Dehidrasi: Pengertian, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Tim Redaksi

Lampung.co – Tahukah Anda jika umumnya kebutuhan air minum bagi orang dewasa harus terpenuhi minimal 8 liter sehari? Bagaimana jika jumlah asupan air kurang dari semestinya? Tentu saja, Anda akan mengalami dehidrasi karena keseimbangan kadar air di bawah normal. Nah, bagaimana cara mengatasi masalah ini dengan tepat?

Apa yang dimaksud dengan dehidrasi?

Dehidrasi merupakan ketidakseimbangan cairan akibat kekurangan cairan yang kemudian akan memiliki efek atau dampak fisiologi bagi tubuh (F Kurniawati, 2021). Bisa juga disebut kondisi ketika cairan tubuh yang keluar maupun hilang lebih banyak daripada jumlah air yang masuk. Normalnya, Anda harus memiliki cairan sekitar 60-80% dari total massa tubuh. Apabila kurang, tentu akan mempengaruhi sistem metabolisme menjadi tidak normal.

Dehidrasi sering kali dianggap sebagai rasa haus biasa dan tidak berbahaya. Padahal, jika tidak diatasi dengan tepat dan cepat, masalah ini bisa berkembang menjadi serius dan berisiko mengancam jiwa.

Hipovolemia merupakan keadaan ketika air dalam aliran darah ditarik keluar oleh jaringan tubuh sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan cairan karena tubuh mengalami dehidrasi berat. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan syok dan meninggal dunia.

Beberapa golongan orang yang memiliki risiko kekurangan cairan tubuh lebih tinggi, yakni:

  1. Bayi dan anak
  2. Lansia
  3. Individu dengan penyakit jangka panjang, misalnya diabetes
  4. Atlet olahraga
  5. Pekerja fisik berat

Apa Saja Penyebab Dehidrasi?

Beberapa penyebab umum yang menyebabkan dehidrasi yaitu:

  1. Diare akut baik disertai muntah atau tidak
  2. Produksi keringat yang meningkat setelah berolahraga atau beraktivitas yang berat, misalnya pekerja bangunan
  3. Konsumsi minuman beralkohol
  4. Gangguan hormon tiroid yang berdampak pada meningkatnya frekuensi buang air besar
  5. Efek samping penggunaan obat tertentu, seperti obat penurun tekanan darah, obat antiaritmia, obat kemoterapi, obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS), dan antasida
  6. Infeksi virus (norovirus, rotavirus, dan hepatitis A) maupun bakteri (E. coli, Salmonella, dan Shigella)
  7. Intoleran laktosa
  8. Alergi makanan
  9. Mengalami radang usus

Apa Gejala Dehidrasi?

Dehidrasi dapat terjadi pada siapapun, baik orang dewasa, anak-anak, bahkan balita. Ketika mengalaminya, Anda akan menemukan tanda dan gejala khas sebagai reaksi tubuh. Berikut merupakan gejala umum sebagai indikasi kekurangan cairan tubuh.

  1. Merasa haus berlebih
  2. Kulit menjadi kering
  3. Mata kering
  4. Bibir dan mulut terasa kering
  5. Rasa lelah yang berat dan lemah tak bertenaga
  6. Kepala menjadi pusing
  7. Frekuensi dan jumlah buang air kecil menurun
  8. Buang air kecil menjadi berwarna kuning pekat dan berbau menyengat
  9. Penurunan berat badan
  10. Mata terlihat cekung
  11. Tekanan darah menurun
  12. Denyut nadi meningkat

Bagaimana Cara Mengobati?

Dehidrasi dapat diatasi dengan berbagai cara menurut tingkat keparahannya:

1. Dehidrasi ringan hingga sedang

Jika mengalami dehidrasi ringan, Anda bisa mengatasinya dengan banyak minum. Beberapa jenis minuman yang baik di antaranya air putih, air mineral, jus buah yang telah diencerkan, maupun infused water.

Selain itu, cairan rehidrasi oral sesuai instruksi dari dokter juga dapat dijadikan pilihan. Cairan tersebut mengandung air dan garam dalam proporsi spesifik yang dapat digunakan untuk mengganti cairan tubuh maupun elektrolit yang hilang.

2. Dehidrasi berat

Dehidrasi berat membutuhkan penanganan yang serius dan segera. Penanganan dapat dilakukan di rumah sakit menggunakan cairan dan garam yang dapat diberikan secara intravena secara kontinyu hingga pasien membaik.

Tindakan medis ini dikenal sebagai kegiatan menginfus. Tindakan tersebut merupakan penggantian cairan dan elektrolit yang hilang secara lebih cepat sekaligus efektif apabila asupan melalui mulut atau saluran cerna tidak memungkinkan.

Pencegahan

Agar terhindar dari dehidrasi, Anda harus menjaga asupan cairan agar tetap seimbang dan normal. Hal ini harus diupayakan terutama bila Anda mengalami muntah, diare, dan berkeringat berlebihan, misalnya saja setelah melakukan aktivitas berat maupun akibat cuaca yang terik. Selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh sesuai usia, jenis kelamin, asupan lain, serta ada atau tidaknya penyakit tertentu yang diderita.

Setelah mengetahui tentang dehidrasi, Anda bisa melakukan pengobatan mandiri dan bahkan pencegahannya. Apabila memungkinkan, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui kondisi tubuh dan penanganan yang sesuai dan tepat. Yuk, hidup bebas dengan cairan tubuh yang ideal sehingga bisa beraktivitas lebih aktif!

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer