Gejala Cacar Monyet dan Cara Mencegah Agar Tidak Tertular

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Wabah cacar monyet atau Monkeypox mulai menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini muncul di Singapura beberapa waktu lalu.

Cacar monyet bisa menular dari hewan ke manusia atau manusia ke manusia. Penyakit ini mulai muncul pertama kali di Afrika sejak 1970 silam.

Dikutip Merdeka.com dari WHO.int, di Afrika, infeksi cacar monyet ditemukan pada banyak spesies hewan, seperti tupai tali, tupai pohon, tikus Gambia, dormice dan primata.

Tak mudah untuk mendeteksi cacar monyet, harus melakukan tes laboratorium secara khusus untuk melihat penyakit ini.

Meskipun sulit dideteksi, namun ada gejala-gejala umum pada penderita cacar monyet. Berikut gejala cacar monyet dan cara menanganinya:

1. Demam dan Muncul Ruam di Sekujur Tubuh
Gejala awal cacar monyet muncul antara satu hingga tiga hari. Lebih parah dari awal Ruam muncul dari wajah hingga ke bagian tubuh lain.

Ruam kemudian berkembang dari makulopapules (benjolan kecil dan padat), bintik-bintik, hingga menjadi lapisan kulit kering.

2. Gejala-Gejala Cacar Monyet Lainnya
Masa inkubasi (waktu dari pertimbangan pertama) adalah sekitar 7 hingga 14 hari. Selama masa inkubasi, penyakit ini tidak menular. Tapi setelah penyakit ini berkembang, penularan penyakit akan cepat.

Saat masa perkembangan, kulit pasien muncul koreng dari lesi cacar. Lebih baik, cacar monyet bisa menular sekitar empat hingga lima pekan. Namun, jika segera, semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.

3. Pencegahan Agar Tak Tertular Cacar Monyet
Jika ada kerabat yang tertular cacar monyet, ada baiknya Anda melakukan pencegahan agar tak ikut tertular. Pencegahan pertama dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata.

Kedua, gunakan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit atau sedang terinfeksi, dan selama prosedur pemotongan hewan. Untuk pencegahan, jangan sampai terkontak langsung dengan darah hewan.

Untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia, sebisa mungkin hindari kontak terhadap pasien cacar monyet.

Gunakan sarung tangan dan peralatan pelindung saat merawat orang sakit. Kemudian cuci tangan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit. Diusahakan ruangan pasien steril.

4. Belum Ada Vaksin Penyembuh Cacar Monyet
Untuk saat ini, belum ada perawatan khusus yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah cacar monyet masih bisa dikendalikan.

Cacar monyet sebenarnya penyakit lama. Pernah ada vaksin untuk infeksi cacar monyet. Tapi kini vaksin tersebut belum ada lagi.

Beberapa vaksin untuk mengendalikan cacar monyet, seperti vaksin cacar, cidofovir, vaksin ST-246, dan vaccinia imun globulin (VIG). (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer