Biang Keringat: Penyebab, Pencegahan dan Cara Mengobati (Komprehensif)

Tim Redaksi

Lampung.co – Ruam pada kulit atau biasa disebut biang keringat lebih sering terjadi pada bayi yang kelenjar keringatnya belum sepenuhnya berkembang. Akibatnya, kulit bayi tidak bisa berkeringat dengan baik. Sensasi terbakar pada kulit paling sering terlihat pada tubuh, leher, dan dada. Sebenarnya, bukan hanya pada bayi melainkan seluruh kalangan bisa menderita biang keringat.

Pengertian?

Biang keringat adalah ruam merah, kecil namun masih terlihat mata, gatal saat disentuh, dan menyebabkan sensasi menyengat atau panas pada kulit. Kondisi ini dapat menyerang orang dewasa maupun bayi. Dari pengertian biang keringat tersebut, tidak ada usia spesifik pada penderitanya karena bisa saja terjadi pada siapa saja.

Beberapa orang menganggap biang keringat sebagai hal yang sepele karena sangat umum. Faktanya, biang keringat atau ilmiahnya disebut miliaria, memiliki tingkat keparahan yang harus diperhatikan. Harus dipahami bahwa setidaknya ada tiga tingkat biang keringat tergantung gejalanya.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis biang keringat dilihat dari tingkatannya yang dibahas berikut ini.

1. Miliaria Crystallina

Jenis yang paling ringan. Pada tahap ini, hanya lapisan atas kulit yang terpengaruh. Efeknya diwujudkan dalam bentuk kulit memerah.

2. Miliaria Rubra

Jenis biang keringat ini lebih serius. Infeksi telah menembus lapisan kulit yang hidup. Rasanya panas menyengat dan menyebabkan gatal hingga rasa terbakar.

3. Miliaria Pustulosa

Kondisi ini merupakan komplikasi dari miliaria rubra. Jenis ini terjadi ketika keringat yang terinfeksi bakteri piogenik berubah menjadi nanah.

Penyebab Biang Keringat

Penyebab biang keringat bisa dipicu beberapa hal seperti berikut ini.

  • Iklim dan cuaca tropis biasanya bersifat lembap dan memicu biang keringat.
  • Aktivitas fisik yang menyebabkan keringat.
  • Kepanasan, karena kelenjar keringat tersumbat, biang keringat menjadi terpicu keluar.
  • Kelenjar keringat belum sempurna seperti pada bayi.
  • Obesitas
  • Bed rest terlalu lama. Pasien yang terbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama, terutama mereka yang demam, memiliki risiko lebih tinggi terkena ruam panas.

Gejala Biang Keringat

Gejala biang keringat terlihat dari beberapa jenis kejang yang dipaparkan sebagai berikut.

  • Timbul bintik merah. Bintik merah adalah gejala pertama ruam panas. Bintik merah akibat infeksi ruam panas berukuran kecil dan terkonsentrasi di area tubuh tertentu. Munculnya bintik-bintik merah juga dapat menyebabkan kondisi kulit menjadi kering dan kasar.
  • Gatal-gatal
  • Pusing karena adanya infeksi biang keringat.
  • Haus
  • Demam

Cara Mengobati Biang Keringat

Pengobatan alternatif biang keringat salah satunya pemberian virgin coconut oil atau VCO alias minyak kelapa (RC Karisma, 2017). Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati biang keringat dipaparkan sebagai berikut.

  • Minum air lebih banyak.
  • Menggunakan salep atau bedak dingin khusus sesuai anjuran dokter.
  • Memberikan lotion calamine untuk meredakan rasa gatal dan perih.
  • Menambah frekuensi mandi.
  • Meminum obat anti alergi golongan antihistamin sesuai resep dokter.
  • Memberi obat antibiotik untuk infeksi biang keringat sekunder.

Pencegahan Biang Keringat

Cara terbaik untuk mencegah biang keringat adalah dengan menghindari faktor risiko yang menyebabkan penyumbatan kelenjar keringat. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa upaya seperti berikut ini.

  • Menggunakan pakaian berbahan dingin.
  • Menggunakan topi atau payung saat keluar ruangan.
  • Menggunakan sunscreen untuk proteksi dari sinar UVA UVB.
  • Selalu menyeka keringat saat berolahraga atau beraktivitas.
  • Menjaga kulit tetap sejuk dan dingin.
  • Menggunakan sabun berbahan dasar lembut tanpa parfum.

Itulah beberapa hal terkait biang keringat. Penyakit ini memang cukup umum dan tidak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, Anda mungkin membutuhkan bantuan profesional karena adanya komplikasi dan keluhan lebih lanjut. Apabila gejala yang Anda rasakan semakin parah, segera hubungi dokter.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer