fbpx
Connect with us

Kesehatan

Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan Wajah, Rambut dan Diet

Cuka sari apel ini mengandung banyak mineral seperti kalium, natrium, klorida, fosfor, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga mengandung zat yang baik bagi tubuh seperti tembaga, fluor, serta vitamin A, B1, B2, B6, C, dan E, bioflavonoid , dan pektin.

 5,126 kali dilihat

Published

on

Manfaat Cuka Apel
Ilsutrasi Cuka Apel | Foto: Ist.

Lampung.co – Ada banyak manfaat cuka apel yang telah diketahui, seperti demam, batuk pilek, antibiotik, minuman energi dan lainnya. Cuka apel adalah salah satu cuka yang terbuat dari bahan dasar buah apel yang kemudian difermentasi.a

Cuka ini juga sering disebut ramuan untuk berbagai macam hal yang berhubungan dengan kesehatan. Cuka apel terbuat dari sari apel yang telah mengalami fermentasi. Bakteri dan ragi mengubah gula menjadi alkohol yang akhirnya menjadi asam asetat.

Cuka sari apel ini mengandung banyak mineral seperti kalium, natrium, klorida, fosfor, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga mengandung zat yang baik bagi tubuh seperti tembaga, fluor, serta vitamin A, B1, B2, B6, C, dan E, bioflavonoid , dan pektin.

Banyak kandungan mineral dan senyawa yang baik untuk tubuh ini membuat cuka apel memiliki banyak manfaat. Berikut ini dalah manfaat ulasan lengka mengenai manfaat cuka apel.

Manfaat Cuka Apel Untuk Wajah

1. Mengatasi Bintik Hitam Pada Wajah

Gunakan cuka apel yang dicampurkan dengan tumbukan bawang yang telah ditiriskan. Lalu gunakan campuran ini dengan cara mengoleskan ada wajah yang berbintik hitam. Gunakan bantuan kapas untuk mempermudahnya.

2. Cuka Apel Untuk Masker Wajah

Anda bisa mencerahkan dan membersihkan wajah dengan cuka apel. Cukup gunakan masker cuka apel ini secara rutin dan benar. Langkahnya adalah ambil dua sendok makan cuka apel kemudian tambahkan dua sendok makan air matang.

Aduk sampai merata campuran tersebut. Oleskan secara merata ke seluruh wajah, kemudian gosok secara perlahan. Diamkan selama 20 menit lalu bilas sampai bersih.

3.Cuka Apel Untuk Jerawat

Cuka apel bisa berperan sebagai antiseptik yang bisa membunuh bakteri penyebab jerawat. Oleskan cuka ini dengan bantuan kapas agar bisa merata ke bagian wajah yang terinfeksi jerawat.

4. Menyeimbangkan Ph Kulit Karena Sinar Matahari

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan Ph kulit menjadi tidak seimbang. Untuk mengatasi hal ini anda bisa menggunakan cuka apel untuk menyeimbangkannya.

Terutamana pada wajah yang terkena paparan sinar matahari. Caranya mudah yakni dengan mencampur bersama setengah cangkir cuka sari apel dan empat cangkir air. Pakai kain lap dengan larutan, dan oleskan ke kulit yang terkena sinar matahari

Manfaat Cuka Apel Untuk Rambut

1. Membuat Rambut Menjadi Berkilau

Anda bisa mencampurkan setengah sendok cuka apel dengan segelas air. Kemudian bilaskan pada rambut anda untuk membuatnya menjadi lebih berkilau.

2. Menghaluskan Rambut

Cuka apel dapat memberikan rangsangan filokel rambut sehingga rambut cepat tumbuh. Oleh sebab itu anda bisa mencuci rambut dengan cuka apel yang dicampur dengan air bersih.

3. Mengatasi Ketombe

Salah satu penyebab ketombe adalah adanya bakteri pada kulit kepala. Cuka apel mengandung antibakteri yang bisa membuat bakteri di kulit kepala menghilang. Cara penggunannya sama dengan point sebelumnya.

4. Mengatasi Rambut Rontok

Untuk mengatasi rambut rontok, gunakan campuran cuka dengan air gula merah, lalu gunakan cuka apel dan campuran air bersih untuk membilasnya.

Manfaat Cuka Apel Untuk Diet

Ada beberapa metode yang bisa anda gunakan untuk diet dengan cuka apel. Pertama anda bisa menggunakan cuka apel mentah. Meminum cuka apel untuk diet juga efektif karena minuman ini merangsang metabolisme tubuh dan melancarkan pencernaan.

Cara kedua yakni dengan mencampur dua sendok cuka apel di salad. Konsumsi kombinasi makanan ini untuk membuat diet anda sehat dan lancar.

Cara ketiga yakni dengan mencampurkan cemilan anda dengan cuka apel. Metode ini memberikan konsistensi asupan cuka apel ke tubuh anda yang bisa memperlancar pencernaan dan baik untuk diet.

Manfaat Cuka Apel Untuk Kesehatan

1. Mengatasi Sembelit

Gunakan dua sendok makan sari apel ke dalam segelas air, dan minum campuran ini tiga kali sehari. Hal ini berguna untuk usus dan dapat membuat masa tinja menjadi berat dan mendorong untuk keluar.

2. Mengatasi Diare

Cara mengatasi diare dengan cuka apel sama dengan cara pada point diatas. Dalam hal ini peran cuka apel sebagai obat untuk mengatasi diare, karena zat ini bertindak untuk melapisi lapisan usus yang meradang.

3. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Cuka apel akan mampu menyeimbangkan tekanan darah tinggi dan juga melancarkan peredaran darah. Anda bisa meminum cuka ini untuk membantu membuat tekanan darah menjadi stabil.

4. Mencegah Osteoororis

Kandungan magnesiumnya pada cuka apel berfungsi sebagai perekat yang melekatkan kalsium dan fosfor pada tulang-tulang dalam tubuh yang juga mampu melawan gejala penyakit osteoporosis atau tulang rapuh.

5. Mengatasi Gula Dalam Darah

Meminum cuka apel diercaya dapat menurunkan gula dalam darah yang berlebih. Beberapa juga beranggapan bahwa cuka apel dapat mengatasi diabetes.

Carol Johnston, PhD, pakar gizi Arizona State University telah mempelajari sari cuka apel selama lebih dari 10 tahun dan percaya dampaknya pada gula darah yang mirip dengan obat-obatan tertentu.

6. Membuang Kolesterol Jahat

Cuka apel meningkatkan profil lipid darah dengan mengurangi kadar trigliserida dan low-density lipoprotein (LDL-C) atau kolesterol jahat. Artinya bahwa cuka apel bisa menjadi alternatif mebuang kolesterol jahat dalam darah.

Demikianlah informasi terkait manfaat cuka apel untuk wajah, rambut, diet dan juga kesehatan. Semoga bisa menjadi referensi untuk meningkatkan kesehatan anda.

 5,127 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Hairun Nisa merupakan salah satu penulis untuk media online Lampung.co yang menulis artikel topik kesehatan termasuk kecantikan serta yang relevan dengan keahliannya.

Penyakit

Diare: Penyebab, Gejala, Penyembuhan dan Pencegahan

Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita

 8,270 kali dilihat,  177 kali dilihat hari ini

Published

on

Diare
Ilustrasi Diare | Foto: Ist.

Lampung.co – Gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari disebut diare. Selain encer, feses yang keluar mungkin terlihat lembek atau berair. Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan diare, mulai dari infeksi bakteri, efek obat, hingga gangguan pencernaan. Diare akibat gangguan pencernaan biasanya terjadi bersamaan dengan kondisi lain.

Pengertian

Pengertian diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami buang air besar yang encer dengan frekuensi berkali-kali dalam satu waktu. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita (Dyah Ragil WL, 2017).

Diare biasanya tidak berlangsung lebih dari 14 hari (diare akut). Namun, dalam beberapa kasus, diare berlangsung lebih dari 14 hari dan ini sudah di tahap kronis. Diare umumnya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya. Jika tidak membaik atau memburuk dalam waktu lama, penderita dapat menyebabkan komplikasi yang fatal jika tidak ditangani dengan benar.

Penyebab Diare

Penyebab diare adalah masuknya bakteri ke organ pencernaan. Penyebab lain sangat beragam dan terkadang pemicu pastinya tidak diketahui. Namun, kebanyakan orang terserang diare karena infeksi bakteri karena mengonsumsi makanan yang tidak steril atau terkontaminasi. Akibatnya, pasien mengalami gejala seperti sakit perut, mual, dan buang air kecil setelah konsumsi.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahan diare, yaitu:

  1. Diare akut: diare muncul tiba-tiba selama 3-7 hari dengan gejala mencret jangka pendek.
  2. Diare persisten: diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu namun tidak lebih dari 4 minggu.
  3. Diare kronis: diare bisa berlangsung sampai 4 minggu dan berkembang secara perlahan.

Gejala Diare

Gejala diare cenderung bervariasi. Namun ada beberapa yang umum, yaitu:

  1. Mulas
  2. Tidak nafsu makan
  3. Sulit menahan buang air besar
  4. Lemas, pusing, dan terkadang kulit kering

Seseorang dikatakan mengalami diare bila frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Jika Anda mengalami diare, Anda mungkin juga mengalami gejala pada feses, seperti:

  1. Feses encer atau berdarah
  2. Feses keluar dalam jumlah banyak meski sudah berkali-kali buang air
  3. Terkadang feses seperti air

Penyembuhan atau Obat Diare

Terdapat cara mengobati diare yang bisa Anda lakukan bahkan bisa diobati di rumah. Salah satu tujuan pengobatan adalah untuk mengganti cairan yang hilang akibat buang air besar berlebihan. Minum banyak air agar terhindar dari dehidrasi.

Anda juga bisa minum larutan oralit atau larutan elektrolit yang dijual bebas di apotek. Cairan ini sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk masalah diare. Elektrolit mengisi tubuh dengan glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang karena dehidrasi.

Ini adalah solusi rehidrasi yang aman untuk anak-anak dan orang tua. Anak-anak dengan diare juga membutuhkan pengawasan orang tua karena mereka rentan mengalami dehidrasi berat. Beri anak Anda pertolongan pertama diare dengan minum oralit dan pantau ketidaknyamanan yang dia alami.

Pencegahan Diare

Untuk mencegah diare, disarankan agar selalu memperhatikan kebersihan diri dan kebersihan makanan. Ingatlah untuk mencuci buah dan sayuran, tidak memakan makanan mentah atau air mentah, pastikan memasak makanan atau air sampai mendidih, dan mencuci tangan dengan bersih. Ini untuk menghindari bakteri yang bisa masuk ke dalam organ pencernaan.

Diare biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Karena ada resiko memburuk dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, lebih baik segera ke dokter saat gejala berlangsung lama. Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan penderitanya mengalami dehidrasi parah.

 8,271 kali dilihat,  178 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Diabetes: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi.

 11,672 kali dilihat,  177 kali dilihat hari ini

Published

on

Diabetes
Ilustrasi Diabetes | Foto: Ist.

Lampung.co – Diabetes adalah penyakit karena tingginya kadar gula darah. Glukosa, sumber energi utama untuk sel-sel dalam tubuh manusia dan ada dalam tubuh. Namun, pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat digunakan oleh tubuh. Berikut akan dijelaskan mengenai diabetes.

Apa yang dimaksud dengan diabetes?

Pengertian diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) darah di atas normal. Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi. Kondisi ini akhirnya berujung pada penumpukan gula berlebih di aliran darah tubuh.

Terdapat dua jenis diabetes, diabetes tipe 1 dan tipe 2. Hormon insulin mengontrol kadar gula darah, dimana hormon tersebut diproduksi oleh pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi tanpa insulin.

Penyebab Diabetes

Penyebab diabetes yang paling umum adalah keturunan. Selain itu, diabetes disebabkan oleh kegagalan fungsi tubuh karena tidak mampu menyerap gula darah ke dalam sel. Karenanya, glukosa pun menumpuk di dalam darah. Pada tipe 1, kondisi ini disebabkan oleh sistem imunitas tubuh.

Biasanya daya tahan tubuh menyerang virus dan bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin. Atau jika sudah parah, Anda tidak dapat memproduksinya sama sekali. Kadar gula malah menumpuk di dalam darah. Pada diabetes tipe 2, tubuh secara normal dapat memproduksi insulin tetapi tidak menggunakan insulin secara normal. Resistensi insulin adalah sebutan kondisi ini.

Jenis-jenis

Ada 2 jenis diabetes, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Diabetes dengan jenis penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Dalam keadaan ini, tubuh tidak bisa memproduksi insulin secara total.

2. Diabetes Tipe 2

Pada diabetes tipe ini, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh pada diabetes tipe 2 tidak merespon insulin secara normal. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dari diabetes dengan penderita sebanyak kurang lebih 90-95%.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pesat selama berminggu-minggu atau berhari-hari. Dalam kasus diabetes tipe 2, di sisi lain, gejala diabetes sangat samar sehingga banyak orang yang terkena tidak tahu bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun. Namun ada beberapa tanda sebagai berikut:

  1. Sangat haus atau sangat lapar
  2. Sering buang air kecil dan paling sering di malam hari
  3. Penglihatan kabur
  4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  5. Massa otot menurun
  6. Kandungan keton dalam urin
  7. Luka yang tidak kunjung sembuh
  8. Kerentanan terhadap infeksi

Pengobatan

Terdapat cara mengobati diabetes yang bisa dilakukan. Terapi insulin merupakan salah satu perawatan penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Terdapat pula obat-obatan diabetes yang bisa Anda peroleh dari dokter. Anda juga harus berolahraga dengan rutin dan mengubah pola hidup sehat agar diabetes dapat terkontrol.

Pencegahan Diabetes

Meski faktor risiko diabetes tidak bisa dihindari, seperti riwayat keluarga, ada faktor risiko lain yang bisa dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Jaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Makan buah, sayur, dan makanan berserat tinggi lainnya.

Jika Anda memiliki beberapa gejala diabetes dan gejala ini tidak membaik, segera temui dokter. Tujuannya adalah untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal dan memungkinkan pengobatan dini. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin rendah risiko komplikasi diabetes.

 11,673 kali dilihat,  178 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Depresi: Penyebab, Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengobati

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja.

 12,594 kali dilihat,  177 kali dilihat hari ini

Published

on

Depresi
Ilustrasi Depresi | Foto: Ist.

Lampung.co – Suatu kondisi di mana seseorang merasa sedih yang begitu mendalam serta kehilangan minat terhadap berbagai hal-hal yang disukai disebut depresi. Setiap orang bisa saja mengalami kondisi gangguan mental ini.

Maka dari itu, Anda harus mengenali penyebab, gejala, hingga cara mengobati depresi dengan penanganan yang tepat. Simak informasi mengenai depresi berikut ini:

Apa yang dimaksud dengan Depresi?

Depresi adalah gangguan mental yang umumnya ditandai dengan perasaan depresi, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi (K Dianovinina, 2018). Seseorang bisa dinyatakan mengalami gangguan depresi jika merasa sedih selama lebih dari dua minggu disertai perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan putus harapan.

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja. Selain itu, akan muncul gangguan hubungan sosial di mana Anda tidak ingin berinteraksi dengan siapapun. Hingga yang paling parah adalah timbulnya keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab Depresi

Depresi disebabkan oleh beberapa faktor dan lebih sering dialami oleh orang dewasa. Berikut beberapa faktor pemicu depresi antara lain:

1. Peristiwa Traumatis

Penyebab depresi yang paling umum adalah karena penderita pernah mengalami suatu kejadian atau peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis tersebut akan terus membekas dalam ingatan dan membuat perasaan menjadi sedih.

2. Tekanan Batin

Tekanan batin juga menjadi faktor utama yang membuat banyak orang mengalami depresi. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai permasalahan yang menimpanya seperti masalah keuangan, rumah tangga, percintaan, dan lain sebagainya.

3. Pola Pikir yang Salah

Faktor lainnya adalah pola pikir yang salah terhadap diri sendiri, mulai dari sering menyalahkan diri hingga menganggap dirinya tidak berharga.

Gejala atau Ciri-ciri Depresi

Seseorang yang mengalami depresi akan menunjukkan beberapa tanda-tanda baik secara fisik ataupun psikologi. Berikut beberapa gejala depresi yang harus Anda ketahui:

1. Gejala Psikologis

  • Selalu memiliki rasa cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Emosi penderita depresi yang tidak stabil dan tidak terkontrol
  • Selalu merasa bersalah, rendah diri, tidak berharga, hingga putus asa
  • Mudah marah ataupun menangis
  • Sulit berpikir, konsentrasi, dan mengambil keputusan
  • Tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun
  • Muncul pemikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri

2. Gejala Fisik

  • Selalu merasa kelelahan dan tidak memiliki tenaga
  • Perubahan siklus haid pada wanita
  • Gerakan tubuh dan bicaranya yang lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan dan selera makan
  • Gangguan tidur
  • Kehilangan gairah seksual

Cara Mengobati

Depresi sangatlah berat bagi para penderitanya, untuk meningkatkan kualitas hidup penderita depresi, maka bisa melakukan pengobatan. Berikut beberapa cara yang tepat.

1. Psikoterapi

Untuk kasus depresi ringan sampai berat, maka bisa menjalankan psikoterapi. Jenis-jenis terapinya antara lain CBT, PST, IPT, dan terapi psikodinamis.

2. Obat-Obatan

Cara pengobatan yang paling banyak digunakan oleh penderita depresi adalah dengan menggunakan obat antidepresan. Agar sembuh, maka pasien dianjurkan untuk meminum obat-obatan selama 6 bulan.

3. Terapi Stimulasi Otak

Terapi ini digunakan jika kondisinya tidak membaik setelah mengonsumsi obatnya. Ada beberapa jenis yakni ECT dan TMS.

Pencegahan Depresi

Untuk mencegah agar Anda tidak mengalami depresi, maka ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Buatlah hidup lebih santai, jangan terlalu overthinking
  • Jaga kesehatan, mulai dari pola makan, olahraga, hiingga pola tidur
  • Lakukan kegiatan positif dan bermanfaat

Itulah informasi mengenai depresi meliputi pengertian, jenis-jenis, penyebab, gejala, cara mengobati, hingga pencegahannya. Namun, Anda tidak boleh melakukan diagnosis sendiri, sebab jika salah diagnosis sangatlah berbahaya. Hal ini akan mengakibatkan salah konsumsi obat serta permasalahan lainnya. Maka dari itu, segera ke ahli jika merasakan gejala depresi.

 12,595 kali dilihat,  178 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca