fbpx
Connect with us

Kesehatan

Bukan Mitos, Ini Khasiat Air Kelapa untuk Kesehatan Menurut Ahli

Air kelapa dan cairan tubuh lainnya menjadi bagian dari darah yang berfungsi membawa oksigen ke sel-sel tubuh, yang diperlukan sistem kekebalan dan sistem-sistem lainnya.

 12,859 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Khasiat Air Kelapa
Ilustrasi Air Kelapa: Foto: Ist.

Lampung.co – Kehadiran musim kemarau diiringi gelombang kedua virus corona (SARS-CoV-2) dengan berbagai varian baru yang masih mengancam kita menjadikan segala upaya menjaga sistem kekebalan tubuh kita menjadi lebih penting dari sebelumnya. Lantas apa kaitannya dengan khasiat air kelapa?

Ahli imunologi penulis Immunity: The Science of Staying Wellyang juga dosen University of Sussex, Dr. Jenna Macciochi menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita adalah garis pertahanan pertama melawan infeksi dan penyakit.

“Meskipun secara ilmiah tidak ada cara untuk meningkatkan kekebalan Anda, ada perubahan gaya hidup tertentu yang dapat Anda terapkan untuk menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh—yang dapat merespons infeksi dengan tepat dan menyembuhkan serta memperbaiki kerusakan yang mungkin terjadi dalam prosesnya,” tulis Dr. Jenna Macciochi.

Salah satu alternatif gaya hidup yang semakin disukai masyarakat salah satunya adalah dengan mengonsumsi air kelapa. Sebagai minuman yang telah dikonsumsi sejak dahulu kala di Indonesia, air kelapa memang memiliki cita rasa yang enak, menyegarkan dan ternyata juga memiliki beberapa khasiat.

Selain itu, air kelapa ternyata juga memiliki kandungan beberapa nutrisi penting, termasuk mineral yang seringkali tidak cukup dikonsumsi kebanyakan orang. Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, MSc, SpFK, pakar farmakologi dari Universitas Indonesia menjelaskan khasiat utama air kelapa adalah mengatasi dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh.

“Tubuh yang kekurangan cairan dengan sendirinya menjadi tidak sehat. Kekurangan cairan otomatis akan menimbulkan masalah pada reaksi-reaksi kimia di semua sistem tubuh, termasuk sistem imun. Rasanya yang lezat dan menyegarkan, membuat air kelapa mudah diminum orang yang sedang sakit, otomatis cairan tubuhnya kembali dan mendorong pemulihannya. Hal ini mungkin yang menyebabkan orang menghubungkan air kelapa dengan kekebalan tubuh,” ungkap Prof. Tuti.

Di dalam tubuh, air kelapa dan cairan tubuh lainnya menjadi bagian dari darah yang berfungsi membawa oksigen ke sel-sel tubuh, yang diperlukan sistem kekebalan dan sistem-sistem lainnya di dalam tubuh agar berfungsi dengan baik.

Selain itu, cairan yang cukup di dalam tubuh juga diperlukan agar sistem dalam tubuh dapat bekerja dengan baik dalam menghilangkan racun dari tubuh, jadi minum lebih banyak dapat membantu mencegah racun yang menumpuk dan berdampak negatif pada sistem tubuh termasuk sistem imun.

Jika kita mengalami dehidrasi, seluruh sistem tubuh akan terganggu. Konsumsi cairan yang cukup dan tepat, termasuk air kelapa, bersama dengan nutrisi dan tidur yang cukup, merupakan komponen penting yang diperlukan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat.

“Hal ini juga yang dipraktikkan di pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional itu di setiap tempat dan di setiap negara penggunaannya mungkin berbeda-beda. Namun di beberapa tempat di Indonesia, yang saya tahu, ada kepercayaan untuk minum air kelapa pada saat diare. Praktik ini bisa tepat bila tujuannya memang mengganti cairan yang hilang,” ujar Prof. Tuti.

“Lalu ada juga yang mengonsumsinya saat demam. Untuk apa? Salah satu cara menurunkan demam adalah rehidrasi atau mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jangan sampai orang demam berada dalam kondisi dehidrasi, karena dehidrasi sendiri akan memperparah demam. Jadi berdasarkan local wisdom, ternyata air kelapa digunakan manfaatnya untuk mengatasi dehidrasi,” imbuhnya.

Masih terkait dengan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan cairan. Air kelapa merupakan minuman yang baik untuk memulihkan hidrasi dan mengisi kembali elektrolit yang hilang selama berolahraga. Elektrolit adalah mineral yang memainkan beberapa peran penting dalam tubuh Anda, termasuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat.

Beberapa elektrolit vital termasuk kalium, magnesium, natrium, dan kalsium yang semuanya merupakan kandungan air kelapa. Beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa air kelapa mungkin lebih bermanfaat daripada minuman berenergi untuk mendapatkan cairan kembali setelah berolahraga.

Selain manis dan menghidrasi secara alami, air kelapa juga bisa melengkapi asupan beberapa nutrisi penting, termasuk mineral yang seringkali tidak dikonsumsi dalam kadar yang cukup. Sejumlah 5% dari kandungan air kelapa merupakan sumber alami dari beberapa mineral penting.

Air kelapa isinya tentu tidak sama antara satu butir dengan lainnya, tetapi rata-rata isinya dapat diperkirakan sekitar 100 cc. Untuk per gelas 200 cc, umumnya kandungannya berisi karbohidrat sekitar 7.5 gram/gelas, sedikit protein yaitu sekitar 1.5 – 2 gram/gelas dan sedikit lemak hanya 0.5 gram/gelas. Jumlah kandungan energinya 20-30 Kcal/100 cc atau 40-60 Kcal/gelas.

“Selebihnya terdapat kandungan mineral alami berupa Kalium dengan kadar 5-13% dari kebutuhan perhari (Daily Value = DV) per gelas, Natrium dengan kadar 7-11% DV per gelas, Magnesium 7-14% DV per gelas, Mangan 7% DV per gelas, Calcium dengan kadar 2-4% DV per gelas, lalu Selenium dan Zinc masing-masing kadarnya sekitar 1% DV per gelas,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. Tuti melanjutkan, kadar Vitamin C sekitar 3% DV dan Vit B sekitar 1%- 5% DV. Persentase Daily Value (DV) adalah persentase jumlah nutrisi per ukuran saji (misal per gelas) jika dibandingkan dengan kebutuhan seseorang dalam sehari.

Air kelapa alami memiliki cita rasa sedikit manis yang halus dan menyegarkan. Ini juga cukup rendah kalori dan karbohidrat memang segar jika diminum langsung dari buahnya. Namun, jika tidak dapat mengisi lemari es dengan kelapa segar, kita bisa juga mengonsumsi air kelapa dalam kemasan. Pastikan untuk membaca bahan-bahannya untuk memverifikasi bahwa Anda mendapatkan air kelapa asli dan tidak mengandung tambahan gula atau bahan pengawet.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengonsumsi air kelapa dengan tepat?

Menurut Prof. Tuti, sebenarnya tidak ada cara meminum secara khusus, tetapi mesti diingat bahwa meskipun berfungsi mengatasi dehidrasi, sebaiknya jangan sampai air kelapa digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan air dalam sehari (8-10 gelas).

Jika diminum tiap hari, imbuhnya, sebaiknya dibatasi secukupnya saja, misal satu-dua gelas, karena kandungan Kalium dapat menjadi masalah bila total Kalium di dalam tubuh kadarnya terlalu tinggi, karena zat ini akan didapat juga dari makanan.

“Kalium yang terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi jantung. Namun jangan khawatir, selama diminum tidak berlebihan, air kelapa tidak akan menimbulkan masalah kesehatan,” tandas Prof. Tuti.

 12,860 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Penyakit

Diare: Penyebab, Gejala, Penyembuhan dan Pencegahan

Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita

 8,492 kali dilihat,  399 kali dilihat hari ini

Published

on

Diare
Ilustrasi Diare | Foto: Ist.

Lampung.co – Gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari disebut diare. Selain encer, feses yang keluar mungkin terlihat lembek atau berair. Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan diare, mulai dari infeksi bakteri, efek obat, hingga gangguan pencernaan. Diare akibat gangguan pencernaan biasanya terjadi bersamaan dengan kondisi lain.

Pengertian

Pengertian diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami buang air besar yang encer dengan frekuensi berkali-kali dalam satu waktu. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita (Dyah Ragil WL, 2017).

Diare biasanya tidak berlangsung lebih dari 14 hari (diare akut). Namun, dalam beberapa kasus, diare berlangsung lebih dari 14 hari dan ini sudah di tahap kronis. Diare umumnya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya. Jika tidak membaik atau memburuk dalam waktu lama, penderita dapat menyebabkan komplikasi yang fatal jika tidak ditangani dengan benar.

Penyebab Diare

Penyebab diare adalah masuknya bakteri ke organ pencernaan. Penyebab lain sangat beragam dan terkadang pemicu pastinya tidak diketahui. Namun, kebanyakan orang terserang diare karena infeksi bakteri karena mengonsumsi makanan yang tidak steril atau terkontaminasi. Akibatnya, pasien mengalami gejala seperti sakit perut, mual, dan buang air kecil setelah konsumsi.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahan diare, yaitu:

  1. Diare akut: diare muncul tiba-tiba selama 3-7 hari dengan gejala mencret jangka pendek.
  2. Diare persisten: diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu namun tidak lebih dari 4 minggu.
  3. Diare kronis: diare bisa berlangsung sampai 4 minggu dan berkembang secara perlahan.

Gejala Diare

Gejala diare cenderung bervariasi. Namun ada beberapa yang umum, yaitu:

  1. Mulas
  2. Tidak nafsu makan
  3. Sulit menahan buang air besar
  4. Lemas, pusing, dan terkadang kulit kering

Seseorang dikatakan mengalami diare bila frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Jika Anda mengalami diare, Anda mungkin juga mengalami gejala pada feses, seperti:

  1. Feses encer atau berdarah
  2. Feses keluar dalam jumlah banyak meski sudah berkali-kali buang air
  3. Terkadang feses seperti air

Penyembuhan atau Obat Diare

Terdapat cara mengobati diare yang bisa Anda lakukan bahkan bisa diobati di rumah. Salah satu tujuan pengobatan adalah untuk mengganti cairan yang hilang akibat buang air besar berlebihan. Minum banyak air agar terhindar dari dehidrasi.

Anda juga bisa minum larutan oralit atau larutan elektrolit yang dijual bebas di apotek. Cairan ini sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk masalah diare. Elektrolit mengisi tubuh dengan glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang karena dehidrasi.

Ini adalah solusi rehidrasi yang aman untuk anak-anak dan orang tua. Anak-anak dengan diare juga membutuhkan pengawasan orang tua karena mereka rentan mengalami dehidrasi berat. Beri anak Anda pertolongan pertama diare dengan minum oralit dan pantau ketidaknyamanan yang dia alami.

Pencegahan Diare

Untuk mencegah diare, disarankan agar selalu memperhatikan kebersihan diri dan kebersihan makanan. Ingatlah untuk mencuci buah dan sayuran, tidak memakan makanan mentah atau air mentah, pastikan memasak makanan atau air sampai mendidih, dan mencuci tangan dengan bersih. Ini untuk menghindari bakteri yang bisa masuk ke dalam organ pencernaan.

Diare biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Karena ada resiko memburuk dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, lebih baik segera ke dokter saat gejala berlangsung lama. Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan penderitanya mengalami dehidrasi parah.

 8,493 kali dilihat,  400 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Diabetes: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi.

 11,893 kali dilihat,  398 kali dilihat hari ini

Published

on

Diabetes
Ilustrasi Diabetes | Foto: Ist.

Lampung.co – Diabetes adalah penyakit karena tingginya kadar gula darah. Glukosa, sumber energi utama untuk sel-sel dalam tubuh manusia dan ada dalam tubuh. Namun, pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat digunakan oleh tubuh. Berikut akan dijelaskan mengenai diabetes.

Apa yang dimaksud dengan diabetes?

Pengertian diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) darah di atas normal. Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi. Kondisi ini akhirnya berujung pada penumpukan gula berlebih di aliran darah tubuh.

Terdapat dua jenis diabetes, diabetes tipe 1 dan tipe 2. Hormon insulin mengontrol kadar gula darah, dimana hormon tersebut diproduksi oleh pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi tanpa insulin.

Penyebab Diabetes

Penyebab diabetes yang paling umum adalah keturunan. Selain itu, diabetes disebabkan oleh kegagalan fungsi tubuh karena tidak mampu menyerap gula darah ke dalam sel. Karenanya, glukosa pun menumpuk di dalam darah. Pada tipe 1, kondisi ini disebabkan oleh sistem imunitas tubuh.

Biasanya daya tahan tubuh menyerang virus dan bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin. Atau jika sudah parah, Anda tidak dapat memproduksinya sama sekali. Kadar gula malah menumpuk di dalam darah. Pada diabetes tipe 2, tubuh secara normal dapat memproduksi insulin tetapi tidak menggunakan insulin secara normal. Resistensi insulin adalah sebutan kondisi ini.

Jenis-jenis

Ada 2 jenis diabetes, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Diabetes dengan jenis penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Dalam keadaan ini, tubuh tidak bisa memproduksi insulin secara total.

2. Diabetes Tipe 2

Pada diabetes tipe ini, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh pada diabetes tipe 2 tidak merespon insulin secara normal. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dari diabetes dengan penderita sebanyak kurang lebih 90-95%.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pesat selama berminggu-minggu atau berhari-hari. Dalam kasus diabetes tipe 2, di sisi lain, gejala diabetes sangat samar sehingga banyak orang yang terkena tidak tahu bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun. Namun ada beberapa tanda sebagai berikut:

  1. Sangat haus atau sangat lapar
  2. Sering buang air kecil dan paling sering di malam hari
  3. Penglihatan kabur
  4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  5. Massa otot menurun
  6. Kandungan keton dalam urin
  7. Luka yang tidak kunjung sembuh
  8. Kerentanan terhadap infeksi

Pengobatan

Terdapat cara mengobati diabetes yang bisa dilakukan. Terapi insulin merupakan salah satu perawatan penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Terdapat pula obat-obatan diabetes yang bisa Anda peroleh dari dokter. Anda juga harus berolahraga dengan rutin dan mengubah pola hidup sehat agar diabetes dapat terkontrol.

Pencegahan Diabetes

Meski faktor risiko diabetes tidak bisa dihindari, seperti riwayat keluarga, ada faktor risiko lain yang bisa dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Jaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Makan buah, sayur, dan makanan berserat tinggi lainnya.

Jika Anda memiliki beberapa gejala diabetes dan gejala ini tidak membaik, segera temui dokter. Tujuannya adalah untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal dan memungkinkan pengobatan dini. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin rendah risiko komplikasi diabetes.

 11,894 kali dilihat,  399 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Depresi: Penyebab, Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengobati

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja.

 12,815 kali dilihat,  398 kali dilihat hari ini

Published

on

Depresi
Ilustrasi Depresi | Foto: Ist.

Lampung.co – Suatu kondisi di mana seseorang merasa sedih yang begitu mendalam serta kehilangan minat terhadap berbagai hal-hal yang disukai disebut depresi. Setiap orang bisa saja mengalami kondisi gangguan mental ini.

Maka dari itu, Anda harus mengenali penyebab, gejala, hingga cara mengobati depresi dengan penanganan yang tepat. Simak informasi mengenai depresi berikut ini:

Apa yang dimaksud dengan Depresi?

Depresi adalah gangguan mental yang umumnya ditandai dengan perasaan depresi, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi (K Dianovinina, 2018). Seseorang bisa dinyatakan mengalami gangguan depresi jika merasa sedih selama lebih dari dua minggu disertai perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan putus harapan.

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja. Selain itu, akan muncul gangguan hubungan sosial di mana Anda tidak ingin berinteraksi dengan siapapun. Hingga yang paling parah adalah timbulnya keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab Depresi

Depresi disebabkan oleh beberapa faktor dan lebih sering dialami oleh orang dewasa. Berikut beberapa faktor pemicu depresi antara lain:

1. Peristiwa Traumatis

Penyebab depresi yang paling umum adalah karena penderita pernah mengalami suatu kejadian atau peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis tersebut akan terus membekas dalam ingatan dan membuat perasaan menjadi sedih.

2. Tekanan Batin

Tekanan batin juga menjadi faktor utama yang membuat banyak orang mengalami depresi. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai permasalahan yang menimpanya seperti masalah keuangan, rumah tangga, percintaan, dan lain sebagainya.

3. Pola Pikir yang Salah

Faktor lainnya adalah pola pikir yang salah terhadap diri sendiri, mulai dari sering menyalahkan diri hingga menganggap dirinya tidak berharga.

Gejala atau Ciri-ciri Depresi

Seseorang yang mengalami depresi akan menunjukkan beberapa tanda-tanda baik secara fisik ataupun psikologi. Berikut beberapa gejala depresi yang harus Anda ketahui:

1. Gejala Psikologis

  • Selalu memiliki rasa cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Emosi penderita depresi yang tidak stabil dan tidak terkontrol
  • Selalu merasa bersalah, rendah diri, tidak berharga, hingga putus asa
  • Mudah marah ataupun menangis
  • Sulit berpikir, konsentrasi, dan mengambil keputusan
  • Tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun
  • Muncul pemikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri

2. Gejala Fisik

  • Selalu merasa kelelahan dan tidak memiliki tenaga
  • Perubahan siklus haid pada wanita
  • Gerakan tubuh dan bicaranya yang lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan dan selera makan
  • Gangguan tidur
  • Kehilangan gairah seksual

Cara Mengobati

Depresi sangatlah berat bagi para penderitanya, untuk meningkatkan kualitas hidup penderita depresi, maka bisa melakukan pengobatan. Berikut beberapa cara yang tepat.

1. Psikoterapi

Untuk kasus depresi ringan sampai berat, maka bisa menjalankan psikoterapi. Jenis-jenis terapinya antara lain CBT, PST, IPT, dan terapi psikodinamis.

2. Obat-Obatan

Cara pengobatan yang paling banyak digunakan oleh penderita depresi adalah dengan menggunakan obat antidepresan. Agar sembuh, maka pasien dianjurkan untuk meminum obat-obatan selama 6 bulan.

3. Terapi Stimulasi Otak

Terapi ini digunakan jika kondisinya tidak membaik setelah mengonsumsi obatnya. Ada beberapa jenis yakni ECT dan TMS.

Pencegahan Depresi

Untuk mencegah agar Anda tidak mengalami depresi, maka ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Buatlah hidup lebih santai, jangan terlalu overthinking
  • Jaga kesehatan, mulai dari pola makan, olahraga, hiingga pola tidur
  • Lakukan kegiatan positif dan bermanfaat

Itulah informasi mengenai depresi meliputi pengertian, jenis-jenis, penyebab, gejala, cara mengobati, hingga pencegahannya. Namun, Anda tidak boleh melakukan diagnosis sendiri, sebab jika salah diagnosis sangatlah berbahaya. Hal ini akan mengakibatkan salah konsumsi obat serta permasalahan lainnya. Maka dari itu, segera ke ahli jika merasakan gejala depresi.

 12,816 kali dilihat,  399 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca