Ayan: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati (Komprehensif)

Tim Redaksi

Lampung.co – Ayan atau epilepsi merupakan suatu penyakit yang cukup sering ditemukan di khalayak umum. Penyakit ini memiliki ciri yang sangat terlihat karena menimbulkan kejang. Kondisi kejang biasanya berulang dan dapat kambuh di berbagai situasi.

Apa Itu Ayan?

Epilepsi atau lebih familier dikenal ayan adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang. Pengertian ayan sering juga dipahami sebagai kejang-kejang. Ayan dapat menyerang seseorang ketika terjadi kerusakan atau perubahan pada otak.

Otak manusia memiliki neuron atau sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Setiap sel saraf berkomunikasi satu sama lain melalui impuls listrik. Pada kejadian ayan, kelebihan produksi impuls listrik ini menyebabkan kejang, kemudian perilaku dan gerakan tubuh yang tidak terkendali.

Penyebab Ayan

Penyebab ayan bisa dipicu beberapa hal seperti berikut ini.

  1. Genetik. Adanya faktor orang tua yang mengidap epilepsi.
  2. Cedera kepala. Cedera kepala yang hebat bisa memicu terjadi epilepsi.
  3. Stroke. Adanya penyakit vaskular memicu kerusakan otak.
  4. Usia. Ini umum dialami usia anak-anak dan lansia namun tidak memungkinkan terjadi di segala kalangan.
  5. Riwayat kejang masa kecil. Karena di masa kecil pernah demam tinggi dan ayan, anak memiliki resiko kambuh di masa depannya.

Jika memiliki riwayat ayan, beberapa pemicu bisa datang dari makanan seperti dari makanan dengan kandungan lemak jahat tinggi, fast food, gorengan, makanan berkafein tinggi, makanan dengan pemanis buatan, dan soda.

Gejala Ayan

Gejala bisa terlihat dari beberapa jenis kejang yang dipaparkan sebagai berikut.

1. Kejang Parsial

Gejala ayan ini dibagi lagi menjadi dua yaitu parsial simple dan parsial kompleks. Pada parsial simple, kejang terjadi tanpa kehilangan kesadaran. Gejala termasuk kram tungkai, kesemutan, pusing, dan lampu berkedip. Bagian tubuh yang menyebabkan kejang tergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh.Sedangkan kejang kompleks, mempengaruhi kesadaran seseorang dan dapat membuat mereka bingung atau setengah sadar untuk sementara waktu.

2. Kejang Umum

Pada gejala ini, gangguan bisa berdampak ke seluruh bagian otak. Gejalanya adalah mata yang terbuka saat kejang, tubuh kaku beberapa detik diikuti dengan gerakan ritmis di anggota gerak badan atau tidak ada gerakan sama sekali, otot tubuh tiba-tiba rileks hingga penderita terjatuh, terkadang berteriak, mengompol, dan sulit untuk bernapas sampai badan pucat.

Cara Mengobati Ayan

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati ayan dipaparkan sebagai berikut.

1. Terapi Obat

Cara mengobati ayan ini adalah dengan terapi obat khusus epilepsi. Banyak obat untuk mengontrol kejang seperti sodium valproate, lamotrigine, carbamazepine, topiramate, dan levetiracetam. Sebelumnya, tentu Anda harus konsultasi ke dokter agar mendapatkan resep obat yang cocok untuk Anda. Beberapa screening pun dibutuhkan karena tingkat penyakit ayan juga bervariasi.

2. Operasi

Operasi epilepsi biasanya dilakukan ketika terapi obat gagal. Selain itu, prosedur ini juga dilakukan setelah hasil tes menunjukkan bahwa kejang terjadi di area otak tertentu yang tidak mempengaruhi fungsi penting seperti bicara, keterampilan motorik, penglihatan, dan pendengaran. Selama operasi, dokter mengangkat area otak yang menyebabkan kejang.

Pencegahan Ayan

Selain pengobatan, pengobatan epilepsi juga harus didukung dengan pola hidup sehat, antara lain olahraga teratur, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, dan diet khusus. Stroke dan penyakit kardiovaskuler menjadi pemicu epilepsi. Karena itu, Anda harus berhenti mengkonsumsi makanan kolesterol tinggi dan tidak merokok.

Itulah beberapa pengetahuan tentang penyakit epilepsi atau biasa dikenal juga ayan. Pola hidup sehat akan menjauhkan Anda dari penyakit ayan. Terutama jika Anda sudah memiliki riwayat ayan saat kecil. Tetap jaga kesehatan dan kebersihan tempat tinggal Anda.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer