Penjelasan Medis Dibalik Kondisi Telinga Sering Berdengung

Tim Redaksi

Lampung.co – Kondisi telinga sering berdengung atau dalam dunia medis disebut dengan tinitus, tentu saja dapat mengganggu aktivitas harian yang tengah dijalankan. Anda tentu tak merasa nyaman, dengan dengungan yang muncul pada telinga, bahkan saat Anda ingin beristirahat. Dalam dunia medis sendiri, tinitus ini disebutkan bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti 7 kondisi di bawah ini.

1. Kerusakan pada Sel Rambut Telinga
Adanya kerusakan pada sel rambut, disebutkan sebagai penyebab umum dari telinga yang berdengung. Sel rambut merupakan sel yang berada di telinga, yang memiliki fungsi untuk meneruskan gelombang suara dari telinga dalam, menuju sel-sel saraf pendengaran. Jika sel ini rusak, maka gelombang yang salah akan dikirimkan pada otak, sehingga memicu terjadinya tinitus.

2. Kehilangan Pendengaran karena Faktor Usia
Usia yang makin menua merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami tinitus. Kualitas pendengaran umumnya akan semakin menurun, saat seseorang memasuki usia 60 tahun. Pendengaran yang makin berkurang kualitasnya, menjadi pemicu timbulnya dengungan atau bunyi bising di telinga. Para lansia kerap menggunakan alat bantu pendengaran untuk mengatasi kondisi ini.

3. Penyumbatan Liang Telinga oleh Kotoran Telinga
Kotoran telinga merupakan hasil produksi dari kelenjar minyak yang berada di liang telinga. Keberadaan kotoran telinga ini normal adanya, karena memang berfungsi untuk melindungi liang telinga. Perlindungan yang diberikan oleh kotoran telinga berupa melambatkan pertumbuhan bakteri, memerangkap debu, serta menjaga telinga agar tidak kemasukan air atau cairan lainnya.

Kotoran telinga yang awalnya melindungi, bisa membahayakan jika jumlahnya sudah menumpuk banyak. Saat kotoran telinga menumpuk, maka kemampuan pendengaran bisa menurun dan terjadi iritasi di gendang telinga, yang memicu munculnya suara dengungan atau tinnitus. Hindari penumpukan kotoran telinga, menggunakan obat tetes telinga sehingga kotorannya mudah keluar.

4. Paparan Bunyi Bising dan Keras pada Telinga
Bunyi bising dan keras menjadi salah satu penyebab timbulnya dengungan pada telinga. Anda yang terbiasa mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume yang keras, sangat berisiko mengalami dengungan di telinga. Kondisi telinga sering berdengung yang disebabkan paparan bunyi keras dalam jangka waktu pendek, biasanya akan bisa hilang dengan sendirinya

5. Perubahan pada Struktur Tulang Telinga
Dengungan yang terjadi di telinga, juga bisa disebabkan karena menegangnya tulang pada bagian telinga tengah. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah otosklerosis. Kondisi ini mempengaruhi kerja tulang stapes kecil, sehingga tak bisa mengantarkan bunyi sebagaimana mestinya. Otosklerosis merupakan kondisi pertumbuhan abnormal tulang yang dipengaruhi oleh gen.

6. Luka di Bagian Kepala atau Leher
Luka yang dialami di bagian kepala atau leher, juga bisa menyebabkan timbulnya kondisi suara berdengung di telinga. Saat kepala atau leher terluka, maka bisa mempengaruhi kerja telinga dalam, saraf pendengaran, atau juga fungsi otak yang berhubungan dengan pendengaran. Umumnya, luka pada kepala dan telinga ini, hanya menyebabkan tinitus atau dengungan di salah satu telinga saja.

7. Disfungsi Tuba Eustachius
Tuba eustachius merupakan bagian telinga yang berfungsi untuk menjaga tekanan udara di dalam telinga tengah. Saat terjadi disfungsi, maka bagian ini akan makin melebar, akibatnya telinga jadi terasa sesak dan penuh. Saat kondisi ini terjadi, suara dengungan mulai muncul di telinga. Penurunan berat badan secara drastis, serta terapi radiasi merupakan beberapa penyebabnya.

Itulah tadi beberapa penyebab yang bisa menyebabkan telinga sering berdengung atau tinnitus. Jika penyebabnya tak begitu parah, maka biasanya tinitus akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika dengungan yang didengar atau telinga sakit terus berlanjut dalam waktu yang lama, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer