bisa berpotensi kena masalah serius hingga kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui dulu penyebab utama kenapa sampai mereka terkena cacar air. Sebab pertama adalah masuknya virus ke dalam tubuh bayi.

Virus yang membawa penyakit cacar air ini umumnya terjadi pada waktu 2-3 minggu. Bisa melewati kulit kepala, mulut, mata, hingga alat kelamin. Penyebarannya bisa melalui air liur, ludah, batuk, sampai ketika bersin-bersin. Mulanya memang tampak biasa saja. Tapi saat didiamkan, akan mudah muncul penyakit cacar air pada umur tersebut.

Penyebab lainnya bisa karena ibu yang mengandung belum pernah terkena cacar air. Jadi bayi yang lahir dari ibu tersebut akan mudah terkena. Sebagaimana yang disebutkan di awal-awal tadi. Cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup, tapi bisa menular. Kemudian sebab lainnya bisa karena ketika bayi berada dalam kandungan belum diberi vaksin cacar air.

Gejala yang muncul jadi macam-macam. Mulai dari sakit kepala, bayi tampak letih, lesu, ketika digerakkan mudah menangis. Kalau sudah begitu, akan muncul bercak-bercak sekitar 2-3 hari kemudian. Secara bertahap, bercak tersebut akan memenuhi permukaan kulitnya. Setelah merata, akan terasa gatal luar biasa. Di sinilah tantangan para ibu.

Dampak Akibat Penyakit Cacar Air pada Bayi

Sebelum melangkah ke cara mengobati cacar air pada bayi, lebih dulu kita simak dampak kerusakannya. Seorang bayi yang terkena cacar air berpotensi menderita radang tenggorokan. Dampak yang serius bisa menimbulkan peradangan pada otak, hati, dan organ intim lainnya. Tapi biasanya terjadi pada kulit saja.

Dampak kerusakan lainnya akan membuat bayi sulit berjalan maupun berbicara ketika sudah sembuh nantinya. Kerusakan pada jaringan kulit juga cukup kering terjadi. Berbeda dengan orang dewasa. Bayi yang kena cacar air akan sulit disembuhkan karena belum memiliki pengendalian diri sendiri. Dampak yang ditimbulkan juga lebih besar.

Cara Mengobati Cacar Air pada Bayi secara Tepat

Ada beberapa cara atau penanganan yang sebaiknya Anda lakukan begitu sang buah hati sudah terkena cacar. Sebelum terkena komplikasi penyakit cacar seperti yang disebutkan sebelumnya, selalu gunakan pakaian bersih untuk bayi. Apa pun yang terjadi. Kulit yang kena cacar akan mudah terinfeksi oleh bakteri maupun penyakit lainnya.

Gelembung air di permukaan kulit sewaktu-waktu bisa meletus. Ketika hal itu terjadi, banyak bakteri dari luar yang berebutan masuk. Cara mengobati cacar air pada bayi ini mungkin terlihat sepele. Tapi dampaknya besar. Jaga terus tubuh bayi dengan pakaian bersih dan kering. Kalau ada yang kotor, langsung ganti saja saat itu juga.

Kemudian bersihkan tempat tidur bayi Anda. Biar sang bayi merasa nyaman saat berbaring di sana. Mengingat rasa gatal luar biasa pasti dirasakan betul-betul olehnya. Untuk mengurangi rasa gatal itu, rajin-rajinlah memakaikan bedak ke seluruh badannya. Mulai dari tangan, kaki, kepala, punggung, dan wajah.

Porsi cairan ASI yang cukup juga bagus untuk memberikan kekebalan tubuh baru pada buah hati. Kemudian saat memandikan bayi, wajib memakai air hangat. Biar dia merasa nyaman. Tidak sakit atau merasa gatal-gatal. Khusus pada tangan maupun kaki yang kena cacar, pakaikan kaus yang bersih. Stoknya juga perlu diperbanyak agar selalu bersih.

Begitulah cara mengobati cacar air pada bayi yang tepat. Berhubung cacar air itu disebabkan karena virus, maka yang berperan penting adalah kekebalan tubuh si bayi. Bukan obat-obatan dari luar. Kalau dipaksakan menelan obat, justru akan menimbulkan penyakit baru. Oleh karena itu, satu hal yang terpenting, pemberian ASI jangan sampai terlambat.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer