Mengenali Gejala Sepsis, Penyakit Komplikasi yang Mengancam Nyawa

Tim Redaksi

Lampung.co – Sepsis merupakan penyakit yang mengancam nyawa dikarenakan berlebihannya respons tubuh atas infeksi yang menderanya. Sepsis terbentuk saat zat-zat kimia yang dirilis oleh sistem imun pada pembuluh darah untuk mengobati infeksi, malah menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Dengan mengenali gejala sepsis sedini mungkin, peluang bertahan dari sepsis semakin besar.

Gejala yang Ditimbulkan oleh Penyakit Sepsis
Sepsi bisa menyerang siapa saja, tak terbatas oleh umur dan juga jenis kelamin. Namun, yang paling berisiko mengalami sepsis adalah orang yang mengalami luka serius dan menderita penyakit seperti kanker, diabetes, liver dan AIDS. Dengan mengetahui dan mengenali 3 gejala umum sepsis berikut ini, penderita sepsis bisa dihindarkan dari kondisi yang mengancam nyawa.

1. Demam Tinggi atau Suhu Tubuh yang Rendah
Saat seseorang mengalami sepsis, maka suhu tubuhnya bisa meroket naik serta juga bisa turun dengan drastis. Pasien sepsis bisa mengalami demam dengan suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius. Namun, penurunan suhu tubuh hingga di bawah 36 derajat Celcius pun bisa dialami. Naik dan turunnya suhu tubuh karena sepsis ini umumnya disertai dengan kondisi tubuh yang menggigil.

2. Denyut Jantung dan Frekuensi Bernapas yang Meningkat
Seseorang yang mengalami sepsis, akan merasakan meningkatnya denyut jantung mereka. Denyut jantung akan mengalami peningkatan, menjadi lebih dari 90 kali per menitnya. Meningkatnya detak jantung juga disertai dengan frekuensi bernapas yang meningkat, lebih dari 22 kali per menitnya. Padahal, frekuensi bernapas di situasi normal berkisar dari 16 hingga 20 kali per menit.

3. Mual, Muntah, dan Diare
Saat kondisi sepsis mulai bertambah parah, maka penderitanya juga akan mengalami gejala seperti mual dan muntah. Tak jarang, kondisi ini juga disertai dengan diare yang terus-terusan. Kondisi sepsis yang mulai memburuk, dikenal dalam dunia medis dengan istilah septic shock atau syok sepsis. Pada tahapan sepsis yang mulai memburuk ini, penderitanya berisiko kehilangan kesadaran.

Penanganan atas Penyakit Sepsis
Saat dua atau lebih gejala sepsis yang telah dipaparkan di atas terlihat, maka jangan ragu untuk segera melakukan pengobatan. Semakin cepat penyakit sepsis ditangani, maka semakin besar kesempatan hidup yang dimiliki oleh penderitanya. Hal ini dikarenakan, sepsis bisa memburuk kondisinya dalam waktu yang lumayan cepat. Berikut ini adalah 2 bentuk penanganan atas sepsis.

1. Antibiotik
Bagi penderita sepsis, antibiotik akan diberikan setiap satu jam sekali, setelah sampai di rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk mencegah sepsis berkembang menjadi syok sepsis dan memicu terjadinya kegagalan fungsi organ tubuh. Antibiotik yang diberikan di awal penanganan lewat selang infus, merupakan tipe yang bisa membasmi beragam jenis bakteri.

Setelah pemeriksaan darah dilakukan dan hasilnya telah diketahui, antibiotik yang diberikan akan mengalami perubahan. Jenis antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada aliran darah. Dengan begini, bakteri penyebab infeksi bisa dibasmi lebih cepat. Tak jarang, saat pemberian antibiotik, pasien sepsis juga dipasangi ventilator untuk membantu pernapasannya.

2. Vasopressors
Vasopressors merupakan bentuk pengobatan bagi penderita sepsis yang mengalami penurunan tekanan darah, setelah tubuhnya menerima cairan infus. Vasopressors akan bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah, untuk membuat tekanan darah menjadi meningkat. Setelah tekanan darah kembali normal, maka penggunaan vasopressors baru akan dihentikan.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai gejala sepsis dan juga cara penanganannya. Penyakit ini sangat rentan dialami oleh orang yang menderita luka. Jadi, jika pasien mengalami luka yang cukup parah lalu gejala yang telah dipaparkan di atas muncul, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat sepsis ditangani, maka peluang hidupnya makin besar.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer