Katarak: Penyebab Gejala dan Cara Mengobati

Tim Redaksi

Lampung dot co – Kesehatan | Katarak adalah penyakit mata di mana lensa mata mengalami kekeruhan dan penglihatan menjadi buram. Biasanya katarak dialami oleh para lansia. Penyakit mata ini berkembang secara perlahan dan tidak mengganggu pada awalnya. Hanya seperti ada bintik keruh di mata yang lama kelamaan membesar dan bisa mengganggu penglihatan.

Penyebab Katarak

Seperti pada jenis katarak, penyebab katarak terjadi akibat beberapa faktor, faktor alami maupun efek dari kondisi tertentu. Pada katarak senilis, terjadi akibat lensa mata semakin tebal dan tidak fleksibel seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan gumpalan protein yang mengurangi cahaya masuk ke retina sehingga mata menjadi keruh.

Faktor bayi lahir dengan katarak bisa terjadi akibat ibu mengalami infeksi di masa kehamilan. Infeksi ini bisa seperti infeksi rubella. Mengonsumsi obat-obatan seperti obat kortikosteroid dan amiodaron dalam jangka waktu yang lama juga bisa menjadi penyebab katarak.

Gejala Katarak

Gejala katarak yang paling terlihat adalah adanya kekeruhan pada lensa mata. Awalnya kekeruhan di lensa mata hanyalah tipis sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Seiring berjalannya waktu, kekeruhan ini akan menebal hingga muncul gejala lainnya seperti penglihatan kabur, mata silau jika melihat cahaya terang, melihat warna menjadi pudar dan tidak jelas.

Jenis-jenis

Katarak bisa dikelompokkan menjadi 4 berdasarkan penyebab katarak itu sendiri. Terdapat akibat faktor alami atau merupakan efek dari suatu penyakit tertentu. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Katarak Senilis

Jenis katarak ini merupakan katarak yang terjadi akibat proses yang alami, yaitu penuaan. Penurunan indera penglihatan seiring bertambahnya usia dan bisa terjadi pada pria maupun wanita, tanpa terkecuali.

Katarak Sekunder

Katarak sekunder terjadi akibat dari komplikasi penyakit lain. Contohnya penyakit metabolik seperti diabetes ataupun penyakit mata lainnya seperti uveitis. Peradangan pada lapisan tengah mata disebut dengan uveitis.

Katarak Kongenital

Jenis ketiga ini bisa disebut dengan katarak sebagai bawaan lahir. Bukan hanya pada lansia, katarak juga bisa dialami pada bayi sejak mereka lahir. Tandanya adalah mata bayi yang mengalami keruh seperti berawan.

Katarak Traumatik

Seperti katarak sekunder yang merupakan efek komplikasi, katarak traumatik timbul akibat efek dari cedera mata, baik langsung maupun tidak langsung. Kondisi ini bisa terjadi dalam waktu relatif dekat hingga bertahun-tahun kemudian.

Cara Mengobati Katarak

Jika katarak tidak begitu mengganggu, dokter akan menyarankanmu untuk mengenakan kacamata baru untuk membantu penglihatan menjadi lebih baik. Namun, jika katarak sudah sangat mengganggu dalam aktivitas sehari-hari, operasi menjadi solusinya. Terdapat dua jenis operasi katarak.

Operasi Katarak

Small Incision Cataract Surgery

Operasi ini biasanya dilakukan pada katarak yang tidak begitu tebal. Prosedurnya diawali dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea yang dilanjutkan dengan menyinarkan gelombang ultrasound. Hal ini dilakukan untuk menghancurkan lensa kemudian diambil dengan alat penghisap.

Extracapsular Surgery

Extracapsular surgery merupakan operasi yang memerlukan insisi pada kornea yang lebih besar guna mengeluarkan lensa yang berkabut. Sisa lensa yang diinsisi kemudian diambil menggunakan alat penghisap.

Pencegahan

Pencegahan katarak umumnya dilakukan dengan merawat mata dengan baik. Contohnya memperbaiki pencahayaan saat membaca, melindungi mata dari paparan cahaya matahari begitu lama, dan membatasi menyetir pada malam hari. Pemeriksaan mata secara rutin juga perlu dilakukan guna memantau kondisi mata.

Menerapkan pola makanan yang baik untuk mata juga bisa memperlambat timbulnya katarak. Konsumsilah makanan yang kaya vitamin C dan E karena katarak cepat berkembang jika kadar gula tinggi, maka pertahankan kadar gula untuk selalu normal.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer