Apakah Efek Gas Air Mata Berbahaya bagi Kesehatan?

Tim Redaksi

Lampung.co – Ketika terjadi kerusuhan, gas air mata kerap digunakan oleh pihak kepolisian guna melawan atau membubarkan kerusuhan masa. Gas air mata bekerja dengan cara memicu keluarnya air mata disertai sensasi menyengat. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat tentang efek gas air mata bagi kesehatan. Oleh sebab itu, berikut ulasan singkat tentang gas air mata.

Apa Itu Gas Air Mata?
Gas air mata adalah istilah umum untuk menyebut suatu senyawa kimiawi yang biasa digunakan untuk melumpuhkan dengan cara menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernafasan. Penggunaan gas air mata umumnya disimpan dalam bentuk semprotan atau granat.

Alat ini sangat lazim digunakan oleh pihak kepolisian dengan tujuan melerai atau membubarkan massa saat terjadi kerusuhan. Cara ini dianggap yang paling aman digunakan kepada masyarakat sipil, dibanding menggunakan senjata tumpul, tajam, maupun senjata api yan memiliki resiko lebih fatal.

Terdapat 4 jenis gas air mata, yakni gas CS, gas CN, Gas CR dan semprotan merica. Jenis yang paling umum digunakan adalah gas CS, karena memiliki dampak paling kecil dibanding gas CN dan CR. Berbagai penelitian menunjukan bahwa gas CS dengan konsentrasi 5 persen relatif aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius maupun jangka panjang.

Kandungan Gas Air Mata
Meskipun disebut gas air mata, bentuknya tidak benar-benar gas yang terdiri dari satu bahan kimia spesifik. Satu kaleng gas air mata mengandung arang, kalium nitrat, silicon, sukrosa, potassium klorat, magnesium karbonat dan 2-chlorobenzalmalononitrile (gas CS).

Gas CS inilah yang merupakan agen yang memicu keluarnya air mata. Selain itu, Gas CS juga dapat menyebabkan sensasi terbakar pada hidung, tenggorokan dan kulit. Hanya dengan 4 mg/m², senyawa ini dapat membubarkan kerumunan orang. Jika, dosisnya mencapai 25 mg/m², senyawa ini dapat menyebabkan kematian.

Dampak Terkena Gas Air Mata
Dosis kecil gas air mata memang hanya berdampak sementara dan tidak menyebabkan kematian. Namun, beberapa zat lain beracun dan dapat memicu peradangan pada kulit, selaput lendir mata, hidung serta radang paru-paru. Efek gas air mata umumnya dirasakan 30 detik setelah paparan pertama.

Efek tersebut ialah sensasi panas atau iritasi di mata, penglihatan kabur, produksi air mata berlebihan, air liur berlebihan, kesulitan bernafas, nyeri dada, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, sensasi tercekik, disorientasi dan perubahan emosional secara drastis—kebingungan, kepanikan dan kemaran intens. Kontaminasi berat dapat menyebabkan muntah-muntah dan diare.

Efek disorientasi dan perubahan emosional tidak sepenuhnya efek psikologis. Penelitian menunjukan bahwa pada beberapa kasus, pelarut yang digunakan untuk menyiapkan gas dapat menyebabkan perubahan kerja otak, sehingga menimbulkan reaksi psikologis negatif, yang mungkin lebih beracun dari gas air mata itu sendiri.

Bagaimana Cara Penanganan Gas Air Mata
Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika mendengar tembakan gas air mata adalah berusaha untuk tidak panik dan mendongak ke atas. Setelah itu, hindari berada di jalur arah tembakan. Jangan menyentuh atau mengambil granat gas air mata yang tergeletak, karena panas dan berpotensi meledak.

Cara penanganan yang lain adalah menggunakan kaca mata tertutup serta masker, jika tidak ada segeralah cari udara segar. Menghirup udara dalam baju bisa jadi penanganan pertama, karena ada sedikit udara dibalik baju yang dapat mengurangi dampak gas air mata. Namun, jika baju sudah terkontaminasi sepenuhnya, maka hal tersebut akan sia-sia.

Jadi, berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa efek gas air mata hanya bersifat sementara dan tidak menyebabkan masalah yang serius bagi kesehatan, dengan catatan, dalam dosis yang kecil. Apabila Anda mengalami rasa sesak yang cukup parah, segeralah temui petugas medis untuk mendapatkan bantuan oksigen tambahan.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer