fbpx
Connect with us

Kesehatan

10 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

Aroma banwang putih cukup menyengat, bahkan efek sampingnya dapat menyebabkan bau mulut dan juga bau badan. Namun, manfaat bawang putih sangatlah banyak untuk hal kecantikan dan juga kesehatan.

 14,334 kali dilihat

Published

on

Manfaat Bawang Putih
Ilustrasi Bawang Putih | Foto: Ist.

Lampung.co – Bawang putih adalah salah satu jenis bumbu yang digunakan untuk menyedapkan masakan. Aroma banwang putih cukup menyengat, bahkan efek sampingnya dapat menyebabkan bau mulut dan juga bau badan. Namun, manfaat bawang putih sangatlah banyak untuk hal kecantikan dan juga kesehatan.

Untuk wajah, bawang putih bisa berkhasiat menghilangkan jerawat, mengangkat komedo dan juga menghilangkan kerutan pada wajah. Dalam bidang kesehatan, bawang putih juga bisa digunakan untuk beberapa pengobatan seperti menurunkan tingkat kolesterol, mencegah masuk angin dan batuk, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi diabetes, mencegah kanker, mengatasi asma dan masih banyak lagi.

Kandungan beberapa senyawa yang ada di dalam bawang putih berguna bagi tubuh. Selenium, mangan, seng, sodium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, kalsium, vitamin C, vitamin B6, asam pantotenat, niacin, riboflavin, thiamnine dan beta-karoten. Ragamnya kandungan tersebut yang membuat manfaat bawang putih juga menjadi beragam, berikut adalah ulasan selengkapnya;

Manfaat Bawang Putih Untuk Wajah

1. Menghilangkan Jerawat Membandel

Anda sudah mencoba berbagai bahan kosmetik kimia untuk menghilangkan jerawat membandel. Namun hasilnya tetap saja, jerawat tak kunjung hilang dari wajah cantik anda. Bahkan malah ada masalah lain yang ditimbulkan dari cara menghilangkan jerawat anda dengan bahan kimia tersebut.

Jika sudah begitu anda bisa menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat membandel anda. Caranya cukup mudah yaitu dengan menumbuk satu siung atau secukupnya bawang putih, kemudian gosokkan air bawang putih tersebut pada bagian yang berjerawat. Biarkan kurang lebih selama 3 sampai 5 menit. Setelah itu bilas bersih dengan air, lakukan cara ini sampai jerawat benar-benar pergi dari wajah anda.

2. Mengangkat Komedo

Komedo di wajah jelas membuat tak nyaman, apalagi jika sudah menumpuk dan tak kunjung enyah. Anda bisa mengambil manfaat bawang putih untuk menghilankan komedo. Caranya dengan menghaluskan dua siung bawang putih lalu campurkan dengan setengah sendok lemon dan madu. Oleskan pada bagian wajah yang terkena komedo. Lakukan cara ini sebanyak tiga kali dalan seminggu, sampai komedo ternagkat.

3. Menghilangakn Kerutan di Wajah

Kandungan bawang putih yakni antioksidan akan mampu melawan radikal bebas, sehingga dapat menjaga kulit sehat dan awet muda. Kandungan penting yang ada yakni sulfur, yang mana mampu meningkatkan produksi kolagen untuk mengurangi keriput.

Anda cukup menggunakan bawang yang sudah dihaluskan seperti cara di point satu dan dua. Kemudian tambahkan tomat dan gunakan sebagai masker selama 20 menit dan bilas dengan air bersih setelahnya.

4. Menghaluskan dan Melembutkan Wajah

Cara alami ini bisa membuat wajah anda semakin lembut dan halus. Anda bisa menggunakan bawang putih dengan cara menghaluskan dan kemudian mengoleskannya pada wajah anda.

Selain beberapa hal penting diatas, manfaat bawang putih juga bisa untuk menghilangkan stretch mark, dan juga mampu mencerahkan wajah secara alami.

Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

1. Menurunkan Tingkat Kolesterol

Menurut hasil penelitian, bawang putih tunggal bisa menekan kolesterol hingga 20 mg/dl dan menurunkan kadar trigliserida. Anda bisa mengonsumsi bawang putih untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.

2. Mencegah Kangker

Alasan kenapa bawang putih mampu mencegah kangker karena adanya senyawa sulfur bioaktif. Keduanya memiliki efek pada setiap tahap pembentukan kanker. Senyawa ini dapat mempengaruhi proses biologis sehingga kanker tidak sempat dan tidak jadi terbentuk.

3. Mengobati Infeksi Paru

Sifat anti bakteri dan anti mikroba akan melawan kuman, bakteri, dan mikroba yang menjadi penyebab infeksi paru-paru. Anda bisa mengkonsumsi dua siung bawang putih setiap hari.

4. Mengobati Sakit Gigi

Salah satu penyebab paling besar sakit gigi adalah bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Nah, anti-bakteri pada bawang putih akan segera membasmi. Dan juga kandungan analgesiknya ampuh untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi akibat sakit gigi.

5. Meningkatkan Imunitas

Kandungan vitamin C pada bawang putih mampu meningkatkan imunitas pada tubuh. Anda bisa mengkonsumsi satu siung setiap hari agar menuai manfaat bawang putih yang satu ini.

6. Mengobati Sinusitis
Sifat antibakteri akan membantu mengurangi radang di rongga hidung sehingga bernapas akan menjadi lega dan juga mengurangi sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis. Anti bakteri ini terkandung di dalam bawang putih.

Selain manfaat bawang putih untuk kesehatan diatas, ada beberapa manfaat lainnya yakni sebagai penubrun berat badan, mencegah flu, meningkatkan metanolisme tubuh, mengobati jamur kaki, menambah gairah seksual untuk lelaki dan lainnya.

Selain itu bisa juga untuk mengobati mata ikan, menghilangkan xanthelasma hingga mengobati cantengan bengkak dan bernanah. Demikianlah informasi terkait manfaat bawang putih, semoga bisa menjadi referensi anda untuk meningkatkan kecantikan dan kesehatan.

 14,335 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Hairun Nisa merupakan salah satu penulis untuk media online Lampung.co yang menulis artikel topik kesehatan termasuk kecantikan serta yang relevan dengan keahliannya.

Penyakit

Diare: Penyebab, Gejala, Penyembuhan dan Pencegahan

Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita

 8,371 kali dilihat,  278 kali dilihat hari ini

Published

on

Diare
Ilustrasi Diare | Foto: Ist.

Lampung.co – Gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari disebut diare. Selain encer, feses yang keluar mungkin terlihat lembek atau berair. Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan diare, mulai dari infeksi bakteri, efek obat, hingga gangguan pencernaan. Diare akibat gangguan pencernaan biasanya terjadi bersamaan dengan kondisi lain.

Pengertian

Pengertian diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami buang air besar yang encer dengan frekuensi berkali-kali dalam satu waktu. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama penyebab kesakitan dan kematian terutama pada balita (Dyah Ragil WL, 2017).

Diare biasanya tidak berlangsung lebih dari 14 hari (diare akut). Namun, dalam beberapa kasus, diare berlangsung lebih dari 14 hari dan ini sudah di tahap kronis. Diare umumnya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya. Jika tidak membaik atau memburuk dalam waktu lama, penderita dapat menyebabkan komplikasi yang fatal jika tidak ditangani dengan benar.

Penyebab Diare

Penyebab diare adalah masuknya bakteri ke organ pencernaan. Penyebab lain sangat beragam dan terkadang pemicu pastinya tidak diketahui. Namun, kebanyakan orang terserang diare karena infeksi bakteri karena mengonsumsi makanan yang tidak steril atau terkontaminasi. Akibatnya, pasien mengalami gejala seperti sakit perut, mual, dan buang air kecil setelah konsumsi.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahan diare, yaitu:

  1. Diare akut: diare muncul tiba-tiba selama 3-7 hari dengan gejala mencret jangka pendek.
  2. Diare persisten: diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu namun tidak lebih dari 4 minggu.
  3. Diare kronis: diare bisa berlangsung sampai 4 minggu dan berkembang secara perlahan.

Gejala Diare

Gejala diare cenderung bervariasi. Namun ada beberapa yang umum, yaitu:

  1. Mulas
  2. Tidak nafsu makan
  3. Sulit menahan buang air besar
  4. Lemas, pusing, dan terkadang kulit kering

Seseorang dikatakan mengalami diare bila frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Jika Anda mengalami diare, Anda mungkin juga mengalami gejala pada feses, seperti:

  1. Feses encer atau berdarah
  2. Feses keluar dalam jumlah banyak meski sudah berkali-kali buang air
  3. Terkadang feses seperti air

Penyembuhan atau Obat Diare

Terdapat cara mengobati diare yang bisa Anda lakukan bahkan bisa diobati di rumah. Salah satu tujuan pengobatan adalah untuk mengganti cairan yang hilang akibat buang air besar berlebihan. Minum banyak air agar terhindar dari dehidrasi.

Anda juga bisa minum larutan oralit atau larutan elektrolit yang dijual bebas di apotek. Cairan ini sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk masalah diare. Elektrolit mengisi tubuh dengan glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang karena dehidrasi.

Ini adalah solusi rehidrasi yang aman untuk anak-anak dan orang tua. Anak-anak dengan diare juga membutuhkan pengawasan orang tua karena mereka rentan mengalami dehidrasi berat. Beri anak Anda pertolongan pertama diare dengan minum oralit dan pantau ketidaknyamanan yang dia alami.

Pencegahan Diare

Untuk mencegah diare, disarankan agar selalu memperhatikan kebersihan diri dan kebersihan makanan. Ingatlah untuk mencuci buah dan sayuran, tidak memakan makanan mentah atau air mentah, pastikan memasak makanan atau air sampai mendidih, dan mencuci tangan dengan bersih. Ini untuk menghindari bakteri yang bisa masuk ke dalam organ pencernaan.

Diare biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Karena ada resiko memburuk dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, lebih baik segera ke dokter saat gejala berlangsung lama. Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan penderitanya mengalami dehidrasi parah.

 8,372 kali dilihat,  279 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Diabetes: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi.

 11,773 kali dilihat,  278 kali dilihat hari ini

Published

on

Diabetes
Ilustrasi Diabetes | Foto: Ist.

Lampung.co – Diabetes adalah penyakit karena tingginya kadar gula darah. Glukosa, sumber energi utama untuk sel-sel dalam tubuh manusia dan ada dalam tubuh. Namun, pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat digunakan oleh tubuh. Berikut akan dijelaskan mengenai diabetes.

Apa yang dimaksud dengan diabetes?

Pengertian diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) darah di atas normal. Diabetes terjadi ketika tubuh seseorang tidak dapat lagi menyerap gula (glukosa) ke dalam selnya dan menggunakannya untuk energi. Kondisi ini akhirnya berujung pada penumpukan gula berlebih di aliran darah tubuh.

Terdapat dua jenis diabetes, diabetes tipe 1 dan tipe 2. Hormon insulin mengontrol kadar gula darah, dimana hormon tersebut diproduksi oleh pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi tanpa insulin.

Penyebab Diabetes

Penyebab diabetes yang paling umum adalah keturunan. Selain itu, diabetes disebabkan oleh kegagalan fungsi tubuh karena tidak mampu menyerap gula darah ke dalam sel. Karenanya, glukosa pun menumpuk di dalam darah. Pada tipe 1, kondisi ini disebabkan oleh sistem imunitas tubuh.

Biasanya daya tahan tubuh menyerang virus dan bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin. Atau jika sudah parah, Anda tidak dapat memproduksinya sama sekali. Kadar gula malah menumpuk di dalam darah. Pada diabetes tipe 2, tubuh secara normal dapat memproduksi insulin tetapi tidak menggunakan insulin secara normal. Resistensi insulin adalah sebutan kondisi ini.

Jenis-jenis

Ada 2 jenis diabetes, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Diabetes dengan jenis penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Dalam keadaan ini, tubuh tidak bisa memproduksi insulin secara total.

2. Diabetes Tipe 2

Pada diabetes tipe ini, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh pada diabetes tipe 2 tidak merespon insulin secara normal. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dari diabetes dengan penderita sebanyak kurang lebih 90-95%.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pesat selama berminggu-minggu atau berhari-hari. Dalam kasus diabetes tipe 2, di sisi lain, gejala diabetes sangat samar sehingga banyak orang yang terkena tidak tahu bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun. Namun ada beberapa tanda sebagai berikut:

  1. Sangat haus atau sangat lapar
  2. Sering buang air kecil dan paling sering di malam hari
  3. Penglihatan kabur
  4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  5. Massa otot menurun
  6. Kandungan keton dalam urin
  7. Luka yang tidak kunjung sembuh
  8. Kerentanan terhadap infeksi

Pengobatan

Terdapat cara mengobati diabetes yang bisa dilakukan. Terapi insulin merupakan salah satu perawatan penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Terdapat pula obat-obatan diabetes yang bisa Anda peroleh dari dokter. Anda juga harus berolahraga dengan rutin dan mengubah pola hidup sehat agar diabetes dapat terkontrol.

Pencegahan Diabetes

Meski faktor risiko diabetes tidak bisa dihindari, seperti riwayat keluarga, ada faktor risiko lain yang bisa dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Jaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Makan buah, sayur, dan makanan berserat tinggi lainnya.

Jika Anda memiliki beberapa gejala diabetes dan gejala ini tidak membaik, segera temui dokter. Tujuannya adalah untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal dan memungkinkan pengobatan dini. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin rendah risiko komplikasi diabetes.

 11,774 kali dilihat,  279 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Penyakit

Depresi: Penyebab, Gejala atau Ciri-ciri dan Cara Mengobati

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja.

 12,695 kali dilihat,  278 kali dilihat hari ini

Published

on

Depresi
Ilustrasi Depresi | Foto: Ist.

Lampung.co – Suatu kondisi di mana seseorang merasa sedih yang begitu mendalam serta kehilangan minat terhadap berbagai hal-hal yang disukai disebut depresi. Setiap orang bisa saja mengalami kondisi gangguan mental ini.

Maka dari itu, Anda harus mengenali penyebab, gejala, hingga cara mengobati depresi dengan penanganan yang tepat. Simak informasi mengenai depresi berikut ini:

Apa yang dimaksud dengan Depresi?

Depresi adalah gangguan mental yang umumnya ditandai dengan perasaan depresi, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi (K Dianovinina, 2018). Seseorang bisa dinyatakan mengalami gangguan depresi jika merasa sedih selama lebih dari dua minggu disertai perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan putus harapan.

Apabila tidak ada penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi yang diderita bahkan dibiarkan begitu saja, hal ini akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja. Selain itu, akan muncul gangguan hubungan sosial di mana Anda tidak ingin berinteraksi dengan siapapun. Hingga yang paling parah adalah timbulnya keinginan untuk bunuh diri.

Penyebab Depresi

Depresi disebabkan oleh beberapa faktor dan lebih sering dialami oleh orang dewasa. Berikut beberapa faktor pemicu depresi antara lain:

1. Peristiwa Traumatis

Penyebab depresi yang paling umum adalah karena penderita pernah mengalami suatu kejadian atau peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis tersebut akan terus membekas dalam ingatan dan membuat perasaan menjadi sedih.

2. Tekanan Batin

Tekanan batin juga menjadi faktor utama yang membuat banyak orang mengalami depresi. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai permasalahan yang menimpanya seperti masalah keuangan, rumah tangga, percintaan, dan lain sebagainya.

3. Pola Pikir yang Salah

Faktor lainnya adalah pola pikir yang salah terhadap diri sendiri, mulai dari sering menyalahkan diri hingga menganggap dirinya tidak berharga.

Gejala atau Ciri-ciri Depresi

Seseorang yang mengalami depresi akan menunjukkan beberapa tanda-tanda baik secara fisik ataupun psikologi. Berikut beberapa gejala depresi yang harus Anda ketahui:

1. Gejala Psikologis

  • Selalu memiliki rasa cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Emosi penderita depresi yang tidak stabil dan tidak terkontrol
  • Selalu merasa bersalah, rendah diri, tidak berharga, hingga putus asa
  • Mudah marah ataupun menangis
  • Sulit berpikir, konsentrasi, dan mengambil keputusan
  • Tidak memiliki motivasi untuk melakukan apapun
  • Muncul pemikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri

2. Gejala Fisik

  • Selalu merasa kelelahan dan tidak memiliki tenaga
  • Perubahan siklus haid pada wanita
  • Gerakan tubuh dan bicaranya yang lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan dan selera makan
  • Gangguan tidur
  • Kehilangan gairah seksual

Cara Mengobati

Depresi sangatlah berat bagi para penderitanya, untuk meningkatkan kualitas hidup penderita depresi, maka bisa melakukan pengobatan. Berikut beberapa cara yang tepat.

1. Psikoterapi

Untuk kasus depresi ringan sampai berat, maka bisa menjalankan psikoterapi. Jenis-jenis terapinya antara lain CBT, PST, IPT, dan terapi psikodinamis.

2. Obat-Obatan

Cara pengobatan yang paling banyak digunakan oleh penderita depresi adalah dengan menggunakan obat antidepresan. Agar sembuh, maka pasien dianjurkan untuk meminum obat-obatan selama 6 bulan.

3. Terapi Stimulasi Otak

Terapi ini digunakan jika kondisinya tidak membaik setelah mengonsumsi obatnya. Ada beberapa jenis yakni ECT dan TMS.

Pencegahan Depresi

Untuk mencegah agar Anda tidak mengalami depresi, maka ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Buatlah hidup lebih santai, jangan terlalu overthinking
  • Jaga kesehatan, mulai dari pola makan, olahraga, hiingga pola tidur
  • Lakukan kegiatan positif dan bermanfaat

Itulah informasi mengenai depresi meliputi pengertian, jenis-jenis, penyebab, gejala, cara mengobati, hingga pencegahannya. Namun, Anda tidak boleh melakukan diagnosis sendiri, sebab jika salah diagnosis sangatlah berbahaya. Hal ini akan mengakibatkan salah konsumsi obat serta permasalahan lainnya. Maka dari itu, segera ke ahli jika merasakan gejala depresi.

 12,696 kali dilihat,  279 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca